<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149</id><updated>2012-02-11T14:53:11.313-08:00</updated><category term='Kasus Klinik'/><title type='text'>Klinik Psikosomatik RS OMNI</title><subtitle type='html'>Jl. Alam Sutera Boulevard Kav.25 Serpong, Tangerang
Phone : (021) 5312 8222 / (021) 53128555
Praktek : Senin s.d Jumat : 17.00 - 20.00 
Sabtu : 09.00-12.00, Selasa dan Kamis : pagi dengan perjanjian, Email : mbahndi@yahoo.com</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5341863848773167469</id><published>2012-02-02T02:43:00.001-08:00</published><updated>2012-02-02T02:57:47.314-08:00</updated><title type='text'>Apakah saya Spasmofilia ?</title><content type='html'>&lt;b&gt;TANYA : &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;Dokter, saya didiagnosismengidap spasmofilia (+++), karena spasmofilia saya didiagnosisberkaitan erat dengan faktor psikis, capek dan stres. Saya diberi&amp;nbsp; obatpenenang dan pengurang rasa sakit. Obat penenang yang diberikan kepadasaya adalah aprazolam. Secara tinjauan ilmu psikiatris, apa ada terapiyang berkaitan dengan psikis untuk penderita spasmofilia? Sejakmengidap spasmofilia, saya merasa rentan stres dan sakit. Hal-hal kecilsudah cukup memicu sakit bagi saya. Ada yang mengatakan spamofiliatidak bisa disembuhkan, berarti saya akan mengkonsumsi obat penenangdalam jangka waktu lama? Amankah ? Apa efek bila dikonsumsi dalamjangka panjang dok? Terimakasih&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;(Citra, 22, Semarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAWAB :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Mbak Citra yang bahagia,&lt;br /&gt;Sepanjangyang saya tahu tidak ada istilah diagnosis spasmofilia. Jika kitamencari di portal jurnal kedokteran ternama seperti PubMed makaspasmofilia (ditulis dalam bahasa inggris "Spasmophilia") akan dirujukke suatu jurnal yang membahas kondisi yang disebut Tetany, suatukondisi eksitasi berlebihan saraf neuron yang kebanyakan disebabkankarena kadar kalsium dalam darah yang kurang.&lt;br /&gt;Spasmofilia dalampraktek sehari-hari sebenarnya merujuk pada kondisi hasil pemeriksaandengan EMG yang biasa dilakukan oleh dokter saraf untuk pasien yangterkadang mengeluh kekakuan otot atau ketegangan otot. Memang dalamlaporannya ada istilah nilai plus (+) yang menunjukkan kekakuannyamakin tinggi maka plusnya makin banyak.&lt;br /&gt;Pengalaman klinis sayamengatakan bahwa sebenarnya kondisi spasmofilia ini banyak terjadi padapasien yang mengalami kecemasan panik terutama saat serangan panikterjadi. Kalau Mbak Citra rajin mengikuti konsultasi kesehatan jiwaatau tulisan-tulisan saya di &lt;i&gt;Kompas.com&lt;/i&gt;, saya banyak membahastentang gangguan cemas panik ini yang gejala-gejalanya memang salahsatunya adalah kekakuan otot atau ketegangan otot.&lt;br /&gt;Karenamerupakan keluhan, maka menurut pendapat saya yang diobati adalahdiagnosis dasarnya misalnya dalam hal ini adalah gangguan cemasnya .Penggunaan obat anticemas atau dikenal dengan penenang sepertiAlprazolam memang bisa membantu, tetapi harus diingat bahayaketergantungan yang sering terjadi akibat obat ini.&lt;br /&gt;Sehinggapemakaiannya biasanya paling lama hanya 4 minggu. Bahkan dalam prakteksaya pribadi saya sangat jarang menggunakan obat ini karena mengetahuipotensi ketergantungannya yang tinggi. Untuk itu biasanya selainmelatih relaksasi maka pasien juga disarankan untuk mendapatkan terapiobat antidepresan golongan serotonin (SSRI) yang merupakan obat pilihanlini pertama untuk gangguan cemas.&lt;br /&gt;Ada baiknya mbak Citraberkonsultasi dengan psikiater terdekat di kota anda, apalagi di awalsurat mbak Citra mengatakan kondisi mbak berkaitan dengan psikis danstres.&lt;br /&gt;Semoga membantu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : http://health.kompas.com/read/2012/02/02/09430111/Pengobatan.untuk.Keluhan.Spasmofilia&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5341863848773167469?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5341863848773167469/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5341863848773167469' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5341863848773167469'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5341863848773167469'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2012/02/apakah-saya-spasmofilia.html' title='Apakah saya Spasmofilia ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8095334632578859704</id><published>2011-12-30T17:07:00.001-08:00</published><updated>2011-12-30T17:07:44.974-08:00</updated><title type='text'>Sakit Jantung ini Ternyata GANGGUAN PANIK</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;KOMPAS.com -&lt;/strong&gt;&amp;nbsp;Toni eksekutif muda usia 35 tahun itu tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar sangat cepat. Saat itu, ia sedang berada di jalan menuju kantornya di daerah Sudirman. Ia juga merasakan sesak napas dan perasaan seperti tercekik.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Toni menjadi sangat ketakutan akan keadaan ini, sampai ia meminggirkan mobilnya. Saat itu, ia merasa takut mati sehingga membuatnya ke unit gawat darurat (UGD) sesaat jantungnya sudah mulai terasa berkurang debarannya 10 menit kemudian.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Di UGD, Toni diperiksa jantung dan laboratorium penunjang lainnya. Hasilnya semua dalam batas normal. Toni kemudian bingung apa yang baru saja dialaminya. dokter menyarankan Toni untuk tidak khawatir karena tidak ditemukan kelainan apa-apa. “Mungkin anda sedang kecapekan saja”, kata si dokter menenangkan&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kasus di atas cukup sering ditemukan sebagai salah satu kasus gangguan kesehatan jiwa yang bermanifestasi gejala fisik. Kalangan kesehatan jiwa menyebutnya sebagai serangan panik. Orang yang mengalaminya biasanya mengira bahwa ia terkena serangan jantung karena gejalanya sangat mirip dengan gangguan tersebut. Bedanya adalah dalam durasi waktu, serangan panik biasanya hanya berlangsung paling lama 15 menit saja dan setelah itu terjadi penurunan gejala yang dialami.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Ada beberapa gejala serangan panik yang sering dialami oleh pasien. Gejalanya yang paling sering adalah sebagai berikut ; Jantung berdebar dan peningkatan denyut jantung, berkeringat, badan terasa gemetar atau berguncang, perasaan napas yang pendek, perasaan seperti tercekik, sakit dada atau perasaan tidak nyaman, mual atau merasa tidak enak di perut, merasa pusing, tidak stabil, kepala terasa ringan atau mau pingsan, takut kehilangan kontrol atau menjadi gila, perasaan takut mati, kesemutan atau seperti baal dan rasa seperti terbakar atau kepanasan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Gangguan panik didiagnosis bila dalam waktu sebulan terakhir telah terjadi lebih dari 3 (tiga) kali serangan panik. Serangan panik ini terjadi tiba-tiba, dan di antara serangan panik tersebut pasien merasa khawatir jika dirinya mengalami keadaan itu lagi (kecemasan antisipasi). Serangan panik ini juga telah mengganggu fungsi pasien sehari-hari baik pribadi dan sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Agorafobia&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jika pasien mengalami serangan panik yang berulang, maka kebanyakan pasien menjadi takut untuk keluar rumah sendirian. Hal ini disebabkan pasien takut bila tiba-tiba saat ia sendiri di luar rumah, serangan panik itu datang lagi dan tidak ada yang menolongnya. Ketakutan tersebut dinamakan agorafobia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Agorafobia biasanya juga diikuti oleh penghindaran terhadap situasi yang dapat membuat timbulnya kecemasan pasien. Hal ini yang menyebabkan pasien dengan gangguan panik biasanya takut bila keluar rumah sendiri tanpa ditemani. Pasien juga menjadi malas keluar rumah atau bersosialisasi dengan teman serta kerabat di tempat-tempat terbuka. Apalagi bila ia harus ke tempat seperti itu sendirian. Hal ini tentunya menurunkan kualitas hidup pasien tersebut.&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Apa yang dapat dilakukan?&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Kualitas hidup pasien gangguan panik tentunya mengalami penurunan akibat konsekuensi dari penyakitnya. Untuk itu, tatalaksana yang tepat dan menyeluruh sangat dibutuhkan agar pasien dapat kembali hidup normal.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Jika memang dalam pemeriksaan fisik dan penunjang tidak terdapat hasil yang mendukung ke suatu diagnosis penyakit seperti jantung dan tiroid (gondok) maka diagnosis gangguan panik harus segera dipertimbangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap penting karena gejala serangan panik seringkali mirip dengan gejala-gejala penyakit yang sering kita temukan dalam praktek seperti penyakit jantung dan gangguan tiroid (gondok). Rujukan ke seroang ahli kesehatan jiwa atau psikiater juga dapat dilakukan demi tegaknya diagnosis dan penatalaksanaan yang segera dan menyeluruh.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Seperti tatalaksana kebanyakan gangguan kesehatan jiwa, pengobatan gangguan panik juga meliputi pengobatan dengan obat dan psikoterapi. Penggunaan obat untuk gangguan panik telah mendapatkan rekomendasi dari badan obat dan makanan Amerika (FDA) dan juga dari badan pengawasan obat dan makanan (POM) Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien tidak perlu khawatir akan efek ketergantungan terhadap obat yang sering ditakutkan oleh masyarakat bila memakan obat-obat dari ahli kesehatan jiwa. Kerjasama antara dokter dan pasien serta informasi yang akurat dan lengkap akan efek obat serta hal-hal yang menyangkut penggunaannya haruslah diketahui sejak awal berobat.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Pasien tentunya mempunyai hak untuk bertanya kepada dokter tentang obat yang dimakannya serta efek samping yang mungkin timbul. Tentunya kewajiban dokter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar obat yang digunakan. Keteraturan kontrol berobat dan kepatuhan akan dosis obat juga akan menghindarkan pasien dari hal-hal yang tidak diinginkan dari penggunaan obat yang tidak tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Psikoterapi dengan menggunakan teknik terapi kognitif juga sangat diperlukan. Pasien gangguan panik biasanya mempunyai keyakinan yang salah akan penyakitnya. Pasien biasanya sering salah mengintepretasikan sensasi di tubuhnya sebagai tanda awal serangan panik. Informasi tentang serangan panik termasuk penjelasan bahwa ketika serangan panik berlangsung, serangan tersebut terbatas waktunya dan tidak mengancam jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Latihan relaksasi, pernapasan termasuk meditasi juga mempunyai peran yang sangat baik pada pasien gangguan panik. Hal ini membantu pasien untuk dapat mengontrol pernapasannya dan sedapat mungkin relaks sehingga gejala yang timbul dapat ditangani dengan baik secara mandiri oleh pasien pada saat serangan panik datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Semoga penjelasan di atas dapat membantu anda untuk mengenali gejala dan tanda gangguan panik serta cara mengatasinya. Jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter ahli kesehatan jiwa jika mengalami gangguan panik. Salam sehat jiwa!&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;strong style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;a href="http://www.kompasiana.com/psikosomatik_andri" style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;Dr. Andri SpKj,&lt;/a&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em style="list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&amp;nbsp;Psikiater dengan kekhususan di bidang Psikosomatik dan Psikiatri Liaison.&amp;nbsp; Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik RS Omni, Alam Sutera, Tangerang.&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; color: #232323; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; list-style-image: initial; list-style-position: initial; list-style-type: none; padding-bottom: 20px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;"&gt;&lt;i&gt;Sumber : KOMPAS.com&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8095334632578859704?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8095334632578859704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8095334632578859704' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8095334632578859704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8095334632578859704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/12/sakit-jantung-ini-ternyata-gangguan.html' title='Sakit Jantung ini Ternyata GANGGUAN PANIK'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4039312765569126421</id><published>2011-12-28T21:51:00.001-08:00</published><updated>2011-12-28T21:51:22.806-08:00</updated><title type='text'>Catatan Akhir Tahun Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Psikiater Bidang Psikosomatik Medis&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Seperti yang telah dicanangkan pada akhir tahun 2010, tahun 2011 akan menjadi tahun pendidikan Psikosomatik bagi saya. Di tahun 2011 saya berencana untuk semakin mengembangkan kesadaran masyarakat dan profesi di bidang kedokteran tentang apa itu Psikosomatik dan hubungannya dengan bidang ilmu kedokteran jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_152024" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-image: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="1325137396279429152" class="alignleft size-medium wp-image-152024" height="225" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/1325137396279429152_300x225.jpg" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; display: inline; float: left; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 7px; margin-top: 0px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 4px;" title="1325137396279429152" width="300" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;Saat menjadi pembicara di FK UGM di hadapan para calon spesialis (dokpribadi)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Bermula dari proposal yang saya ajukan ke American Psychosomatic Society di Amerika Serikat, maka pada tahun 2011 akhirnya FK UKRIDA menjadi Fakultas Kedokteran pertama di Indonesia dan Asia Tenggara yang mendapatkan bantuan dana dan bimbingan untuk pelaksanaan Psychosomatic Medicine Interest group di FK UKRIDA.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Selanjutnya pada bulan Mei 2011 saya diberikan kesempatan untuk menjadi Konsultan Kesehatan Jiwa di Kompas.com. Kepercayaan ini tentunya tidak saya sia-siakan untuk terus menyebarkan kesadaran kepada masyarakat bahwa gangguan jiwa adalah sesuatu yang lumrah dan bisa mengenai siapa saja dari berbagai golongan, tua muda serta miskin maupun kaya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pendidikan berkelanjutan bagi dokter umum dan peserta didik spesialis kedokteran jiwa adalah salah satu hal yang sangat penting. Hal ini yang mendorong saya melakukan kunjungan kuliah tamu atas undangan atau inisiatif &amp;nbsp;sendiri ke Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Tahun 2011, selain Departemen Psikiatri FK UGM, ada juga Departemen Kedokteran Keluarga yang mengundang saya untuk bicara tentang psikosomatik bagi dokter keluarga.