Sabtu, 13 Agustus 2011

Akhirnya Lepas dari Ketergantungan Alprazolam

Atas ijin pasien saya posting email ini

Dear temans,
Saya menulis pengalaman saya ini benar-benar dari pengalaman saya pribadi dan atas pertimbangan supaya teman-teman yang masih menggunakan obat2 an jenis ini supaya lebih semangat untuk berusaha berhenti menggunakannya.
Bulan Desember 2010 lalu saya berobat ke sebuah Rumah Sakit yang terkenal di Depok dan saya pilih dokter penyakit dalam yang paling banyak pasiennya dengan harapan bahwa saya tidak salah pilih dokter.
Dari hasil diagnosa dokter tersebut saya dinyatakan kena penyakit GERD , dan pada akhir bulan Februari 2011 dilakukan endoscopy karena ada rasa panas di perut saya ( endoscopy saya lakukan atas saran dokter lain di rumah sakit lain ) , dan dari hasil esdoscopy tersebut ternyata ada baret di kerongkongan saya karena efek dari asam lambung yang sering naik ke kerongkongan dan dinyatakan saya kena esophagitis grade III .
Mengingat dari hasil endoscopy tersebut bahwa saya menderita esophagitis maka saya putuskan untuk terus berobat ke RS dan dokter tersebut terus menerus tanpa harus menunggu obat habis, dan pada akhir bulan Mei saat obat racikan dokter tersebut habis sementara obat yang lain masih ada tiba-tiba saya tidak bisa tidur sama sekali selama 4 hari 4 malam dengan perasaan yang tidak karuan, cemas . keluar keringat dingan, badan gemetar dan lemas sekali rasanya...akhirnya saya putuskan untuk ke dokter langganan saya tersebut..., dan dia bilang akan kasih saya obat tidur di racik dengan obat lambung dan jika tidak bisa tidur maka obat tersebut boleh dimakan 2 kapsul sekaligus dan memang seteah saya minum obat tersebut langsung 2 kapsul sekaligus saya langsung bisa tidur dan badan terasa segar kembali . Dua minggu kemudian saat obat tersebut habis saya kembali tidak bisa tidur dan pada malam ke 4 kira2 jam 2 malam saya pergi ke UGD ke rumah sakit langganan saya tersebut untuk minta obat yang pernah diberikan oleh dokter langganan saya ..., dan memang setelah saya minum obat racikan tersebut saya kembali tidur pulas...saat obat tersebut habis lagi , kembali saya tidak bisa tidur, dan saat itulah saya mulai sadar bahwa kemungkinan saya ketergantungan dengan obat racikan tersebut. 5 hari kemudian saya putuskan kembali ke dokter langganan saya dan saya ceitakan kondisi saya ternyata dia kasih lagi obat racikan tersebut tetapi saya sudah mulai ragu untuk mengkonsumsinya karena setelah saya konsultasikan ke dokter ahli pencernaan di rumah sakit lain dia tidak mau memberikan obat dan malah memberikan obat tidur dengan catatan dimakan jika benar-benar diperlukan.
Atas saran seorang teman saya diminta mengecek di internet jenis obat racikan tersebut yang terdiri dari Alprasolam 1/2 X 0.25ml diracik dengan 1/2 X0.5mg Clobazam dimasukkan dalam satu kapsul ternyata kedua obat racikan tersebut sejenis obat anti depresi dan anti kecemasan setelah saya check lagi ternyata dokter langganan saya tersebut sudah memberikan kepada saya mulai bulan Desember 2010 yang berarti sudah saya minum selama 6 bulan secara terus menerus yang harus saya minum 2Xsehari.
