Cuti Praktek

Cuti Praktek

Jumat, 18 November 2011

Gangguan Panik Obatnya Apa ?

Pertanyaan :


Halo dr Andri, salam kenal. saya mengalami serangan panik dan gejala panik sudah 3 kali. pertama tahun 2008 april, kedua tahun 2009 oktober dan ketiga oktober 2011 . Sudah beberapa dokter sudah saya kunjungi semua mengatakan saya ansietas dan serangan panik, dan mereka selalu memberikan obat alprazolam. Pada awalnya saya tidak mengindahkan kata mereka utk minum obat karena kebiasaan saya tdk suka minum obat. tapi gejala panik ini masih terasa di saya dan sangat mengganggu saya dalam aktifitas, maka dengan ini saya membaca tulisan dokter tentang obat golongan SRRI jauh lebih aman dari golongan benzodiazepam ? ingin saya tanyakan jenis obat SRRI yang mana ? paxil atau apa yang lebih aman ? dan yang paling kecil ukurannya berapa miligram ?. karena yg saya baca juga sejak thn 2009 FDA telah melarang menggunakan aprazolam utk
pasien ansietas karena adiksi . Lalu bagaimana cara penggunaan/terapi obat golongan SRRI, minum berapa kali sehari dan kapan berhenti , supaya saya terbebas dari penyakit ansietas ini utk selamanya. saya sangat berterima kasih dokter utk jawabannya.  (dari : AC)



Jawaban : 


Pasien dengan gangguan panik memang seringkali pada saat datang pertama kali ke dokter umum, dokter spesialis non-jiwa ataupun dokter jiwa diberikan anticemas seperti Alprazolam. Hal ini karena Alprazolam sangat efektif dalam mengatasi kondisi serangan panik dan kecemasan ikutan yang sering dialami pasien gangguan panik. Tidak heran obat ini seperti layaknya "kacang goreng" karena indikasinya jadi sangat melebar dari awalnya ditujukan untuk gangguan panik, sekarang ini diberikan juga untuk pasien yang dispepsia, sulit tidur, sering berdebar, bahkan untuk pasien dengan kasus-kasus medis yang erat kaitannya dengan kecemasan seperti sakit jantung koroner. Obat ini memang ampuh mengatasi cemas dan bekerja cepat. 
Sayangnya obat ini memiliki waktu paruh obat yang pendek, membuatnya hanya efektif dalam waktu 4-6 jam saja sehingga akan ada kecenderungan untuk memakai lagi terutama jika pada pasien gangguan panik. Selain itu kondisi pasien dengan menggunakan anticemas alprazolam juga sering kali menjadi sulit lepas dari obat ini karena memang memiliki potensi ketergantungan yang besar jika dipakai lebih dari dua minggu saja. Sulit lepas ini juga disebabkan karena efek putus zat obat ini sangat tidak nyaman, ada yang langsung tiba-tiba stop dan merasakan kecemasan yang lebih parah daripada sebelumnya.
Maka dari itu penggunaan obat ini harus hati-hati dan kalau bisa sesuai dengan indikasi saja. Belakangan karena potensi ketergantungan, toleransi (makin besar pake makin lama) dan reaksi putus zat, obat ini sudah tidak menjadi pilihan pertama lagi sebagai obat anticemas di Amerika Serikat, di sana lebih cenderung menggunakan Antidepresan gol SSRI seperti Sertraline, Fluoxetine, Paroxetine (Paxil). Penggunaan antidepresan untuk pasien gangguan panik juga biasanya dimulai dengan dosis kecil karena pasien gangguan panik sering lebih sensitif terhadap efek samping obat antidepresan yang biasanya berlangsung pada minggu pertama pemakaian. Obat biasanya digunakan selama 4-6 bulan untuk mencegah kekambuhan. Selain obat perlu ada terapi lain termasuk edukasi tentang kondisi kecemasan panik dan manajemen stres.
Semoga berguna jawaban ini


Salam Sehat Jiwa
Dr.Andri,SpKJ 
Psikiater Bidang Psikosomatik Medis 
Klinik Psikosomatik RS OMNI ALAM SUTERA

1 komentar:

santoso mengatakan...

salam kenal Dr Andry spkj
putri saya 24 th, sejak des2012 hingga kini konsumsi merlopan 1 ml malam, dan neripros 0,5 ml dan clozaril 0,5 ml,
1,sejak desember hingga kini telah dikuarangi konsumsi merlopannya,tetapi si anak saat ini meminumnya 2 hari 1 ml
dan dia takut ketergantungan
2,problemnya sekrg si anak kepala gak enak dan juga ingin marah
3,apa memang gara2 dikurang merlopan tsb atau ketagihan merlopan bila konsumsinya dikurangi dlm 2 hr sekali
kami tunggu berta balik dari Dokter,terima kasih