&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption aligncenter" id="attachment_152027" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-image: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: auto; margin-right: auto; margin-top: 10px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="1325137542506500878" class="size-medium wp-image-152027 " height="200" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/1325137542506500878_300x200.jpg" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; margin-bottom: 0px; margin-left: 0px; margin-right: 0px; margin-top: 0px; padding-bottom: 0px; padding-left: 0px; padding-right: 0px; padding-top: 0px;" title="1325137542506500878" width="300" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;Menjadi pembicara di seminar Psikosomatik di Ambon, Desember 2011 (dokpribadi)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="wp-caption alignleft" id="attachment_152025" style="background-color: #f3f3f3; border-bottom-color: rgb(221, 221, 221); border-bottom-left-radius: 3px; border-bottom-right-radius: 3px; border-bottom-style: solid; border-bottom-width: 1px; border-image: initial; border-left-color: rgb(221, 221, 221); border-left-style: solid; border-left-width: 1px; border-right-color: rgb(221, 221, 221); border-right-style: solid; border-right-width: 1px; border-top-color: rgb(221, 221, 221); border-top-left-radius: 3px; border-top-right-radius: 3px; border-top-style: solid; border-top-width: 1px; float: left; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; margin-bottom: 10px; margin-left: 10px; margin-right: 10px; margin-top: 10px; padding-top: 4px; text-align: center; width: 310px;"&gt;&lt;img alt="13251374681998626541" class="alignleft size-medium wp-image-152025" height="200.9375" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/12/13251374681998626541_300x200.9375.jpg" style="border-bottom-style: none; border-bottom-width: 0px; border-color: initial; border-image: initial; border-left-style: none; border-left-width: 0px; border-right-style: none; border-right-width: 0px; border-top-style: none; border-top-width: 0px; display: inline; float: left; margin-bottom: 2px; margin-left: 0px; margin-right: 7px; margin-top: 0px; padding-bottom: 4px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 4px;" title="13251374681998626541" width="300" /&gt;&lt;div class="wp-caption-text" style="font-size: 11px; line-height: 17px; padding-bottom: 5px; padding-left: 4px; padding-right: 4px; padding-top: 0px;"&gt;Menjadi pembicara di Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan Psikiater Indonesia, Bandung Juli 2011 (dokpanitia)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Di tahun 2011 juga saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara di depan kongres Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan Psikiater se-Indonesia pada bulan Juli 2011. Pada kesempatan ini saya berbicara tentang Gangguan Psikiatrik pada Trauma Kepala. Selain kongres nasional, banyak juga kongres dan pertemuan lokal yang diikuti berkaitan dengan topik kesehatan jiwa.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Selain aktif menyebarkan ilmu kedokteran jiwa khususnya di bidang psikosomatik kepada para profesional seperti mahasiswa kedokteran dan dokter umum/spesialis, saya juga banyak diberikan kesempatan menjadi narasumber di berbagai media baik cetak maupun televisi. Hal ini tentunya membuat akses penyebaran informasi psikiatri dan kesehatan jiwa juga semakin luas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Semoga di tahun-tahun yang akan datang, apa yang telah dilakukan di tahun 2011 dapat terus dilanjutkan ke tahun-tahun yang akan datang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Salam Sehat Jiwa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br class="Apple-interchange-newline" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4039312765569126421?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4039312765569126421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4039312765569126421' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4039312765569126421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4039312765569126421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/12/catatan-akhir-tahun-psikosomatik.html' title='Catatan Akhir Tahun Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7674504892334342807</id><published>2011-12-23T15:24:00.000-08:00</published><updated>2011-12-23T15:24:19.032-08:00</updated><title type='text'>Selamat Hari Natal dan Tahun Baru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;KLINIK PSIKOSOMATIK RS OMNI ALAM SUTERA&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;mengucapkan :&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;SELAMAT HARI NATAL 2011&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;dan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;TAHUN BARU 2012&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;Semoga Berkah dan Kasih Tuhan Selalu Beserta Kita&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: inherit; font-size: large;"&gt;Semakin Sukses di Tahun Yang Akan Datang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Salam Sehat Jiwa,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;dr.Andri,SpKJ&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Penanggung Jawab Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7674504892334342807?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7674504892334342807/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7674504892334342807' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7674504892334342807'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7674504892334342807'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/12/selamat-hari-natal-dan-tahun-baru.html' title='Selamat Hari Natal dan Tahun Baru'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-1713063934384285003</id><published>2011-12-05T03:56:00.001-08:00</published><updated>2011-12-05T03:57:39.968-08:00</updated><title type='text'>Seminar Psikosomatik di Kota Ambon Manise</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Zs9pJ-u9mB4/TtyxC_xoyfI/AAAAAAAAAL8/bumNQOpVuMc/s1600/Seminar+Psikosomatik+%2528AMbon%2529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://1.bp.blogspot.com/-Zs9pJ-u9mB4/TtyxC_xoyfI/AAAAAAAAAL8/bumNQOpVuMc/s320/Seminar+Psikosomatik+%2528AMbon%2529.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Saat presentasi dengan topik "Gangguan Psikosomatik : Dasar dan Tatalaksana di Pelayanan Primer" (dok.pribadi)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;strong&gt;Seminar Psikosomatik di Kota Ambon Manise&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Setelah sebelumnya direncanakan tanggal 1 Oktober 2011 namun akhirnya tertunda karena terjadi konflik insiden di Ambon, maka akhirnya hari ini (3 Des 2011) bertempat di Hotel Aston Natsepa, Ambon diselenggarakan Seminar Psikosomatik dengan tema “Pengenalan dan Penatalaksanaan Gangguan Psikosomatik”. Acara ini diprakarsai oleh RSKD Ambon dibawah pimpinan Dr.David Santoso,SpKJ,MARS dan bekerja sama dengan IDI Wilayah Maluku dan PDSKJI Cab Makassar. Acara ini diketuai oleh dr.Carolus Juliana Lenora Louise.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Acara yang berlangsung dari pagi hari sampai sore ini menampilkan berbagai tema dan pembicara dari beragam latar belakang spesialisasi. Acara dibuka oleh pembacaan sambutan walikota Kotamadya Ambon Bpk. Richard Louhenapessy,SH. Setelah pembukaan acara kemudian selanjutnya acara dimulai dengan sesi pertama yang menampilkan dua pembicara. Sesi ini dimoderatori oleh Dr.David Santoso,SpKJ,MARS yang memberikan kesempatan kepada Prof.dr.Jayalangkara,PhD,SpKJ(K) yang berbicara tentang Psikosomatik ditinjau dari Psikiatri Biologi. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pembicara kedua dr.Wempy Thiorits,SpKJ(K) yang mengungkapan pengalaman dalam penatalaksanaan pasien dengan gangguan psikosomatik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pembicara selanjutnya adalah tentang “Reaksi Psikologis Pada Pasien Anak” yang dibawakan oleh dr.Vivayanty H,SpA,MARS dan dilanjutkan presentasi dari dr.Adelin S,SpKJ(K) yang mengemukakan presentasi tentang Psikosomatik pada Anak dan Remaja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah makan siang acara selanjutnya dilanjutkan dengan presentasi dari dr.Maxi Mangundap,SpPD,LetKol yang berbicara tentang Reaksi Psikologis pada Gastritis. Nyeri kepala tipe tegang selanjutnya diberikan oleh dr.Samuel Wagiu,SpS dan Psikoseksual dibahas oleh dr. J.Tomarius,SpKJ. Presentasi ditutup oleh presentasi saya sendiri tentang Pengenalan dan Penatalaksanaan Psikosomatik Terkini berdasarkan Academy of Psychosomatic Medicine.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Acara ini berlangsung sukses dengan melibatkan lebih dari 200 peserta dari berbagai daerah di sekitar Ambon, Sulawesi dan Jawa. Acara ini juga mendapatkan dukungan dari Perusahaan MersiFarma yang turut membantu kelancara acara. Pada sambutannya ketua panitia dr.Carolus mengatakan bahwa acara ini adalah acara terbesar pertama yang dilakukan di Ambon dalam artian juga mengundang berbagai macam pembicara dari berbagai daerah dan latar belakang. Hal ini juga sebagai suatu cara untuk menunjukkan bahwa Ambon aman dan apa yang terjadi beberapa waktu lalu adalah letupan kecil hasil buah karya provokator bukan hasil dari konflik pada masyarakat Ambon sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Semoga seminar psikosomatik ini mampu menjadikan suatu tonggak pertama pelayanan kesehatan jiwa yang lebih menyentuh aspek biopsikosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-1713063934384285003?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/1713063934384285003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=1713063934384285003' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1713063934384285003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1713063934384285003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/12/seminar-psikosomatik-di-kota-ambon.html' title='Seminar Psikosomatik di Kota Ambon Manise'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Zs9pJ-u9mB4/TtyxC_xoyfI/AAAAAAAAAL8/bumNQOpVuMc/s72-c/Seminar+Psikosomatik+%2528AMbon%2529.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2575992160738762396</id><published>2011-11-23T06:50:00.001-08:00</published><updated>2011-11-23T06:50:42.614-08:00</updated><title type='text'>Kenapa Panik Saya Kambuh,Dok?</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;oleh : dr.Andri,SpKJ&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Setahun berlalu, pasien saya ini kembali lagi karena keluhannya berulang. Pasien laki-laki usia 40 tahun, seorang manager menengah di sebuah perusahaan asing ternama. Usut punya usut, ternyata kekambuhan gangguan paniknya dipicu adanya suatu peristiwa menyaksikan mertuanya meninggal karena serangan jantung. Kondisi ini tentunya kembali memicu pasien mengalami serangan panik yang sekiranya dianggap oleh dirinya memang sama gejalanya dengan serangan jantung.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;Kenapa Bisa Kambuh ?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Kekambuhan pada orang yang mengalami gangguan panik memang cukup besar. Layaknya gangguan depresi yang angka kekambuhannya mencapai 50%, setidaknya gangguan panik juga bisa demikian. Banyak faktor yang dihubungkan dengan kekambuhan gangguan panik ini. Beberapa sebenarnya sangat berhubungan erat faktor biopsikososial yang mendasari berbagai macam gangguan jiwa. &amp;nbsp;Saya akan sedikit membahasnya dari beberapa segi tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;A. Biologi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Serangan panik dihubungkan karena aktifitas sistem saraf di otak yang meningkatkan sistem saraf otonom parasimpatis dan simpatis. Sistem ini menjadi kurang stabil kerjanya dipicu oleh stres yang berkepanjangan dan seringkali tidak disadari oleh pasien. Saya selalu mengatakan kepada pasien bahwa yang terjadi adalah sistem alarm di otak yang salah, di mana ketika serangan panik terjadi biasanya terjadi tiba-tiba dan tidak dipicu oleh sesuatu. Kondisi terpicunya ini disebabkan karena fungsi saraf salah mengartikan signal alarm di otak. Pada dasarnya kita membutuhkan "kecemasan" sebagai bagian dari mekanisme pertahanan tubuh terhadap perubahan atau bahaya yang mengancam, tetapi jika berlebihan maka akan menjadi tidak proporsional dan merusak sistme lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Pada kondisi pasien yang panik, setelah diobati kondisi ini bisa kembali normal. Sayangnya sering menjadi rusak kembali ketika faktor biologis yang dibetulkan dengan obat saat pengobatan tidak dibarengi dengan upaya untuk manajemen stres. Jadi akhirnya bisa saja kondisi kesalahan sistem alarm ini berulang&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;B. Psikologis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Kepribadian dan latar belakang psikologis seseorang sangat berhubungan dengan mekanisme pertahanannya terhadap stres. Kepribadian tipe A yang dicirikan dengan sifat buru-buru, sulit menerima penolakan, konsisten, persisten, ingin selalu dituruti kemauannya, ingin selalu dalam kondisi yang dia harapkan adalah beberapa sifat yang erat kaitannya dengan munculnya stres dan rusaknya sistem pertahanan stres di otak. Jika perbaikan sistem di otak dengan obat tidak dibarengi dengan perbaikan daya adaptasi yang berkaitan dengan kepribadian ini, maka hasilnya gaya kepribadian seperti ini bisa memicu dan menimbulkan kerusakan sistem alarm otak kembali.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;&lt;b&gt;C. Sosial Lingkungan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Faktor yang berhubungan dengan sosial lingkungan tidak bisa dilepaskan dari kekambuhan pasien serangan panik. Kondisi lingkungan yang penuh stres dan menekan dapat membuat pasien terus-terusan dalam keadaan tertekan dan stres. Hal ini yang bisa memicu ketidakseimbangan sistem saraf di otak yang akhirnya bisa memicu kembali alarm yang salah yang dipersepsikan oleh pasien sebagai serangan panik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Ketiga faktor di atas sangat penting diperhatikan ketika saya berhadapan dengan pasien gangguan panik. Bukan hanya pemberian obat tetapi juga manajemen stres dan langkah-langkah perbaikan atau modifikasi lingkungan sosial. Satu hal yang paling &amp;nbsp;penting terkadang persepsi stres pasien juga sangat memegang peranan. Kondisi stres psikis lebih sering berhubungan dengan persepsi, untuk itulah melatih diri dengan berpikir lebih positif adalah cara yang sangat disarankan untuk terus dilatih.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; font-family: Georgia, 'Times New Roman', 'Bitstream Charter', Times, serif; font-size: 13px; line-height: 19px;"&gt;Salam Sehat Jiwa&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2575992160738762396?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2575992160738762396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2575992160738762396' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2575992160738762396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2575992160738762396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/11/kenapa-panik-saya-kambuhdok.html' title='Kenapa Panik Saya Kambuh,Dok?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5057982350304845481</id><published>2011-11-18T04:01:00.001-08:00</published><updated>2011-11-18T04:41:01.889-08:00</updated><title type='text'>Gangguan Panik Obatnya Apa ?</title><content type='html'>Pertanyaan :&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;Halo dr Andri, salam kenal. saya mengalami serangan panik dan gejala&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;panik sudah 3&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1321617608_6" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;kali&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;. pertama tahun 2008 april, kedua tahun 2009 oktober&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;dan ketiga oktober 2011 . Sudah beberapa dokter sudah saya kunjungi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;semua mengatakan saya ansietas dan serangan panik, dan mereka selalu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;memberikan obat alprazolam. Pada awalnya saya tidak mengindahkan kata&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;mereka utk minum obat karena kebiasaan saya tdk suka minum obat. tapi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;gejala panik ini masih terasa di saya dan sangat mengganggu saya dalam&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;aktifitas, maka dengan ini saya membaca tulisan dokter tentang obat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;golongan SRRI jauh lebih aman dari golongan benzodiazepam ? ingin saya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;tanyakan jenis obat SRRI yang mana ? paxil atau apa yang lebih aman ?