Beruntung saya bisa bertemu dengan Dr. Andri SpKJ yang saya temukan di Internet. Dan setelah saya berkenalan dan saya ceritakan persoalan saya melalui email maka saya putuskan untuk berkunjung langsung ke RS Omni Alam Sutra...dan Dr. Andri SpKJ memberikan program pengurangan dosis untuk mengatasi ketergantungan obat tersebut.
Teman-teman....ternyata sangat tidak mudah untuk mengurangi dosis obat tersebut karena selama saya menjalani program dari Dr. Andri memang tidur saya sangat tidak nyaman sehingga jika pagi hari tubuh terasa lemas, dan jika siang hari pikiran terasa cemas , linglung dan sering kali sulit mengontrol emosi...dan sudah tentu dengan kondisi seperti ini penyakit GERD saya tambah parah karena yang tadinya hanya bagian perut saja yang terasa panas, sekarang menjalar ke pinggang, dada sampai ketenggorakan terasa panas dan dada terasa sakit di tambah lagi kepala terasa pusing.
Sungguh menderita sekali rasanya...tetapi karena keinginan untuk lepas dari obat tersebut juga lebih kuat maka saya tetap tidak mau minum obat tersebut melebihi dosis yang telah di programkan oleh dokter Andri...hal berlanjut selama 2 minggu , dan saat memasuki minggu ke 3 saya putuskan untuk meminum racikan Alprasolam 1/4 X 0.25 mg sesuai anjuran dokter Andri untuk dosis terakhir , selama proses ini saya selalu aktif minta saran dokter Andri baik melalui email maupun SMS, dan atas saran Dokter tsb maka Alprasolam tersebut harus didampingi oleh Clobazam 1/2 X 0.5mg, 3 hari kemudian saya konsultasi lagi dengan dokter Andri dan memberikan program penurunan obat Alprazolam dan Clobazam tersebut...
Sehari setelah konsultasi tersebut saya putuskan untuk tidak meminum Alprazolam tersebut dan bebarapa hari efeknya semakin berkurang dan setelah satu minggu dapat saya pastikan bahwa efek putus obat dari Alprazolam benar-benar hilang...terima kasih banyak Dr. Andri SpKJ...tetapi saat itu saya masih minum Clobazam 1/4 X 0.5mg, dan belum bisa di hentikan secara mendadak, karena bebarapa kali saya coba tidak minum obat tersebut belum bisa tidur dan kepala pusing sekali.
Pada tanggal 4 Agustus kemarin saya coba tidak minum obat tersebut sama sekali dan ternyata untuk pertama kali selama 1,5 bulan sejak saya melakukan program mengurangi ketergantungan obat tersebut, tidur dan pikiran saya tidak terganggu sama sekali dengan tanpa meminum kedua obat tersebut yaitu Alprazolam dan Clobazam, mudah-mudahan ini adalah pertanda bahwa tubuh saya sudah pulih dari ketergantungan obat yang malah bikin susah tersebut.
Dari pengalaman saya ini maka sebaiknya teman-teman yang saat ini masih mengkonsumsi obat-obatan Alprazolam dan sejenisnya untuk segeralah berhenti karena efek sampingnya jauh lebih berbahaya dari manfaat yang didapat dari pemakaian obat tersebut. Mintalah bantuan pada orang yang benar-benar ahlinya..sebab hal juga dapat membantu sugesti kita untuk dapat mengatasi segala masalah yang dihapadi saat kita mengurangi dosis obat tersebut...
Demikianlah pengalaman saya ini dengan harapan dapat menjadi pelajaran sekaligus harapan bahwa separah apapun ketergantungan kita dengan Obat-obat sejenis penenang akan bisa kita atasi jika diiringi dengan kemauan yang kuat dengan didampingi oleh orang yang memang ahlinya..dan juga jangan lupa banyak-banyaklah berdo'a...dan tentu dukungan dari orang-orang dekat sangat membantu.
Salam