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;dan yang paling kecil ukurannya berapa miligram ?. karena yg saya baca&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;juga sejak thn 2009 FDA telah melarang menggunakan aprazolam utk&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;pasien ansietas karena adiksi . Lalu bagaimana cara penggunaan/terapi&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;obat golongan SRRI, minum berapa kali sehari dan kapan berhenti ,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;supaya saya terbebas dari penyakit ansietas ini utk selamanya. saya&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;sangat berterima kasih dokter utk jawabannya. &lt;/span&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;&amp;nbsp;(dari : AC)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;Jawaban :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Pasien dengan gangguan panik memang seringkali pada saat datang pertama kali ke dokter umum, dokter spesialis non-jiwa ataupun dokter jiwa diberikan anticemas seperti Alprazolam. Hal ini karena Alprazolam sangat efektif dalam mengatasi kondisi serangan panik dan kecemasan ikutan yang sering dialami pasien gangguan panik. Tidak heran obat ini seperti layaknya "kacang goreng" karena indikasinya jadi sangat melebar dari awalnya ditujukan untuk gangguan panik, sekarang ini diberikan juga untuk pasien yang dispepsia, sulit tidur, sering berdebar, bahkan untuk pasien dengan kasus-kasus medis yang erat kaitannya dengan kecemasan seperti sakit jantung koroner. Obat ini memang ampuh mengatasi cemas dan bekerja cepat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Sayangnya obat ini memiliki waktu paruh obat yang pendek, membuatnya hanya efektif dalam waktu 4-6 jam saja sehingga akan ada kecenderungan untuk memakai lagi terutama jika pada pasien gangguan panik. Selain itu kondisi pasien dengan menggunakan anticemas alprazolam juga sering kali menjadi sulit lepas dari obat ini karena memang memiliki potensi ketergantungan yang besar jika dipakai lebih dari dua minggu saja. Sulit lepas ini juga disebabkan karena efek putus zat obat ini sangat tidak nyaman, ada yang langsung tiba-tiba stop dan merasakan kecemasan yang lebih parah daripada sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Maka dari itu penggunaan obat ini harus hati-hati dan kalau bisa sesuai dengan indikasi saja. Belakangan karena potensi ketergantungan, toleransi (makin besar pake makin lama) dan reaksi putus zat, obat ini sudah tidak menjadi pilihan pertama lagi sebagai obat anticemas di Amerika Serikat, di sana lebih cenderung menggunakan Antidepresan gol SSRI seperti Sertraline, Fluoxetine, Paroxetine (Paxil). Penggunaan antidepresan untuk pasien gangguan panik juga biasanya dimulai dengan dosis kecil karena pasien gangguan panik sering lebih sensitif terhadap efek samping obat antidepresan yang biasanya berlangsung pada minggu pertama pemakaian. Obat biasanya digunakan selama 4-6 bulan untuk mencegah kekambuhan. Selain obat perlu ada terapi lain termasuk edukasi tentang kondisi kecemasan panik dan manajemen stres.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Semoga berguna jawaban ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Dr.Andri,SpKJ&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Psikiater Bidang Psikosomatik Medis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: times, serif;"&gt;Klinik Psikosomatik RS OMNI ALAM SUTERA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: white; font-family: times, serif; font-size: 16px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5057982350304845481?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5057982350304845481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5057982350304845481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5057982350304845481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5057982350304845481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/11/gangguan-panik-obatnya-apa.html' title='Gangguan Panik Obatnya Apa ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-229008793241483583</id><published>2011-11-15T07:10:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T07:10:37.048-08:00</updated><title type='text'>Ketika Serangan Panik Datang</title><content type='html'>&lt;strong style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jakarta,&lt;/strong&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;Kalau Anda tiba-tiba merasakan jantung berdebar sangat cepat saat kondisi tenang dan tidak ada tekanan, apa yang kira-kira Anda pikirkan? Pasti kelainan jantung merupakan hal yang pertama kali terlintas di benak. Apalagi jika keluhannya ditambah dengan perasaan sesak napas, sulit mengambil napas, gemetaran dan seperti ingin pingsan? Pasti Anda akan semakin yakin ini suatu gangguan fisik bukan?&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Satu kisah menarik dari kamar praktik saya adalah ketika seorang pasien laki-laki, sebut saja Michael namanya, usianya baru 35 tahun datang dengan keluhan seperti di atas. Saat kejadian itu ia sedang berada di jalan menuju kantornya di daerah Sudirman. Michael menjadi sangat ketakutan akan keadaan ini sampai ia meminggirkan mobilnya. Saat itu ia merasa takut mati sehingga membuatnya ke unit gawat darurat (UGD) sesaat jantungnya sudah mulai terasa berkurang debarannya 10 menit kemudian.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Di UGD, Michael diperiksa jantung dan laboratorium penunjang lainnya. Hasilnya semua dalam batas normal. Michael kemudian bingung apa yang baru saja dialaminya. Dokter menyarankan Michael untuk tidak khawatir karena tidak ditemukan kelainan apa-apa. "Mungkin Anda sedang kecapaian saja," kata si dokter menenangkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kasus di atas cukup sering ditemukan sebagai salah satu kasus gangguan kesehatan jiwa yang bermanifestasi gejala fisik. Kalangan kesehatan jiwa menyebutnya sebagai serangan panik. Orang yang mengalami biasanya mengira ia terkena serangan jantung karena gejalanya sangat mirip dengan gangguan tersebut. Bedanya adalah dalam durasi waktu, serangan panik biasanya hanya berlangsung paling lama 15 menit saja dan setelah itu terjadi penurunan gejala yang dialami.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Ada beberapa gejala serangan panik yang sering dialami oleh pasien.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;strong style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Gejalanya yang paling sering adalah sebagai berikut:&lt;/strong&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;li&gt;Jantung berdebar dan peningkatan denyut jantung&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Berkeringat&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Badan terasa gemetar atau berguncang&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perasaan napas yang pendek&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perasaan seperti tercekik&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Sakit dada atau perasaan tidak nyaman&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Mual atau merasa tidak enak di perut&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Merasa pusing&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak stabil&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kepala terasa ringan atau mau pingsan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Takut kehilangan kontrol atau menjadi gila&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Perasaan takut mati&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kesemutan atau seperti baal dan rasa seperti terbakar atau kepanasan.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Gangguan panik didiagnosis bila dalam waktu sebulan terakhir telah terjadi lebih dari 3 (tiga) kali serangan panik. Serangan panik ini terjadi tiba-tiba dan di antara serangan panik tersebut pasien merasa khawatir jika dirinya mengalami keadaan itu lagi (kecemasan antisipasi). Serangan panik ini juga telah mengganggu fungsi pasien sehari-hari baik pribadi dan sosial.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;strong style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Agorafobia&lt;/strong&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jika pasien mengalami serangan panik yang berulang, maka kebanyakan pasien menjadi takut untuk keluar rumah sendirian. Hal ini disebabkan pasien takut bila tiba-tiba saat ia sendiri di luar rumah, serangan panik itu datang lagi dan tidak ada yang menolongnya. Ketakutan tersebut dinamakan agorafobia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Agorafobia biasanya juga diikuti oleh penghindaran terhadap situasi yang dapat membuat timbulnya kecemasan pasien. Hal ini yang menyebabkan pasien dengan gangguan panik biasanya takut bila keluar rumah sendiri tanpa ditemani.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pasien juga menjadi malas keluar rumah atau bersosialisasi dengan teman serta kerabat di tempat-tempat terbuka. Apalagi bila ia harus ke tempat seperti itu sendirian. Hal ini tentunya menurunkan kualitas hidup pasien tersebut.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;strong style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Apa yang dapat dilakukan?&lt;/strong&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Kualitas hidup pasien gangguan panik tentunya mengalami penurunan akibat konsekuensi dari penyakitnya. Untuk itu tatalaksana yang tepat dan menyeluruh sangat dibutuhkan agar pasien dapat kembali hidup normal.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Jika memang dalam pemeriksaan fisik dan penunjang tidak terdapat hasil yang mendukung ke suatu diagnosis&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a class="jTip" href="http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&amp;amp;idkanal=755&amp;amp;keyword=Mw==&amp;amp;width=280&amp;amp;height=125" id="df86a655553f84feac6e170bfbac1e17" style="background-color: #f6fbf7; color: #006e2e; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;penyakit&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;seperti jantung dan tiroid (gondok) maka diagnosis gangguan panik harus segera dipertimbangkan.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pemeriksaan fisik dan penunjang yang lengkap penting karena gejala serangan panik seringkali mirip dengan gejala-gejala&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;a class="jTip" href="http://www.detikhealth.com/index.php?fa=parserads.search&amp;amp;idkanal=755&amp;amp;keyword=Mw==&amp;amp;width=280&amp;amp;height=125" id="28fb78c4d113dc0100c7ae70aaadcca8" style="background-color: #f6fbf7; color: #006e2e; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px; text-decoration: none;"&gt;&lt;b&gt;penyakit&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&amp;nbsp;yang sering kita temukan dalam praktik seperti penyakit jantung dan gangguan tiroid (gondok). Rujukan ke seorang ahli kesehatan jiwa atau psikiater juga dapat dilakukan demi tegaknya diagnosis dan penatalaksanaan yang segera dan menyeluruh.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Seperti tatalaksana kebanyakan gangguan kesehatan jiwa, pengobatan gangguan panik juga meliputi pengobatan dengan obat dan psikoterapi. Penggunaan obat untuk gangguan panik telah mendapatkan rekomendasi dari badan obat dan makanan Amerika (FDA) dan juga dari badan pengawasan obat dan makanan (POM) Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pasien tidak perlu khawatir akan efek ketergantungan terhadap obat yang sering ditakutkan oleh masyarakat bila memakan obat-obat dari ahli kesehatan jiwa. Kerjasama antara dokter dan pasien serta informasi yang akurat dan lengkap akan efek obat serta hal-hal yang menyangkut penggunaannya haruslah diketahui sejak awal berobat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Pasien tentunya mempunyai hak untuk bertanya kepada dokter tentang obat yang dimakannya serta efek samping yang mungkin timbul. Tentunya kewajiban dokter untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar obat yang digunakan. Keteraturan kontrol berobat dan kepatuhan akan dosis obat juga akan menghindarkan pasien dari hal-hal yang tidak diinginkan dari penggunaan obat yang tidak tepat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Psikoterapi dengan menggunakan teknik terapi kognitif juga sangat diperlukan. Pasien gangguan panik biasanya mempunyai keyakinan yang salah akan penyakitnya. Pasien biasanya sering salah mengintepretasikan sensasi di tubuhnya sebagai tanda awal serangan panik. Informasi tentang serangan panik termasuk penjelasan bahwa ketika serangan panik berlangsung, serangan tersebut terbatas watunya dan tidak mengancam jiwa.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Latihan relaksasi, pernapasan termasuk meditasi juga mempunyai peran yang sangat baik pada pasien gangguan panik. Hal ini membantu pasien untuk dapat mengontrol pernapasannya dan sedapat mungkin relaks sehingga gejala yang timbul dapat ditangani dengan baik secara mandiri oleh pasien pada saat serangan panik datang.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda untuk mengenali gejala dan tanda gangguan panik serta cara mengatasinya. Jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter ahli kesehatan jiwa jika mengalami gangguan panik. Salam sehat jiwa.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;strong style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Penulis&lt;/strong&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;div style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img alt="" height="100" src="http://images.detik.com/albums/detikhealth/2009/07/content/Dr-Andri-psikiater-kcl.jpg" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" width="100" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;div style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;dr. Andri, SpKJ&lt;/strong&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Psikiater Bidang Psikosomatik Medis&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Anggota The American Psychosomatic Society&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;Anggota The Academy of Psychosomatic Medicine&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f6fbf7; color: #333333; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 13px; line-height: 18px;"&gt;sumber : detikhealth.com&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-229008793241483583?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/229008793241483583/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=229008793241483583' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/229008793241483583'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/229008793241483583'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/11/ketika-serangan-panik-datang.html' title='Ketika Serangan Panik Datang'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-6202878327509096329</id><published>2011-11-12T06:39:00.001-08:00</published><updated>2011-11-12T06:56:56.591-08:00</updated><title type='text'>Lecture Notes : Psychosomatic Medicine in Primary Care</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-7c9Y5-kIe2c/Tr6GcTvURrI/AAAAAAAAAJc/NxO0bxtH5TU/s1600/R0012227.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-7c9Y5-kIe2c/Tr6GcTvURrI/AAAAAAAAAJc/NxO0bxtH5TU/s320/R0012227.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-Tuguy7QT_vk/Tr6GpSHG3vI/AAAAAAAAAJs/L_Wmofl4KMU/s1600/R0012232.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-Tuguy7QT_vk/Tr6GpSHG3vI/AAAAAAAAAJs/L_Wmofl4KMU/s320/R0012232.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-m613OmusdSM/Tr6Gi4Rj4GI/AAAAAAAAAJk/W-Q2szemMvE/s1600/R0012231.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-m613OmusdSM/Tr6Gi4Rj4GI/AAAAAAAAAJk/W-Q2szemMvE/s320/R0012231.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-RnJh8_ZtKrY/Tr6GvvjcOrI/AAAAAAAAAJ0/wmMWVfOQeSM/s1600/R0012233.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-RnJh8_ZtKrY/Tr6GvvjcOrI/AAAAAAAAAJ0/wmMWVfOQeSM/s320/R0012233.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-YiuZb-lq_tg/Tr6G8onLC4I/AAAAAAAAAKE/Xl-SKbWRpUI/s1600/R0012235.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-YiuZb-lq_tg/Tr6G8onLC4I/AAAAAAAAAKE/Xl-SKbWRpUI/s320/R0012235.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-y8rSXha6MVo/Tr6HDNkzPrI/AAAAAAAAAKM/7VmxE3fqSH8/s1600/R0012236.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-y8rSXha6MVo/Tr6HDNkzPrI/AAAAAAAAAKM/7VmxE3fqSH8/s320/R0012236.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-1_BFUjmIRoo/Tr6HJR2eXnI/AAAAAAAAAKU/_T14OvSEsyo/s1600/R0012237.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-1_BFUjmIRoo/Tr6HJR2eXnI/AAAAAAAAAKU/_T14OvSEsyo/s320/R0012237.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-5rn2WRQXnes/Tr6HP3NeDgI/AAAAAAAAAKc/ojGeDntAAQo/s1600/R0012238.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-5rn2WRQXnes/Tr6HP3NeDgI/AAAAAAAAAKc/ojGeDntAAQo/s320/R0012238.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-isSeEkJgmuY/Tr6HWrNdLKI/AAAAAAAAAKk/dUYKvwOzIDA/s1600/R0012239.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-isSeEkJgmuY/Tr6HWrNdLKI/AAAAAAAAAKk/dUYKvwOzIDA/s320/R0012239.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-OP3066dZ5N0/Tr6HdcKn99I/AAAAAAAAAKs/AGyMkafFMww/s1600/R0012240.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-OP3066dZ5N0/Tr6HdcKn99I/AAAAAAAAAKs/AGyMkafFMww/s320/R0012240.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-m-9T9h5-ka4/Tr6GDDULzoI/AAAAAAAAAI8/7MbK8lu8ieY/s1600/R0012223.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-m-9T9h5-ka4/Tr6GDDULzoI/AAAAAAAAAI8/7MbK8lu8ieY/s320/R0012223.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-DL8txc88PJw/Tr6GJRQf1oI/AAAAAAAAAJE/I6-byQaGn7E/s1600/R0012224.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-DL8txc88PJw/Tr6GJRQf1oI/AAAAAAAAAJE/I6-byQaGn7E/s320/R0012224.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-lUa8NFGBc3E/Tr6GVysHs9I/AAAAAAAAAJU/CuVtj-bedXs/s1600/R0012226.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-lUa8NFGBc3E/Tr6GVysHs9I/AAAAAAAAAJU/CuVtj-bedXs/s320/R0012226.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-7Xq0kbGCcXg/Tr6HkD6lx_I/AAAAAAAAAK0/PGUFxRThv14/s1600/R0012241.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-7Xq0kbGCcXg/Tr6HkD6lx_I/AAAAAAAAAK0/PGUFxRThv14/s320/R0012241.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-bZMwynCmNSs/Tr6HrHjXOKI/AAAAAAAAAK8/SwwZ70xYB5A/s1600/R0012242.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-bZMwynCmNSs/Tr6HrHjXOKI/AAAAAAAAAK8/SwwZ70xYB5A/s320/R0012242.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TDnrUwftZuc/Tr6HyJLJEfI/AAAAAAAAALE/o2WHEJ7ZcEs/s1600/R0012243.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-TDnrUwftZuc/Tr6HyJLJEfI/AAAAAAAAALE/o2WHEJ7ZcEs/s320/R0012243.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-b3kf0Z3PiNA/Tr6H_YJhJeI/AAAAAAAAALU/878Vn8rsiRM/s1600/R0012245.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-b3kf0Z3PiNA/Tr6H_YJhJeI/AAAAAAAAALU/878Vn8rsiRM/s320/R0012245.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-oSC6cXts9vE/Tr6IGK30M_I/AAAAAAAAALc/IxGHM35h59k/s1600/R0012246.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://4.bp.blogspot.com/-oSC6cXts9vE/Tr6IGK30M_I/AAAAAAAAALc/IxGHM35h59k/s320/R0012246.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saat saya menuliskan berita ini, saya sedang menunggu pesawat yang akan mengantar saya kembali ke Cengkareng, Tangerang. Pagi tadi jam 6.20 saya bertolak ke kampus FK UGM Jogjakarta untuk memberikan Lecture Notes : Psychosomatic Medicine in Primary Care. Selain diminta untuk memberikan kuliah, saya juga diminta menjadi panelis bersama Prof Mark Graber dari Department of Family Medicine University of Iowa untuk membahas kasus-kasus yang terangkum dalam buku Kedokteran Keluarga karangan beliau yang banyak membahas kasus-kasus gangguan jiwa di pelayanan primer.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Psikosomatik Untuk Dokter Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Saya diminta untuk memberikan kuliah tentang bagaimana mengenali gangguan psikosomatik di pelayanan primer. Hal ini disebabkan karena lebih dari 20 persen kasus gangguan psikosomatik yang ada datang ke pelayanan primer terlebih dahulu. Permasalahan menjadi timbul karena kebanyakan pasien-pasien dengan gangguan psikosomatik lebih sering mengeluh gangguan fisik daripada kondisi psikologisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Hal ini yang menyebabkan kasus-kasus psikosomatik yang memang merupakan keluhan fisik dengan dasar psikologis agak sulit didiagnosis di pelayanan primer karena lebih sering daripada tidak dokter pelayanan primer termasuk dokter keluarga lebih banyak fokus pada kondisi fisiknya saja.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Satu hal yang paling terkait dengan kesulitan diagnosis gangguan psikosomatik dan gangguan jiwa terkait adalah sulitnya menentukan diagnosis. Kesulitan ini sangat wajar dialami karena kebanyakan dokter mengira bahwa kondisi kejiwaan adalah sesuatu yang sulit didiagnosis dan memerlukan pemeriksaan yang lama. Padahal dalam beberapa kasus tertentu terutama psikosomatik, gangguan cemas panik dan depresi, penegakan diagnosis bisa dilakukan dengan menggunakan cara-cara penggunaan skala penilaian yang sederhana, atau dengan melihat riwayat datangnya pasien ke pelayanan kesehatan. Pasien dengan banyak keluhan fisik yang seringkali berganti-ganti serta menunjukkan gejala fisik yang tidak didasari oleh hasil pemeriksaan obyektif yang nyata merupakan “kandidat” pasien psikosomatik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;&lt;strong&gt;Perkuat Keilmuan Dokter Keluarga&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Departemen Dokter Keluarga (Dept of Family Medicine) FK UGM menyadari hal ini. Doktyer keluarga sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan juga sebenarnya mempunyai tanggung jawab dalam menangani kasu-kasus gangguan kejiwaan terkait keluhan psikosomatik. Maka dari itulah dalam rangkain kuliah tamu berupa Lecture Notes dari University of Iowa, diselipkan topik Gangguan Psikosomatik yang oleh beberapa sejawat dokter yang menjadi peserta dikatakan sebagai salah satu gangguan terkait kejiwaan yang paling banyak ditemui mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Penegakkan diagnosis yang tepat dan tata laksana terapi yang sesuai akan sangat membantu pasien dalam mengatasi gangguan psikosomatiknya. Bekal ini yang coba diberikan pada saat “Lecture Notes’ tadi pagi tentang kondisi psikosomatik. Diagnosis dasar yang mendasari keluhan psikosomatik seperti depresi dan gangguan kecemasan juga dibahas agar mengingatkan kembali para dokter tentang adanya kondisi kejiwaan ini yang sangat erat kaitannya dengan psikosomatik. Apalagi ditambah dengan kenyataan bahwa orang asia seperti juga Indonesia lebih “suka” mengeluhkan keluhan fisik daripada keluhan psikisnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Semoga apa yang telah dilakukan tadi pagi dapat memberikan asupan berharga bagi kepentingan perkembangan dokter keluarga di Indonesia&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-6202878327509096329?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/6202878327509096329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=6202878327509096329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6202878327509096329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6202878327509096329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/11/lecture-notes-psychosomatic-medicine-in.html' title='Lecture Notes : Psychosomatic Medicine in Primary Care'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-7c9Y5-kIe2c/Tr6GcTvURrI/AAAAAAAAAJc/NxO0bxtH5TU/s72-c/R0012227.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7404785635811417838</id><published>2011-11-08T21:00:00.000-08:00</published><updated>2011-11-08T21:00:19.725-08:00</updated><title type='text'>Jadwal Cuti</title><content type='html'>&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Dear all,&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Karena akan melaksanakan tugas melakukan presentasi dan pelatihan untuk para dokter umum dan spesialis tentang Psikosomatik Medis, maka pada tanggal-tanggal di bawah ini saya akan cuti praktek (semua di hari Sabtu)&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;b style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sabtu, 12 November 2011&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;: Cuti karena akan memberikan kuliah tamu di FK UGM untuk dokter-dokter keluarga dengan topik penanganan kasus Psikosomatik di pelayanan primer&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;b style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sabtu, 03 Desember 2011&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;: Cuti karena akan memberikan seminar di Ambon, Maluku untuk dokter umum dan spesialis dengan topik PSikosomatik Medis, Apa dan bagaimana penatalaksanaan.&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;b style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Sabtu, 17 Desember 2011&lt;/b&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;&amp;nbsp;: Cuti praktek karena akan memberikan seminar kepada awam tentang faktor yang berpengaruh terhadap kecerdasan anak&lt;/span&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;br style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;" /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="background-color: #f5f5ff; font-family: verdana, geneva, lucida, 'lucida grande', arial, helvetica, sans-serif; font-size: 13px;"&gt;Doakan acara tersebut sukses dan saya diberikan kesehatan untuk menjalankan semuanya dengan baik.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7404785635811417838?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7404785635811417838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7404785635811417838' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7404785635811417838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7404785635811417838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/11/jadwal-cuti.html' title='Jadwal Cuti'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8653423974433017189</id><published>2011-11-07T07:15:00.000-08:00</published><updated>2011-11-07T07:15:34.000-08:00</updated><title type='text'>Masalah Remaja : On Air di TV ONE</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-eq4qKX2ZeUw/Trf2BcMCU2I/AAAAAAAAAIA/CDuuXeewCKA/s1600/TV+ONE.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://2.bp.blogspot.com/-eq4qKX2ZeUw/Trf2BcMCU2I/AAAAAAAAAIA/CDuuXeewCKA/s320/TV+ONE.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi saya menyempatkan diri untuk datang ke Epicentrum Walk di bilangan Kuningan untuk membahas tentang kasus anak kabur dari rumah yang ramai dibicarakan belakangan ini. Adalah Dea (22) yang dikabarkan oleh orang tuanya kabur dari rumah.&lt;br /&gt;Apa yang dibicarakan pada kesempatan pagi tadi lebih kepada apa saja yang menjadi penyebab adanya kenalakan remaja dan masalah-masalah remaja peralihan dari remaja ke dewasa muda.&lt;br /&gt;Semoga acara tadi pagi ini bisa menambah wawasan kita bersama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8653423974433017189?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8653423974433017189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8653423974433017189' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8653423974433017189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8653423974433017189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/11/masalah-remaja-on-air-di-tv-one.html' title='Masalah Remaja : On Air di TV ONE'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-eq4qKX2ZeUw/Trf2BcMCU2I/AAAAAAAAAIA/CDuuXeewCKA/s72-c/TV+ONE.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-6299635189587685117</id><published>2011-10-28T05:29:00.001-07:00</published><updated>2011-11-04T10:04:19.702-07:00</updated><title type='text'>Tersiksa Karena XANAX</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;oleh : dr.Andri,SpKJ&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sengaja saya menuliskan judul dengan salah satu merk dagang obat yang terkenal di dunia medis. Obat yang dipakai bukan hanya oleh psikiater tetapi juga lebih dari 80 persen peresepannya dilakukan oleh dokter umum dan dokter spesialis lain (Data WHO 2008). Kali ini saya ingin menceritakan tentang sejawat saya sendiri yang mengalami kondisi putus obat Xanax yang kandungannya adalah Alprazolam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Pagi tadi ketika hendak bersiap-siap kerja, saya menerima BBM dari sejawat saya seorang dokter spesialis. Dia menanyakan bagaimana bisa lepas dari efek withdrawal atau putus zat dari Xanax. Ceritanya sudah sejak 40 hari ini dia makan obat ini yang disarankan oleh seorang Konsultan Dokter Jantung di salah satu RS terkenal. Lalu karena merasa takut, sejawat ini akhirnya melepaskan tiba-tiba obat tersebut dan selama 3 hari sejak putus obat ini, teman saya ini merasakan keluhan cemas yang menjadi-jadi kembali, lemas dan nyeri otot, perasaan seperti ada listrik di badan dan sulit tidur lagi. Lalu iseng-iseng dia melihat buku Farmakologi yang membuatnya kaget bahwa apa yang dia alami adalah akibat kondisi lepas obat golongan Alprazolam, zat yang terkandung dalam Xanax. Padahal dosis yang digunakan relatif tidak besar hanya 0.5 mg saja dan dimakan tiap malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Sebenarnya sejawat ini pernah menanyakan kepada saya bahwa belakangan ini dia sulit tidur dan merasa gangguan perut refluks yang dikenal dengan GERD. Saya sudah menyarankan untuk bertemu saya dan mulai pengobatannya tetapi kecenderungan teman ini merasa tidak nyaman di daerah jantung juga. Hal ini membuatnya berpikir bahwa lebih baik dia berkonsultasi ke dokter jantung. Keluhan jantung memang seringkali juga merupakan keluhan yang dialami pasien gangguan cemas, biasanya adalah keluhan jantung berdebar. Pada teman saya ini, debarannya begitu hebat sampai-sampai dia bisa terbangun dengan keringatan di tengah malam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Balik kembali ke masalah putus obat-nya. Memang apa yang dia alami adalah suatu hal yang kita kenal di kalangan medis sebagai reaksi putus zat. Pemakaian alprazolam yang lama pada berbagai literatur memang meningkatkan potensi ketergantungan dan reaksi putus zat. Hal ini disebabkan karena waktu paruh alprazolam di dalam darah yang relatif cepat hilang. Artinya seringkali orang akan cenderung merasakan efeknya hilang &amp;nbsp;jika sudah lewat 4 jam pemakaian dan akhirnya mencoba memakan lagi. Salah satu sumber mengatakan pemakaian alprazolam lebih dari dua minggu pada sebagian besar orang yang punya kecenderungan tergantung zat akan membuatnya semakin sulit melepaskan diri dari alprazolam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Kondisi di atas lah yang membuat walaupun efektif, alprazolam sudah sangat jarang saya &amp;nbsp;gunakan apalagi pada pasien dengan riwayat penyalahgunaan zat seperti alkohol, sabu-sabu dan ectasy. Saya akan lebih memilih obat anticemas yang kerjanya panjang seperti clobazam (di kenal dengan merek dagang Frisium dan Clobazam generik) atau Clonazepam.