14 komentar:

Green Day mengatakan...

Kenalkan saya Someguy dari Balikpapan Kalimantan timur, beruntng saya membaca artikel ini, saya juga termasuk yang addicted terhadap alprazolam, awalnya saya tidak tahu, pada tahun 2006 saya mengalami pusing yang hebat, berkeringat dingin dan jantung berdebar secara tiba-tiba, akhirnya saya minta diantar ke UGD salah satu rumah sakit swasta di kota saya, ternyata tekanan darah saya meningkat dan vertigo, setelah disuruh istirahat saya diresepkan obat Zypraz 10 bj, mertigo10 bjdan Teravask 10 bj. setelah minum obat oral tersebut semua keluhan saya hilang. setelah habis penyakit kembali terasa dan saya putuskan membeli lansung tanpa resep ke apotik penyakit lansung hilang, tahun 2009 obat zypraz tidak dapat di beli tanpa resep dokter, kata pihak apotik karena ada aturan dari pemerintah tentang pengawasan obat. 2hari setelah tidak menkomsumsi penyakit saya kambuh saya kosultasi ke dokter untuk mendapatkan ketiga jenis obat tersebut diatas dokter yang bersangkutan tidak mau meresepkan salah satu obat yaitu zypraz, saya bertanya kenapa?, dari penjelasan dokter sangat membuat saya shock ternyata obat tersebut termasuk kedalam golongan obat psikotropika jadi selama 3 tahun saya telah meracuni diri saya dengan obat terlarang tersebut. Akhirnya karena tubuh menginginkan obat tersebut sya mencari dokter yang mau meresepkan obat tersebut dan orang yang bisa memberikan saya obat golongan benzediozepine tanpa resep dokter.
Telah lama saya ingin menghilangkan ketergantungan obat ini serta berbagai cara saya tempuh...Hasilnya NOL BESAR, sampai tulisan ini saya buat saya masih mengkonsumsi obat tersebut jadi sudah selama 6 tahun saya meminumnya tanpa henti dengan dosis 0,25 s/d 0,5 mg per perhari....bantulah saya Dok...

Dr.Andri,SpKJ mengatakan...

Dosis yang bapak pakai masih kecil, tetapi memang jika menginginkan dilepas silahkan dilepaskan dengan teknik yang baik agar menjadi lebih baik buat ke depannya. Bisa berkonsultasi ke psikiater jika perlu. Semoga membantu

musthofa almurtadlo mengatakan...

Perkenalkan nama saya musthofa dari kediri. Saya punya penyakit yg sama (gred) sudah sekitar 4 thn. Setiap ke UGD selalu di kasih obat mag dan antibiotik.
Kemarin ke spesialis dalam saya di kasih obat pariet 20mg sama zypraz 0.5 mg.
Lebih baek zipraz nya di minum apa tidak ya ??
Sebelumnya terimakasih.

ary setiawan mengatakan...

kenalkan sy harry, bdg. ibu sy hampir setahun mengkonsumsi cipralex, setelah itu beliau sadar dan sehat lg. nah bru 3 hari ini kmbuh lg sakitny awalny g bsa tdr trs mulai mual muntah. akhirny sy prgi k psikater dl dan dberi resep obat cipralex lg dan obt racikan yg mengandung alprazolam. setelah dmkn ibu sy jd tdr lg tp yg anehny ko kyk org yg ilang ingatan trs lmes tp klo dbiarkan sndiri tnpa pngawasan dy bs brgerak sendiri. apakah itu pngaruh dr obt trsbut?

Agustinadian Susanti mengatakan...

Salam kenal, saya Susan 31 th, saya pernah kena sakit bile refluks pda usia 27th.. selama 2 th saya sakit dan pada masa pengobatan itu dokter pernah kasih saya alprazolam o,5mg selain obat2 lain diantaranya (concor2,5mg, risperdal 2mg, kalxetin 10mg, omeprazole 20mg, propepsasucralfate 100ml) saya minum selama 2 minggu. ketika saya lupa meminumnya badan saya seperti org sakaw, nyeri di kedua tangan,dan cemas yang berlebihan, keluar kamar saja takut. saya bth 3 hari untuk melepas ketergantungan efek obat ini, karena terhambat biaya. untunglah bisa lepas sampai sekarang saya tdk pernah konsumsi obat penenang lagi.

idan mengatakan...