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Semoga cerita di atas bisa menjadi bahan pembelajaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px;"&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-6299635189587685117?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/6299635189587685117/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=6299635189587685117' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6299635189587685117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6299635189587685117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/10/tersiksa-karena-xanax.html' title='Tersiksa Karena XANAX'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-824422074263918533</id><published>2011-10-13T20:39:00.000-07:00</published><updated>2011-11-04T10:04:19.715-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Psikosomatik : Gangguan Jiwa Paling Sering</title><content type='html'>oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemarin (13/10/2011) telah diadakan seminar untuk para dokter lulusan baru di FK UKRIDA dengan tema “Common Mental Health in Primary Care : Diagnosis and Treatment”. Pada kesempatan ini saya mengetengahkan presentasi tentang Gangguan Psikosomatik di Pelayanan Primer, Bagaimana Diagnosis dan Tatalaksana awalnya.&lt;br /&gt;Topik ini saya angkat karena pada berbagai kepustakaan, keluhan psikosomatik merupakan keluhan yang paling banyak dialami oleh pasien-pasien yang datang ke pelayanan primer. Pasien yang datang ke dokter dengan keluhan fisik ternyata 19.7-22% mengalami gangguan somatisasi yang seringkali mengganggu pasien dan kualitas hidupnya.&lt;br /&gt;Gangguan psikosomatik dalam bahasa kedokteran jiwa lebih dikenal dengan sebutan Gangguan Somatisasi sebagai bagian dari payung diagnosis Gangguan Somatoform. Gejala yang paling khas dari gangguan Somatisasi adalah banyaknya keluhan yang terjadi di berbagai organ terutama lambung, otot, dan paling sering mengalami keluhan nyeri. Gejala ini biasanya berlangsung lebih dari 6 bulan untuk mendapatkan diagnosis tetap sebagai suatu Gangguan Somatisasi.Pasien dengan keluhan seperti ini biasanya akan berpindah-pindah dokter karena “penyakitnya” tidak sembuh-sembuh.&lt;br /&gt;Namun ternyata pada prakteknya diagnosis Gangguan Somatisasi jarang bisa ditetapkan pada pasien dengan keluhan-keluhan psikosomatik. Kebanyakan keluhan psikosomatik-nya hanya beberapa saja atau hanya fokus di salah satu gejala seperti jantung berdebar, sesak napas dan tidak nyaman di daerah dada. Lain kali pasien ada yang mengeluh lebih banyak keluhan lambungnya daripada yang lain. Kasus-kasus seperti ini yang lebih banyak terlihat di Klinik daripada yang benar-benar sebagai gangguan somatisasi. Survey yang dilakukan di Klinik Psikosomatik RS OMNI Alam Sutera kepada pasien-pasien yang datang dengan keluhan psikosomatik, ternyata lebih dari 50% di antaranya, diagnosis dasarnya adalah Gangguan Cemas Panik.&lt;br /&gt;Untuk itulah peran dokter umum di pelayanan primer sangat penting dalam mendiagnosis keluhan-keluhan psikosomatik pada pasiennya. Pandangan seorang dokter terhadap pasien seharusnya menyeluruh dan berpikir dengan konsep biopsikososial. Pendekatan biospikososial ini yang akan melihat pasien secara menyeluruh bukan hanya keluhan fisiknya saja tetapi juga apakah keluhan itu terkait juga dengan jiwa dan lingkungan sosialnya. Pada dasarnya semua penyakit pasti memiliki pendekatan biospikososial karena manusia memang makhluk biopsikososial.&lt;br /&gt;Pada akhirnya tujuan dari seminar ini adalah agar kemampuan dokter-dokter umum khususnya yang akan berpraktek nanti akan lebih terasah dalam mendiagnosis kondisi keluhan psikosomatik yang sebenarnya sangat sering didapatkan pada pasien-pasien yang datang ke pelayanan primer dengan keluhan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/pages/Psikosomatik-Medis/239114322787902"&gt;http://www.facebook.com/pages/Psikosomatik-Medis/239114322787902&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-824422074263918533?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/824422074263918533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=824422074263918533' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/824422074263918533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/824422074263918533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/10/gangguan-psikosomatik-gangguan-jiwa.html' title='Gangguan Psikosomatik : Gangguan Jiwa Paling Sering'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-1106018631096799801</id><published>2011-10-12T05:49:00.001-07:00</published><updated>2011-10-12T05:49:40.670-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Perempuan (Indonesia) Lebih Mudah Depresi ?</title><content type='html'>Oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;Psikiater&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama menangani pasien-pasien dengan keluhan psikosomatik yang datang ke klinik saya, saya sering mendapati dasar diagnosis dari pasien-pasien dengan keluhan-keluhan fisik yang tidak jelas ini adalah gangguan cemas dan depresi. Hal lain yang saya amati adalah perempuan lebih sering mengalami depresi daripada cemas. Jika memang ada gejala cemasnya juga biasanya pasien mengalami keluhan-keluhan depresi yang lebih dominan.&lt;br /&gt;Hal ini tentunya bukan hal yang baru di dunia psikiatri. Perempuan memang lebih sering mengalami depresi dibandingkan dengan pria menurut berbagai penelitian yang telah dibuat. Banyak faktor-faktor yang berpengaruh terhadap hal ini telah diungkapkan, namun rata-rata penelitian itu berbasis di komunitas negara-negara barat.&lt;br /&gt;Saya mencoba menelaah dan memilah-milah sekiranya apa yang membuat perempuan Indonesia yang datang ke praktek lebih banyak mengalami depresi daripada gangguan kecemasan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Hormonal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti pada penelitian barat, perempuan Indonesia beberapa juga sangat terganggu dengan siklus hormonal bulanan yang sering juga berbarengan timbulnya dengan perubahan mood atau suasana perasaan yang tidak nyaman. Mereka biasanya mengalami kondisi tidak nyaman menjelang menstruasi dan selama menstruasi. Secara statistik memang perempuan di masa kehidupannya sejak fase pertama kali mens (menarche) sampai nanti setelah menopause akan cukup sering berkaitan dengan masalah mood terkait dengan fluktuatif hormonal.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Tuntutan Peran&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Peran perempuan apalagi yang menikah sangat kompleks. Perempuan harus menjadi istri, ibu buat anaknya dan bahkan kadang "ibu" buat suaminya juga, juga seringkali menjadi orang yang diharapkan oleh keluarga perempuan untuk membantu. Kompleksitas peran ini membuat perempuan rentan stres. Apalagi jika ditambah dengan keinginan tetap mengaktualisasikaan diri yang malah seringkali terhambat. Penerimaan terhadap peran dan tuntutan di dalamnya yang bisa membantu perempuan mengatasi permasalahannya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Konflik Rumah Tangga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus yang saya tangani terkait dengan konflik rumah tangga dan yang paling sering adalah perselingkuhan suami. Terkadang hal ini ditambah dengan sikap sebagian masyarakat di sekitar lingkungan perempuan itu yang "memaklumi" perselingkuhan suami. Ini semakin menjadi beban yang berat untuk perempuan yang merasa diperlakukan tidak adil.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;4. Anak bermasalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Anak seringkali menjadi pemicu stres orang tua terutama ibu. Perempuan dalam rumah tangga seringkali diberikan tugas lebih banyak dalam mengurus anak dan ini membuatnya seringkali lebih rentan terhadap stres terutama dalam&amp;nbsp; menghadapi anak-anaknya yang bermasalah. Peran suami dalam kondisi ini diharapkan dapat lebih membantu sehingga peran ibu menjadi lebih mudah.&lt;br /&gt;Demikian sedikit hasil telaah saya terhadap kasus-kasus yang sering dialami perempuan yang mengalami depresi. Faktor-faktor lain mungkin saja terdapat dan mungkin menjadi faktor yang dominan buat masing-masing perempuan.&lt;br /&gt;Berempatilah dengan perempuan Indonesia !&lt;br /&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-1106018631096799801?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/1106018631096799801/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=1106018631096799801' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1106018631096799801'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1106018631096799801'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/10/mengapa-perempuan-indonesia-lebih-mudah.html' title='Mengapa Perempuan (Indonesia) Lebih Mudah Depresi ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2497728962469470889</id><published>2011-09-22T21:27:00.000-07:00</published><updated>2011-09-22T21:27:27.360-07:00</updated><title type='text'>GERD, Keluhan Lambung dan Kecemasan Panik Yang Berhubungan</title><content type='html'>Oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;Psikiater Bidang Psikosomatik Medis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mengkhususkan diri dalam menangani pasien-pasien dengan keluhan Psikosomatik, saya lebih banyak menangani pasien dengan keluhan-keluhan fisik terutama yang berkaitan dengan keluhan jantung, paru dan sistem pencernaan. Keluhan jantung berdebar, sesak napas, merasa lambung penuh dan kembung adalah keluhan-keluhan yang sering dialami pasien yang berkunjung di klinik psikosomatik tempat saya berpraktek.&lt;br /&gt;Belakangan ini makin banyak datang pasien dengan keluhan lambung yang didiagnosis sebagai GERD (GastroEsophageal Reflux disorder) oleh dokter penyakit dalam yang juga datang ke tempat praktek saya. Apa hubungan GERD dengan gangguan jiwa terutama gangguan cemas panik? Hal ini akan saya jelaskan dalam pembahasan di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Asam Lambung Yang Naik&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;Gastroesophageal  reflux disease (GERD) atau bila diterjemahkan secara harafiah disebut sebagai penyakit lambung karena refluks asam lambung adalah masalah  kesehatan umum yang menyebabkan perasaan terbakar di dada (dikenal istilah heartburn) dan regurgitasi asam lambung dari perut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;Jika kita makan, maka untuk mencerna makanan yang kita makan, perut kita akan diisi dengan asam lambung. Selama asam lambung itu tetap di perut dan melakukan tugasnya, tidak ada masalah. Tapi, ketika asam ini naik ke kerongkongan, kita akan mengalami gejala-gejala sakit maag. Apalagi jika asam ini termuntahkan ke kerongkongan, kita mungkin mengalami rasa terbakar di tenggorokan  dan rasa yang sangat tidak menyenangkan di mulut kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Apa Penyebab GERD?&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Kerongkongan adalah laksana saluran tabung otot yang menghubungkan mulut ke perut. &lt;i&gt;Lower esophageal sphincter (LES)&lt;/i&gt; adalah sebuah cincin otot yang menutup “pintu” lambung dari kerongkongan ketika kita tidak makan. Ketika kita makan, otot ini akan mengendur untuk memungkinkan makanan masuk dari kerongkongan ke perut. LES kemudian menutup lagi sehingga makanan di perut tidak akan kembali ke kerongkongan. Pada kondisi GERD, LES tidak berfungsi dengan baik untuk mencegah naiknya asam lambung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kecemasan dan Depresi Tingkatkan Risiko Mengembangkan GERD&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Penelitian yang telah dilakukan, baik kecemasan dan depresi berhubungan dengan risiko dua sampai  empat kali lipat dari penyakit GERD. Beberapa  peneliti percaya bahwa bahan kimia otak yang disebut cholecystokinin  (CCK), yang telah dikaitkan dengan panik dan gangguan pencernaan,  mungkin memainkan peran dalam timbulnya GERD pada orang dengan gangguan  kecemasan. Faktor lain yang memungkinkan dan berkontribusi adalah ketika orang cemas mereka cenderung memicu atau memperburuk refluks asam lambung ke kerongkongan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="result_box" lang="id"&gt;&lt;b&gt;Apa yang bisa dilakukan ?&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan konsep biopsikososial pada kondisi medis umum adalah yang terbaik. Ini berarti bahwa pasien GERD selain perlu ditangani masalah fisik medis yang terkait dengan refluks asam lambung juga perlu mendapatkan penanganan kondisi cemasnya yang sering berkaitan dengan gangguan cemas panik dan depresi. Dalam praktek sering saya menemukan ketika kondisi cemas paniknya teratasi dengan baik, maka keluhan lambungnya bisa jauh berkurang bahkan baik sama sekali. Tata laksana yang tepat dan menyeluruh perlu dilakukan mengingat jika &lt;span id="result_box" lang="id"&gt;tidak diobati, refluks asam lambung dapat menyebabkan peradangan lapisan esofagus yang akan mengakibatkan kesulitan menelan, nyeri  dada kronis, dan bahkan dapat menyebabkan kanker kerongkongan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seperti diungkapkan di atas bahwa cemas dan depresi bisa memperberat penyakit GERD sampai beberapa kali lipat, maka ada baiknya penanganan pasien dengan gangguan GERD yang juga mengalami kondisi kecemasan tinggi baik akibat latar belakang psikologisnya ataupun karena memikirkan penyakitnya perlu ditangani kondisi kesehatan jiwanya. Hal ini diupayakan agar mendapatkan hasil yang maksimal dalam penyembuhan kasus-kasus penyakit GERD.&lt;br /&gt;Semoga informasi ini bermanfaat&lt;br /&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2497728962469470889?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2497728962469470889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2497728962469470889' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2497728962469470889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2497728962469470889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/09/gerd-keluhan-lambung-dan-kecemasan.html' title='GERD, Keluhan Lambung dan Kecemasan Panik Yang Berhubungan'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2321544296205725053</id><published>2011-09-13T03:40:00.001-07:00</published><updated>2011-09-13T03:40:48.468-07:00</updated><title type='text'>Stres Bikin Daya Tahan Tubuh Terganggu</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Penelitian yang membahas tentang hubungan stres dan sistem daya tahan tubuh atau dikenal dengan sistem imun tubuh sudah semakin banyak dilakukan. Sejak berkembangnya ilmu Psikoneuroimunologi yaitu suatu ilmu yang mengkaitkan hubungan antara ilmu psikologi, saraf dan imunologi maka kondisi yang berhubungan dengan hal ini sudah semakin sering diteliti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Psikoneuroimunologi menekankan pada pembuktian-pembuktian terkait dengan sistem imun tubuh dan hubungannya dengan stres yang terjadi pada orang tersebut. Disebutkan banyak sekali dampak stres terhadap sistem imun tubuh manusia yang mengakibatkan seseorang lebih rentang mengalami gangguan penyakit terkait dengan sistem imun tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kemarin saat hari kedua kongres dunia International College of Psychosomatic Medicine di Seoul, Korea Selatan, pembicara Prof Christopher Coe dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat menerangkan kembali tentang Psikoneuroimunologi dalam kuliahnya yang berjudul “All Roads Lead To Psychoneuroimmunology”&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam kuliahnya Prof Coe mengatakan bahwa sudah semakin banyak penelitian dan fakta yang menggambarkan keterlibatan stres dalam mempengaruhi sistem imun manusia. Beberapa penyakit yang dihubungan dan ditekankan saat kuliah kemarin adalah pada Asma dan Fibromialgia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Asma kita ketahui sebagai suatu gangguan penyakit pernapasan yang melibatkan sel-sel radang dan imun sistem dalam tubuh. Penyakit yang tidak bisa disembuhkan ini (hanya bisa dikendalikan) sangat terkait dengan peranan sistem imun dan stres yang bisa memicu terjadinya serangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Fibromialgia sendiri merupakan suatu kondisi gangguan penyakit yang menekankan keluhannya pada nyeri di berbagai bagian tubuh dan suasana perasan yang tidak nyaman terkait dengan kondisi ini. Gangguan nyeri yang lebih banyak terdapat pada wanita ini belakangan semakin diteliti mempunyai dampak yang berhubungan dengan sistem stres dan imun tubuh. Kondisi yang terkait sistem imun pada pasien dengan gangguan fibromialgia terkait dengan penurunan kadar sel yang disebut Natural Killer (NK), Sitokon dan Interleukin. Kondisi seperti ini juga ditemukan pada pasien dengan depresi. Tidak heran gejala-gejala depresi dan cemas juga merupakan salah satu tanda kondisi fibromialgia. Fibromialgia sendiri memang dikenal dulunya lebih kepada suatu kumpulan gejala (sindrom) yang melibatkan berbagai macam keluhan. Kondisi sindrom yang juga sering tumpang tindih dengan berbagai kondisi lain seperti di antaranya gangguan somatoform (psikosomatik), gangguan nyeri, gangguan depresi dan gangguan lelah berkepanjangan (&lt;em&gt;chronic fatigue syndrome&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pada akhir kuliahnya Prof Coe mengatakan masih banyak terbuka lahan penelitian di bidang ini dan tentunya akan makin banyak pengetahuan yang masih bisa diperoleh dengan mempelajari stres dan hubungannya dengan sistem imun tubuh manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2321544296205725053?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2321544296205725053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2321544296205725053' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2321544296205725053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2321544296205725053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/09/stres-bikin-daya-tahan-tubuh-terganggu.html' title='Stres Bikin Daya Tahan Tubuh Terganggu'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2991943334803235500</id><published>2011-08-27T06:35:00.000-07:00</published><updated>2011-08-27T06:37:02.126-07:00</updated><title type='text'>Stres Bikin Daya Tahan Tubuh Menurun</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Oleh : Dr.Andri,SpKJ&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Penelitian yang membahas tentang hubungan stres dan sistem daya tahan  tubuh atau dikenal dengan sistem imun tubuh sudah semakin banyak  dilakukan. Sejak berkembangnya ilmu Psikoneuroimunologi yaitu suatu ilmu  yang mengkaitkan hubungan antara ilmu psikologi, saraf dan imunologi  maka kondisi yang berhubungan dengan hal ini sudah semakin sering  diteliti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Psikoneuroimunologi menekankan pada pembuktian-pembuktian terkait dengan  sistem imun tubuh dan hubungannya dengan stres yang terjadi pada orang  tersebut. Disebutkan banyak sekali dampak stres terhadap sistem imun  tubuh manusia yang mengakibatkan seseorang lebih rentang mengalami  gangguan penyakit terkait dengan sistem imun tubuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kemarin saat hari kedua kongres dunia International College of  Psychosomatic Medicine di Seoul, Korea Selatan, pembicara Prof  Christopher Coe dari Universitas Wisconsin, Amerika Serikat menerangkan  kembali tentang Psikoneuroimunologi dalam kuliahnya yang berjudul “All  Roads Lead To Psychoneuroimmunology”&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam kuliahnya Prof Coe mengatakan bahwa sudah semakin banyak  penelitian dan fakta yang menggambarkan keterlibatan stres dalam  mempengaruhi sistem imun manusia. Beberapa penyakit yang dihubungan dan  ditekankan saat kuliah kemarin adalah pada Asma dan Fibromialgia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Asma kita ketahui sebagai suatu gangguan penyakit pernapasan yang  melibatkan sel-sel radang dan imun sistem dalam tubuh. Penyakit yang  tidak bisa disembuhkan ini (hanya bisa dikendalikan) sangat terkait  dengan peranan sistem imun dan stres yang bisa memicu terjadinya  serangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Fibromialgia sendiri merupakan suatu kondisi gangguan penyakit yang  menekankan keluhannya pada nyeri di berbagai bagian tubuh dan suasana  perasan yang tidak nyaman terkait dengan kondisi ini. Gangguan nyeri  yang lebih banyak terdapat pada wanita ini belakangan semakin diteliti  mempunyai dampak yang berhubungan dengan sistem stres dan imun tubuh.  Kondisi yang terkait sistem imun pada pasien dengan gangguan  fibromialgia terkait dengan penurunan kadar sel yang disebut Natural  Killer (NK), Sitokon dan Interleukin. Kondisi seperti ini juga ditemukan  pada pasien dengan depresi. Tidak heran gejala-gejala depresi dan cemas  juga merupakan salah satu tanda kondisi fibromialgia. Fibromialgia  sendiri memang dikenal dulunya lebih kepada suatu kumpulan gejala  (sindrom) yang melibatkan berbagai macam keluhan. Kondisi sindrom yang  juga sering tumpang tindih dengan berbagai kondisi lain seperti di  antaranya gangguan somatoform (psikosomatik), gangguan nyeri, gangguan  depresi dan gangguan lelah berkepanjangan (&lt;em&gt;chronic fatigue syndrome&lt;/em&gt;)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pada akhir kuliahnya Prof Coe mengatakan masih banyak terbuka lahan  penelitian di bidang ini dan tentunya akan makin banyak pengetahuan yang  masih bisa diperoleh dengan mempelajari stres dan hubungannya dengan  sistem imun tubuh manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2991943334803235500?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2991943334803235500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2991943334803235500' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2991943334803235500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2991943334803235500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/08/stres-bikin-daya-tahan-tubuh-menurun.html' title='Stres Bikin Daya Tahan Tubuh Menurun'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-540813191081950552</id><published>2011-08-13T05:27:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T05:28:37.415-07:00</updated><title type='text'>Akhirnya Lepas dari Ketergantungan Alprazolam</title><content type='html'>&lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Atas ijin pasien saya posting email ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dear temans,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Saya menulis pengalaman saya ini benar-benar dari pengalaman saya pribadi dan atas pertimbangan supaya teman-teman yang masih menggunakan obat2 an jenis ini supaya lebih semangat untuk berusaha berhenti menggunakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Bulan Desember 2010 lalu saya berobat ke sebuah Rumah Sakit yang terkenal di Depok dan saya pilih dokter penyakit dalam yang paling banyak pasiennya dengan harapan bahwa saya tidak salah pilih dokter.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Dari hasil diagnosa dokter tersebut saya dinyatakan kena penyakit GERD , dan pada akhir bulan Februari 2011 dilakukan endoscopy karena ada rasa panas di perut saya ( endoscopy saya lakukan atas saran dokter lain di rumah sakit lain ) , dan dari hasil esdoscopy tersebut ternyata ada baret di kerongkongan saya karena efek dari asam lambung yang sering naik ke kerongkongan dan dinyatakan saya kena esophagitis grade III . &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Mengingat dari hasil endoscopy tersebut bahwa saya menderita esophagitis maka saya putuskan untuk terus berobat ke RS dan dokter tersebut terus menerus tanpa harus menunggu obat habis, dan pada akhir bulan Mei saat obat racikan dokter tersebut habis sementara obat yang lain masih ada tiba-tiba saya tidak bisa tidur sama sekali selama 4 hari 4 malam dengan perasaan yang tidak karuan, cemas . keluar keringat dingan, badan gemetar dan lemas sekali rasanya...akhirnya saya putuskan untuk ke dokter langganan saya tersebut..., dan dia bilang akan kasih saya obat tidur di racik dengan obat lambung dan jika tidak bisa tidur maka obat tersebut boleh dimakan 2 kapsul sekaligus dan memang seteah saya minum obat tersebut langsung 2 kapsul sekaligus saya langsung bisa tidur dan badan terasa segar kembali . Dua minggu kemudian saat obat tersebut habis saya kembali tidak bisa tidur dan pada malam ke 4 kira2 jam 2 malam saya pergi ke UGD ke rumah sakit langganan saya tersebut untuk minta obat yang pernah diberikan oleh dokter langganan saya ..., dan memang setelah saya minum obat racikan tersebut saya kembali tidur pulas...saat obat tersebut habis lagi , kembali saya tidak bisa tidur, dan saat itulah saya mulai sadar bahwa kemungkinan saya ketergantungan dengan obat racikan tersebut. 5 hari kemudian saya putuskan kembali ke dokter langganan saya dan saya ceitakan kondisi saya ternyata dia kasih lagi obat racikan tersebut tetapi saya sudah mulai ragu untuk mengkonsumsinya karena setelah saya konsultasikan ke dokter ahli pencernaan di rumah sakit lain  dia tidak mau memberikan obat dan malah memberikan obat tidur dengan catatan dimakan jika benar-benar diperlukan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Atas saran seorang teman saya diminta mengecek di internet jenis obat racikan tersebut yang terdiri dari Alprasolam 1/2 X 0.25ml diracik dengan 1/2 X0.5mg Clobazam dimasukkan dalam satu kapsul ternyata kedua obat racikan tersebut sejenis obat anti depresi dan anti kecemasan setelah saya check lagi ternyata dokter langganan saya tersebut sudah memberikan kepada saya mulai bulan Desember 2010 yang berarti sudah saya minum selama 6 bulan secara terus menerus yang harus saya minum 2Xsehari.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Beruntung saya bisa bertemu dengan Dr. Andri SpKJ yang saya temukan di Internet. Dan setelah saya berkenalan dan saya ceritakan persoalan saya melalui email maka saya putuskan untuk berkunjung langsung ke RS Omni Alam Sutra...dan Dr. Andri SpKJ memberikan program pengurangan dosis untuk mengatasi ketergantungan obat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Teman-teman....ternyata sangat tidak mudah untuk mengurangi dosis obat tersebut karena selama saya menjalani program dari Dr. Andri memang tidur saya sangat tidak nyaman sehingga jika pagi hari tubuh terasa lemas, dan jika siang hari pikiran terasa cemas , linglung dan sering kali sulit mengontrol emosi...dan sudah tentu dengan kondisi seperti ini penyakit GERD saya tambah parah karena yang tadinya hanya bagian perut saja yang terasa panas, sekarang menjalar ke pinggang, dada sampai ketenggorakan terasa panas dan dada terasa sakit di tambah lagi kepala terasa pusing.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Sungguh menderita sekali rasanya...tetapi karena keinginan untuk lepas dari obat tersebut juga lebih kuat maka saya tetap tidak mau minum obat tersebut melebihi dosis yang telah di programkan oleh dokter Andri...hal berlanjut selama 2 minggu , dan saat memasuki minggu ke 3 saya putuskan untuk meminum racikan Alprasolam 1/4 X 0.25 mg sesuai anjuran dokter Andri untuk dosis terakhir , selama proses ini saya selalu aktif minta saran dokter Andri baik melalui email maupun SMS, dan atas saran Dokter tsb maka Alprasolam tersebut harus didampingi oleh Clobazam 1/2 X 0.5mg, 3 hari kemudian saya konsultasi lagi dengan dokter Andri dan memberikan program penurunan obat Alprazolam dan Clobazam tersebut...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Sehari setelah konsultasi tersebut saya putuskan untuk tidak meminum Alprazolam tersebut dan  bebarapa hari efeknya semakin berkurang dan setelah satu minggu dapat saya pastikan bahwa efek putus obat dari Alprazolam benar-benar hilang...terima kasih banyak Dr. Andri SpKJ...tetapi saat itu saya masih minum Clobazam 1/4 X 0.5mg, dan belum bisa di hentikan secara mendadak, karena bebarapa kali saya coba tidak minum obat tersebut belum bisa tidur dan kepala pusing sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Pada tanggal 4 Agustus kemarin saya coba tidak minum obat tersebut sama sekali dan ternyata untuk pertama kali selama 1,5 bulan sejak saya melakukan program mengurangi ketergantungan obat tersebut, tidur dan pikiran saya tidak terganggu sama sekali dengan tanpa meminum kedua obat tersebut yaitu Alprazolam dan Clobazam, mudah-mudahan ini adalah pertanda bahwa tubuh saya sudah pulih dari ketergantungan obat yang malah bikin susah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;" id="yui_3_2_0_5_1313236783118366"&gt;&lt;span id="yui_3_2_0_5_1313236783118363"   style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span id="yui_3_2_0_5_1313236783118360" class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Dari pengalaman saya ini maka sebaiknya teman-teman yang saat ini masih mengkonsumsi obat-obatan Alprazolam dan sejenisnya untuk segeralah berhenti karena efek sampingnya jauh lebih berbahaya dari manfaat yang didapat dari pemakaian obat tersebut. Mintalah bantuan pada orang yang benar-benar ahlinya..sebab hal  juga dapat membantu sugesti kita untuk dapat mengatasi segala masalah yang dihapadi saat kita mengurangi dosis obat tersebut...&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Demikianlah pengalaman saya ini dengan harapan dapat menjadi pelajaran sekaligus harapan bahwa  separah apapun ketergantungan kita dengan Obat-obat sejenis penenang akan bisa kita atasi jika diiringi dengan kemauan yang kuat dengan didampingi oleh orang yang memang ahlinya..dan juga jangan lupa banyak-banyaklah berdo'a...dan tentu dukungan dari orang-orang dekat sangat membantu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;span class="yiv1698137325000343406-28072011"&gt;Salam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-540813191081950552?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/540813191081950552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=540813191081950552' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/540813191081950552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/540813191081950552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/08/akhirnya-lepas-dari-ketergantungan.html' title='Akhirnya Lepas dari Ketergantungan Alprazolam'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8647439335966293799</id><published>2011-08-13T05:20:00.000-07:00</published><updated>2011-08-13T05:21:23.026-07:00</updated><title type='text'>Tips Anti Cerai Dalam Berkeluarga</title><content type='html'>&lt;p&gt;Oleh : dr.Andri,SpKJ&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Mungkin sebagian dari teman-teman di sini bertanya-tanya, bergunakah  tips anti cerai dari seorang yang belum genap setahun menikah ? Orang  yang belum merasakan sulitnya menjaga keluarga dengan baik sehingga  mampu langgeng sampai tua. Nah kalau itu yang ditanyakan kepada saya,  jawaban saya adalah saya membagi tips tentunya bukan berdasarkan  pengalaman saya, tetapi dari pengalaman pasien dan ilmu dasar perilaku  manusia yang menjadi keahlian saya. Satu hal yang mendasari saya membuat  artikel ini adalah bacaan menarik dari Stephen Covey dalam bukunya The 7  Habits of Highly Effective Families.