Nama saya Hamidan umur 36thn dan sdh hampir 20thn pakai obat penenang, bila tidak makan satu hari saja, rasa hancur badan saya, mata ga bisa tidur sampai saya makan itu obat, sdh sering coba berhenti, tapi selalu gagal.. TOLONG bantu saya, apa msh bisa hidup normal

idan mengatakan...

Nama saya Hamidan umur 36thn dan sdh hampir 20thn pakai obat penenang, bila tidak makan satu hari saja, rasa hancur badan saya, mata ga bisa tidur sampai saya makan itu obat, sdh sering coba berhenti, tapi selalu gagal.. TOLONG bantu saya, apa msh bisa hidup normal

rossie mokoagow mengatakan...

Perkenalkan nama saya rossie
Saya juga salah satu orang bodoh yg telah menggunakan obat alprazolam..
Awal mula saya meminum obat ini karena saya susah tidur.. Setelah minum obat ini memang benar bisa pulas dan badan terasa enteng di pagi harinya.. Saya sampai lupa kapan pertama kali minum obat ini.. Sampai sekarang ini saya masih menggunakan obat ini.. Ini karena apabila saya tidak meminum obat ini badan terasa lemas, kepala pusing dan akhirnya saya tidak dapat beraktifitas dngan baik.. Karena alprazolam yg harusnya bikin ngantuk, berubah tidak bikin kantuk, tp menyembuhkan pusing dan aktifitas kembali normal..
Saya bingung gimana caranya agar bisa putus dgn alprazolam....
Pleas help me....
Dosis yg saya gunakan antara 1mg-2mg...

rossie mokoagow mengatakan...

Nama saya rossie
Singkat saja
Saya udah lama menggunakan alprazolam..
Dan fungsi alprazolam udah berbeda bagi saya.. Alprazolam tidak membuat kantuk, tp membuat badan bugar dan bersemangat..
Sering saya mencoba untuk putus, tp gagal karena rasa sakit yg luar biasa..
Tolong bantu saya..
Makasih

Ajukblack Sayuri mengatakan...

salam hangat Dok, nama saya jajang dominasi di bandung, pertama kali konsumsi obat jenis alprazolam dgn merk dagang calmlet 2mg. saya kerja bagian acounting di sebuah distributor, dgn tekanan kerja dan jam lembur sampai larut malam. memyebabkan saya kurang tidur dan stress. awal tahun 2008 saya berobat ke dokter spkj, sebut adja namanya iwan. ngasih resep obat tersebut 15 btr di tambah sizorill 15 btr, sama luvten 6 btr, dgn konsumsi 2x sehari. mlm luvten 1/2
stress saya hilang, ada rasa nyaman kerja semanggat tidur nyenyak. habis obat malah jadi cemas dan sakit di kepala belakang. jelas tidur ngk bisa, sampai2 ijin kerja. saya kembali ke dokter tersebut dan kembali di kasih obat yang sama 3 jenis tersebt. tidak terasa sampai agustus 2011 saya setia sama dokter tersebut satu minggu sekali. ntah karena apa dokter tersebut tidak mau ngasih resep lagi dan saya di rujukan ke dokter lain sebut saja nama nya rudi. dari dokter rudi saya di kasih resep alprazolam saja. sampai tulisan ini saya buat saya masih konsumsi obat alprazolam dalam jumlah 8 btr merk calmlet 1mg / hari. mohon bantuan nya Dok, karena sudah ber puluh2 kali saya coba berhenti tapi hasil nya nol besar. terimakasih atas semua nya

Rendy Choia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Rendy Choia mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
joko lelono mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
joko lelono mengatakan...

Dok, kalau saya baca beberapa artikel yang ada, koq saya jadi heran dan bertanya mengapa kesannya obat-obat anti depresan dan anxietas bukannya membantu meringankan bahkan menyembuhkan secara tuntas pasien tetapi sebaliknya. Bagaimana penjelasannya dok ? Apakah ada yang salah dalam aturan pemakaian ? Terima kasih, dok