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Jadilah Pilot dan Co-Pilot&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam bukunya Stephen Covey mengatakan bahwa sebagai pasangan suami  istri, dalam mengarungi rumah tangga bisa mengambil perumpamaan Pilot  dan Co-Pilot pesawat terbang. Beberapa hal yang beliau tekankan dan saya  sendiri dapatkan dari beberapa pengalaman pasien dan analisis  perilakunya adalah sebagai berikut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; 1. Pelatihan&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Menjadi Pilot dan Co-Pilot butuh pelatihan. Untuk menjadi ahli dalam  mengemudikan pesawat terbang seorang harus kursus sampai dinyatakan siap  menjadi seorang pilot yang mampu menerbangkan pesawat. Bahkan dalam  setiap penerbangan manual book selalu dibawa pilot sebagai persiapan  kalau-kalau ada bahaya di dalam penerbangan. Itu pula yang terjadi dalam  persiapan sebelum menikah. Kesiapan jiwa dan raga perlu untuk memasuki  pernikahan. Materi saja belum tentu cukup, kesiapan mental terutama  kesiapan untuk berkomitmen adalah yang paling utama. Pelatihan ini bisa  didapatkan dari kehidupan masing-masing pasangan, pola asuh dan nilai  keluarga sangat berperan dalam pembentukan karakter. Masa pacaran juga  terkadang bisa menjadi masa uji coba kesiapan walaupun belum tentu  semuanya sama dengan masa menikah nanti.Jangan lupa pula menambah  pengetahuan dari buku-buku yang baik dalam memberikan pengetahuan  tentang menjalankan rumah tangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; 2. Tujuan Yang Sama&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pilot dan Co-Pilot sebelum menerbangkan pesawat akan menentukan arah  tujuan pesawatnya. Berapa ketinggiannya, berapa kecepatannya, arah mana  yang akan ditempuh semua didiskusikan dan ditentukan sebelum pesawat  berjalan. Begitu juga dengan pernikahan. Suami sebagai Pilot dan istri  sebagai Co-Pilot juga perlu mempunyai tujuan yang sama. Tidak akan baik  hasilnya jika suami dan istri berbeda tujuan.Komunikasikan tujuan ini  bersama karena pesawat rumah tangga ini akan dibawa oleh kita berdua  dengan pasangan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; 3. Persiapan Menghadapi Badai&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Terkadang dalam perjalanan pesawat kita menghadapi badai dan turbulans.  Untuk itu terkadang pilot dan co-pilot harus mengubah haluan pesawat  atau mendarat di bandara terdekat. Semuanya didskusikan dengan segera  untuk keselamatan bersama. Begitupun juga dalam perkawinan. Seringkali  badai datang mengganggu rumah tangga. Hal ini perlu disadari oleh kedua  belah pihak jika ingin mengubah haluan. Bicarakan antara suami dan istri  tentang apa yang harus dilakukan. Tentukan tujuan baru dan  komunikasikan dengan baik dan efektif. Harapannya agar tujuan rumah  tangga tetap merupakan hasil keputusan berdua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semoga tips di atas bisa sedikit banyak mengingatkan kita kembali akan tujuan kehidupan rumah tangga kita.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8647439335966293799?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8647439335966293799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8647439335966293799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8647439335966293799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8647439335966293799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/08/tips-anti-cerai-dalam-berkeluarga.html' title='Tips Anti Cerai Dalam Berkeluarga'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-471715854878679223</id><published>2011-07-12T21:39:00.000-07:00</published><updated>2011-07-12T21:40:20.129-07:00</updated><title type='text'>Pelayanan Kesehatan Terintegrasi Melalui Pendekatan Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pelayanan Kesehatan Terintegrasi Melalui Pendekatan Psikosomatik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Oleh : Dr.Andri,SpKJ &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa  minggu yang lalu saya mendapat permintaan dari senior sejawat  saya di  RS Marzuki Mahdi, Bogor untuk berbicara tentang konsep  Consultation  Liaison Psychiatry (CLP) di Rumah Sakit. Akhirnya dua hari  yang lalu  saya mendapatkan undangan resmi yang isinya meminta saya untuk   memamparkan konsep CLP dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit tanggal   20 Juli 2011 nanti bersama tim keperawatan di depan anggota komite   medis lainnya. CLP adalah suatu pendekatan terintegrasi pelayanan   kesehatan jiwa di bidang medis lain. Kerjasama multidispilin antar   spesialis yang diantaranya adalah psikiater adalah konsep dasar CLP.   Bidang CLP sendiri saya pelajari sejak tahun 2006 dan merupakan sub   spesialisasi baru di psikiatri dan baru diresmikan tahun 2005 di Amerika   Serikat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pekerjaan Psikiater yang berhubungan dengan tim CLP  adalah bekerja sama  dengan spesialis lain bukan hanya dalam perawatan  pasien namun juga  pencegahan penyakit atau gangguan kesehatan jiwa pada  kondisi medis  umum. Sifat kerjanya pro-aktif dan tidak hanya menunggu  konsultasi dari  sejawat lain. Itulah mengapa konsep kerja tim adalah  yang paling baik  dalam menggambarkan konsep CLP.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Biaya Besar&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perawatan  inap pasien di rumah sakit adalah hal yang paling menghabiskan  biaya  besar. Biaya ini akan bertambah besar jika pasien gangguan medis  umum  itu juga mengalami gangguan kesehatan jiwa. Sayangnya adanya  gangguan  jiwa pada kondisi medis umum seringkali tidak terdeteksi dan  luput dari  pengamatan. Hal ini mungkin disebabkan karena dokter yang  merawat  lebih fokus pada kondisi medis fisiknya dan melupakan kalau  pasien juga  merupakan individu yang mempunyai sisi psikologis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penelitian  psikiatri modern bahkan telah mengungkapkan bahwa banyak  gangguan medis  umum yang erat kaitannya dengan gangguan psikologis,  sekaligus juga  gangguan psikologis bisa memperberat sakit medisnya saat  ini. Salah  satu contohnya kondisi depresi pada pasien diabetes melitus  atau  kencing manis. Depresi bisa membuat pasien kencing manis tidak  mematuhi  pengobatan, tidak menjalankan diet dan enggan berolahraga.  Penelitian  terakhir bahkan menjelaskan bahwa pasien dengan gangguan  depresi lebih  mudah mengalami kencing manis disebabkan karena pengaruh  sistem  endokrin.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi gangguan jiwa yang tidak tertangani pada pasien  medis umum akan  menyebabkan biaya semakin besar. Hal ini disebabkan  selain karena  memperpanjang masa rawat inap, kebutuhan akan pelayanan  medis pada  pasien dengan gangguan kesehatan jiwa juga meningkat.  Kondisi ini  semakin ditambah apabila kondisi itu tidak terdeteksi  dengan segera dan  diobati secara efektif.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Model Pelayanan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Model  klasik pelayanan di Rumah Sakit dengan pendekatan CLP adalah  dengan  konsultasi. Dalam hal ini psikiater hanya bekerja jika ada  konsultasi  dari sejawat dokter yang merawat pasien. Kondisi ini  seringkali tidak  efisien dan efektif dalam mengurangi biaya karena  deteksi gangguan  kesehatan jiwa seringkali terlambat karena faktor  ketidaktahuan atau  kesulitan mengenali gejala gangguan jiwa pada kondisi  medis umum.  Psikiater hanya bersifat pasif, menunggu konsultasi dan  akhirnya  menyebabkan gerak psikiater pun menjadi terbatas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Model yang  disarankan adalah bekerja dalam tim. Psikiater dalam hal ini  bekerja  sama dalam tim yang terdiri dari multidisplin termasuk perawat  dan  pekerja sosial. Psikaiter dalam tim ini bersifat pro-aktif bukan  hanya  dalam mengobati gangguan jiwa pada kondisi medis umum tetapi juga   berusaha mencegah dengan langkah-langkah deteksi dan tatalaksana dini.   Perkembangan pasien yang diperiksa oleh masing-masing anggota tim   dilaporkan secara berkala dalam pertemuan ahli. Di sini para ahli    membahas secara menyeluruh pasien ini dan berdiskusi tentang langkah   terbaik.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Model integrasi tim CLP ini yang paling ideal dilakukan.  Model ini  terbukti mempunyai hasil yang baik dalam pengurangan biaya,  pengurangan  lamanya perawatan inap dan kualitas hidup pasien. Deteksi  dini dan  pengobatan yang tepat untuk kasus-kasus gangguan jiwa pada  kondisi  medis  umum juga membuat perawatan kembali pasien menjadi  menurun. Bagi  anggota tim, komunikasi yang adekuat di antara sesama  anggota tim dan  antara anggota tim dengan pasien akan mencegah  kesalapahaman dan  mengurangi tuntutan malpraktik. Ini tentunya akan  sangat baik buat rumah  sakit yang menjalankan model ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Intinya Kolaborasi &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kolaborasi  adalah inti dari model pelayanan CLP. Setiap disiplin ilmu  merasa  dirinya bagian dari tim dan tidak berbicara sendiri-sendiri dan   menganggap disiplin lain lebih tidak penting darinya. Keinginan untuk   membuat pasien lebih baik adalah moral yang harus dipegang oleh setiap   anggota tim dan semangat inilah yang paling penting dalam setiap layanan   kesehatan yang diberikan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Peningkatan kualitas hidup pasien  adalah di atas segalanya. Kerjasama  ini tentunya akan menghasilkan  hasil yang baik jika semangat kolaborasi  tetap menjiwai setiap anggota  tim dalam pekerjaannya. Inilah yang paling  baik dilakukan dalam  pelayanan kesehatan terintegrasi kesehatan jiwa di  Rumah Sakit. Perlu  dipelajari dan diaplikasikan dengan sungguh-sungguh.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga bermanfaat&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-471715854878679223?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/471715854878679223/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=471715854878679223' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/471715854878679223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/471715854878679223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/07/pelayanan-kesehatan-terintegrasi.html' title='Pelayanan Kesehatan Terintegrasi Melalui Pendekatan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8114331268944592738</id><published>2011-07-07T17:45:00.001-07:00</published><updated>2011-07-07T17:45:59.653-07:00</updated><title type='text'>Kerja Seorang Konsultan Psikiater Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;&lt;strong&gt;oleh : Dr. Andri,SpKJ &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;em&gt;Psikiater Bidang Psikosomatik Medis &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sejak bergabung 5 tahun yang lalu di American Psychosomatic Society dan  Academy of Psychosomatic Medicine banyak rekan sejawat bertanya kepada  saya apa sebenarnya yang saya kerjakan sehari-hari sebagai seorang  psikiater yang mendalami psikosomatik medis, apakah ada perbedaan dengan  psikiater yang lain. Tulisan di bawah ini akan sedikit mencoba  menjelaskan tentang pekerjaan saya sehari-hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Klausal dari Academy of Psychosomatic Medicine mengatakan  ada tiga  tugas utama seorang Psikiater yang bekerja di bidang psikosomatik medis.  Uraian selanjutnya akan saya terangkan untuk memperjelas tentang hal  ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;1. Bertugas merawat pasien dengan kondisi medis, kondisi  neurologis dan kondisi bedah/termasuk obstetri dan ginekologik yang akut  dan kronik yang mengalami gangguan kesehatan jiwa/psikiatrik dan secara  aktif mempengaruhi perawatannya dan kualitas hidupnya. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Maksud dari klausal pertama ini adalah kami psikiater yang bergerak di  bidang psikosomatik medis biasa bekerja sama baik dalam ranah konsultasi  atau tim dengan spesialis di bidang lain. Pasien gangguan medis umum  seeprti gangguan jantung misalnya, merupakan salah satu contoh keadaan  yang bisa menimbulkan kerjasama di antara para spesialis. Pasien dengan  depresi saaat kehamilan, pasien dengan kondisi depresi pasca stroke,  pasien dengan kondisi luka bakar adalah sebagian kecil contoh-contoh  pasien yang berhubungan dengan psikiater bidang psikosomatik medis.  Seringkali kondisi medis umum secara obyektif dianggap sudah baik namun  kondisi kesehatan jiwanya masih sangat berpengaruh, di sinilah peran  psikiater untuk meningkatkan kualitas hidup orang tersebut.Untuk itu  dalam bekerja saya termasuk dalam tim-tim di Rumah sakit tempat saya  bekerja, saat ini masuk ke dalam tim Neuroscience bersama dokter bedah  saraf dan tim Seks bersama spesialsi urologi dan obgin. Selain itu  secara rutin menerima konsultasi dari berbagai spesialis termasuk  spesialis penyakit dalam, jantung, bedah orthopedi, saraf dan anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;2. Bekerja dengan pasien dengan gangguan somatoform, atau pasien  yang gangguan psikologisnya mempengaruhi kondisi fisiknya  (psikosomatik) , baik disertai atau tidak dengan adanya kondisi medis  umum.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pasien dengan kondisi psikosomatik klasik ini yang paling banyak saya  tangani sehari-hari. Hampir lebih dari 80 persen pasien yang datang ke  Klinik Psikosomatik tempat saya bekerja adalah pasien dengan gangguan  ini. Inilah gangguan yang paling banyak dialami dari sekian banyak  gangguan jiwa yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;3. Pasien dengan gangguan psikiatrik yang merupakan akibat langsung dari keadaan di otaknya , misalnya : Delirium dan Demensia. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Seringkali pasien pasca operasi atau pasien orang lanjut usia yang  mengalami ketidakseimbangan eletrolit mengalami gangguan perubahan  kesadaran. Pasien bisa tiba-tiba menjadi kacau, agresif dan tidak ingat  sedang berada di mana. Kesadaran terhadap lingkungannya berkurang dan  kadang bisa terjadi secara tiba-tiba. Psikiater biasanya bekerja di sini  untuk melihat kondisi pasien secara keseluruhan dan memberikan  assesment serta pengobatan yang tepat. Demensia atau dikenal dengan  penyakit Pikun juga merupakan salah satu pasien yang seringkali datang  ke psikiater baik secara langsung ataupun rujukan dari sejawat lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Demikianlah kerja seorang Psikiater yang bergerak di bidang Psikosomatik  Medis secara umum. Selain kondisi yang berhubungan dengan Penyakit  Dalam, psikiater konsultan psikosomatik medis juga bekerja sama dengan  bidang lain termasuk bedah dan obgin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semoga informasi ini berguna buat kita semua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8114331268944592738?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8114331268944592738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8114331268944592738' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8114331268944592738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8114331268944592738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/07/kerja-seorang-konsultan-psikiater.html' title='Kerja Seorang Konsultan Psikiater Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7744483086560921552</id><published>2011-06-29T08:28:00.000-07:00</published><updated>2011-06-29T08:30:30.821-07:00</updated><title type='text'>Kapan Kita Perlu Ke Psikiater ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;b&gt;oleh : Dr. Andri,SpKJ &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sering orang bertanya kepada saya lewat email maupun secara langsung  kapan mereka butuh ke psikiater. Menjawab pertanyaan seperti ini saya  biasanya sedikit menjelaskan dulu hal-hal yang berhubungan dengan  praktek psikiatri dan apa saja kemampuan seorang psikiater. Setelah itu  baru saya memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;1. Mengganggu Fungsi Pribadi &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kondisi gangguan jiwa adalah sekumpulan gejala dan tanda yang dialami  pasien yang cocok dengan suatu diagnosis gangguan jiwa sesuai dengan  pedoman diagnosis gangguan jiwa menurut WHO (ICD 10 atau edisi  Indonesianya PPDGJ III dan DSM IV-TR). Disebut gangguan jiwa adalah  ketika telah terjadi gangguan fungsi (hendaya/impairment) pribadinya.  Misalnya karena kondisi gangguan jiwanya pasien jadi sulit beraktifitas  sehari-hari, tidak bisa bekerja atau bersekolah dengan baik, dan  mengalami gangguan-gangguan fungsi pribadi terkait dengan gangguan  jiwanya misalnya menjadi sulit tidur, sulit menjaga emosi dan sulit  mengatasi kondisi lingkungan dengan keadaannya sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;2. Mengganggu Fungsi Sosial &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kondisi gangguan jiwa biasanya tidak hanya mengganggu fungsi pribadi  tetapi juga fungsi sosial. Pasien bisanya juga sulit berinteraksi dengan  orang lain dan seringkali kesulitan ikut aktif dalam kondisi sosial  yang bermakna. Misalnya seorang yang menderita gangguan panik menjadi  sulit untuk bepergian sendiri karena takut serangan paniknya muncul lagi  saat sendiri, dia juga menjadi malas bertemu dengan orang lain  (misalnya : klien atau rekan bisnis) karena merasa tidak nyaman jika  berbicara terlalu lama dan sulit konsentrasi. Jika pasien mengalami  depresi biasanya ada rasa enggan dan malas untuk beraktifitas sosial.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;3. Berlangsung dalam waktu yang bermakna&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Gangguan jiwa ada yang berlangsung secara singkat misalnya stres akut,  reaksi berkabung, atau gangguan penyesuaian akibat penyakit medis yang  diderita. Tetapi ada juga yang berlangsung lama. Gangguan depresi secara  diagnosis baru bisa kita tetapkan diagnosisnya setelah gejala-gejala  yang sesuai diagnosis berlangsung lebih dari dua minggu. Gejala depresi  bisa berlangsung lama bila tanpa pengobatan yang tepat. Rata-rata pasien  yang datang ke tempat saya bahkan sudah ada yang mengalami gejala  gangguan jiwanya sejak beberapa bulan yang lalu bahkan ada yang sampai  tahunan terutama pasien dengan gangguan psikosomatik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Kapan Perlu Rawat Inap ?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lalu kapan pasien memerlukan perawatan inap untuk gangguannya. Beberapa hal di bawah ini bisa menjadi patokannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;a. Membahayakan diri sendiri &lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pasien yang telah membahayakan diri sendiri seharusnya dirawat inap.  Contohnya adalah pasien skizofrenia yang karena gejala halusinasi dan  wahamnya melukai diri sendiri. Pasien depresi yang keinginan bunuh  dirinya sangat kuat. Pasien skizofrenia yang tidak mau makan obat dan  tidak mampu mengurus dirinya sendiri termasuk makan dan merawat diri.  Ini adalah beberapa hal yang perlu perawatan inap.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;b. Membahayakan orang lain&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pasien yang karena gangguan jiwanya secara obyektif dilihat mempunyai  potensi untuk melukai orang lain juga perlu dirawat. Ini tentunya  memerlukan suatu penanganan yang serius dan adanya informasi yang baik  terhadap keluarga agar tidak terjadi kesalapahaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semoga informasi di atas membantu anda&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Http://psikosomatik-omni.blogspot.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7744483086560921552?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7744483086560921552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7744483086560921552' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7744483086560921552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7744483086560921552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/kapan-kita-perlu-ke-psikiater.html' title='Kapan Kita Perlu Ke Psikiater ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-3714948549257245004</id><published>2011-06-26T23:22:00.001-07:00</published><updated>2011-06-26T23:22:47.721-07:00</updated><title type='text'>Mengapa Kita Butuh Psikiater ?</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selama berkecimpung di Kompasiana sejak hampir setahun lewat, saya  merasakan bahwa topik-topik kesehatan jiwa yang berkaitan dengan  gangguan jiwa kurang diminati oleh pembaca. Topik-topik perselingkuhan  dan seks ternyata lebih disukai sebagai salah satu topik kesehatan jiwa  secara keseluruhan. Mungkin topik-topik ini lebih menarik minat dan  komentar, atau mungkin juga topik gangguan jiwa dirasakan tidak perlu  karena merasa sangat jauh dari hal tersebut. Saya ingin mengungkapkan  beberapa data yang mungkin bisa membantu kita memahami mengapa kita  butuh psikiater di kehidupan kita :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;1. Prevalensi Gangguan Jiwa Tinggi Di Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Prevalensi atau angka kejadian gangguan jiwa sebenarnya tinggi di  masyarakat. Kasus-kasus "mainstream" gangguan jiwa seperti Skizofrenia  adalah hal yang paling diingat oleh masyarakat jika berbicara tentang  psikiater dan itu mengenai 1% populasi global atau sekitar 5% populasi  di Indonesia. Lain lagi kalau kita bicara tentang Depresi dan Cemas yang  prevalensinya sekitar 10-15% dari populasi global. Tidak heran pada  tahun 2020 nanti WHO memperkirakan gangguan depresi menjadi beban  penyakit nomor 2 setelah gangguan jantung dan pembuluh darah. Namun  mengapa tidak semua mau berobat dengan baik ke psikiater ? Jawaban  pertanyaan ini ada di tulisan saya sebelumnya "Apakah Kita Butuh  Psikiater?"&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;2. Dewasa Muda Paling Banyak Mengalami Gangguan Jiwa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Gangguan jiwa seperti skizofrenia saja lebih sering dialami oleh  pasien-pasien usia muda antara 16-30 tahun. Bayangkan ini adalah masa  produktif yang sangat baik. Orang yang mengalami gangguan jiwa pada fase  ini akan sangat menurun kualitas hidup dan menjadi beban keluarga serta  masyarakat. Survey yang dilakukan oleh saya dengan menggunakan internet  menghasilkan bahwa pasien Gangguan Cemas Panik, salah satu Gangguan  Cemas yang paling banyak diderita orang diderita oleh kebanyakan orang  dengan rentang usia 30-35 tahun (38,5%). lainnya usia antara 20-25 tahun  (23,1%) dan usia 26-30 tahun (21,2%).  Anda tahu pasien gangguan cemas  panik sulit melakukan performa yang baik di pekerjaan karena seringkali  mengalami serangan panik dan menyebabkan dirinya tidak mampu bekerja  dengan baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;3. Bidang Ilmu Psikiatri Merambah Segala Segi Kehidupan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sehari-hari bekerja sebagai praktisi kesehatan jiwa, tetapi dalam banyak  kesempatan saya juga sering diajak berdiskusi untuk kepentingan  pendidikan, keluarga dan anak serta ilmu kesehatan medis sesuai dengan  bidang keminatan saya di psikosomatik medis. Selain itu juga dasar-dasar  ilmu psikiatri bisa digunakan sebagai pegangan dalam menjawab berbagai  masalah sosial. Sejak tahun 2006 saya sering menulis di Suara Pembaruan  untuk mengamati kasus-kasus sosial di masyarakat dan menggunakan  keilmuan saya menjawab serta menganalisis hal tersebut. Buku "Jangan  Sebut Aku Gila, Bagaimana Memaknai Kehidupan" adalah salah satu buku  pemikiran saya terhadap masalah-smasalah sosial yang timbul di  masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;4. Semua Umur Bisa Mengalami Gangguan Jiwa&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Perkembangan psikiatri yang pesat telah menghasilkan keilmuan psikiatri  yang merambah semua umur. Ada Infant Psychiatry, suatu cabang ilmu  psikiatri yang mempelajari anak usia 0-1 tahun, ada Child and Adolescent  Psychiatry yang mempelajari ilmu psikiatri untuk anak dan remaja, ada  Woman Psychiatry (Woman's Mental Health) yang memfokuskan pada  masalah-masalah gangguan jiwa pada perempuan, ada Geriatric Psychiatry  yang berhubungan dengan pasien-pasien lanjut usia. Inilah perkembangan  psikiatri modern yang membuat semua usia bisa memilih untuk ke dokter  yang paling tepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Paparan di atas adalah kenyataan yang ada. Jadi memang saat ini tinggal  bagaimana kita menyikapi ini. Apakah jika kita mengalami gangguan  kesehatan jiwa akan lebih diam dan melarikan diri sampai mengganggu  kualitas hidup kita atau kita segera datang mencari pertolongan kepada  para psikiater ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-3714948549257245004?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/3714948549257245004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=3714948549257245004' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3714948549257245004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3714948549257245004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/mengapa-kita-butuh-psikiater.html' title='Mengapa Kita Butuh Psikiater ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5609069673509960273</id><published>2011-06-25T08:32:00.001-07:00</published><updated>2011-06-25T08:33:54.406-07:00</updated><title type='text'>Apakah Kita Butuh Psikiater ?</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Saya memilih menjadi psikiater bukan tanpa  alasan. Ketika kebanyakan teman-teman seangkatan di FKUI lebih memilih  menjadi spesialis anak, penyakit dalam, kandungan atau bedah, saya sudah  memilih akan menjadi psikiater sejak masa kuliah tingkat dua.  Hambatannya saat itu adalah kebingungan orang tua mengapa saya memilih  menjadi psikiater yang lebih dikenal dengan sebutan dokternya orang  gila.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu kemudian setelah menjadi peserta program pendidikan spesialis saya  kemudian memutuskan untuk mengambil sub bidang psikosomatik medis  sebagai salah satu bidang psikiatri yang ingin saya perdalam. Hal ini  tentunya juga bukan tanpa alasan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Mari berhitung dengan statistik dan angka untuk memperjelas mengapa saya  menjadi psikiater dan mengapa banyak di antara kita sebenarnya  membutuhkan psikiater.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;1. Jumlah Psikiater di Indonesia masih sedikit&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jumlah psikiater di Indonesia baru berkisar di antara 600an orang tapi  tidak lebih dari 650.  Data terakhir dikatakan yang terdaftar sebagai  psikiater (artinya sudah lulus program pendidikan) adalah sekitar angka  600an. Ini sudah termasuk beberapa psikiater yang tidak praktek sebagai  psikiater dan menjadi birokrat atau bekerja di struktural. Ini artinya  bila dibandingkan jumlah penduduk Indonesia yang jumlah 250 juta jiwa,  maka perbandingan psikiater dan penduduk Indonesia adalah 1 : 416.666.  Jika sekitar 1% saja penduduk yang mengalami gangguan kejiwaan, maka ada  sekitar 4.166 penduduk yang mengalami gangguan jiwa yang akan dilayani  oleh seorang psikiater. Kelihatan sekali pangsa pasar yang besar bukan ?  Itu hanya kalau menurut perhitungan kasar karena tentunya ada hal-hal  lain yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;2. Keluhan Psikosomatik Paling Banyak Dialami Pasien Dengan Gangguan Jiwa &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pertama yang harus diingat adalah gangguan jiwa itu bukan hanya  Skizofrenia atau yang sering disebut Gila saja. Penelitian terakhir Dan  Hidayat dkk dari FK UKRIDA mengatakan bahwa pengunjung puskesmas di  salah satu kecamatan di Jakarta Barat, 28,5% adalah pasien dengan  keluhan gangguan fisik yang sebenarnya didasari oleh gangguan cemas,  depresi dan gangguan psikosomatik. Jadi kalau sebagai psikiater yang  khusus bergerak di bidang ini, maka pangsa pasarnya akan lebih besar  daripada jika hanya bergerak di bidang “mainstream” sebagai psikiater  yang identik dengan penanganan kasus-kasus gangguan skizofrenia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Mengapa Pasien Psikiatri Terkesan Sedikit ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pertanyaannya saat ini sekarang adalah, mengapa Psikiater dalam  kehidupan sehari-hari di praktek-praktek swasta ataupun RS Umum terlihat  pasiennya tidak banyak dan jauh dibandingkan pasien-pasien dari bidang  spesialis lain?  Padahal data di atas adalah data statistik yang diambil  secara lokal maupun dari data WHO.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;A. Stigma &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Psikiater adalah profesi yang dipenuhi stigma. Tidak hanya di Indonesia  bahkan di negara barat yang sudah lebih sadar kesehatan jiwa pun profesi  psikiater erat dengan stigma. Stigma Gila (insane, crazy, wacko,mad)  adalah hal-hal yang melekat pada diri psikiater. Hal ini membuat pasien  yang membutuhkan bantuan psikiater menjadi enggan meminta bantuan. Orang  yang ke psikiater dalam masyarakat seringkali diindetikan dengan orang  yang lemah atau kurang iman, memalukan keluarga, tidak tahan penderitaan  dan hal-hal stigmatis lain. Kondisi ini yang membuat walaupun butuh  orang sering takut datang ke psikiater.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;B. Tidak Ditanggung Asuransi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sehat jiwa dan raga, itu kata slogan. Pada kenyataannya asuransi  kesehatan tidak pernah mau menanggung kesehatan jiwa seseorang. Selain  Jamsostek dan ASKES sosial, hampir semua asuransi swasta tidak  menanggung pasien yang datang ke psikiater. Bahkan jika dalam perawatan  di rumah sakit, pasien membutuhkan konsultasi psikiater, hal ini bisa  berujung tidak ditanggungnya semua biaya perawatan di rumah sakit  tersebut, penyebabnya sering dikira bahwa pasien adalah pasien gangguan  jiwa dan tidak berhak ditanggung asuransi. Ini salah satu faktor yang  membuat teman sejawat pun enggan mengkonsulkan pasien ke psikiater  walaupun sangat perlu. Sebagai psikiater yang bergerak di bidang  psikosomatik medis, saya mengetahui sekali kalau banyak penyakit medis  umum yang dipengaruhi oleh kesehatan jiwa dan sebaliknya. penyakit  seperti Diabetes Melitus (penyakit gula), Jantung, Maag (lambung), kulit  adalah beberapa penyakit yang erat kaitannya dengan kesehatan jiwa  seseorang. Buruknya kesehatan jiwa dan tidak ditanganinya dengan baik  akan membuat kondisi medis umumnya kurang baik hasil keluarannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;C. Ketakutan Akan Efek Obat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Psikiater sering diidentikan bahkan oleh sejawatnya sendiri sebagai  dokter yang ahli memberikan obat-obatan penenang yang dimasukkan dalam  golongan obat benzodiazepine (alprazolam, diazepam, lorazepam,  estazolam, nitrazepam dll) . Dalam berbagai tulisan saya selalu  menekankan bahwa pemberian obat ini bukan tentunya tanpa alasan jelas.  Tidak dipungkiri memang ada segelintir dokter psikiater yang sedikit  berlebihan memberikan obat penenang tetapi data di WHO mengatakan bahwa  80% peresepan obat-obat penenang dilakukan oleh dokter umum dan dokter  spesialis non psikiater. Di praktek sehari-hari pun saya sering  mendapatkan kasus-kasus ketergantungan obat penenang akibat salah  diresepkan oleh dokter non-psikiater yang tidak mengerti mekanisme obat  ini. Obat di dalam praktek psikiatri tentunya diberikan berdasarkan  keperluan. Ingat selain obat ada teknik psikoterapi juga yang biasanya  mengikuti penatalaksanaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Demikian sedikit ulasan saya tentang mengapa psikiater dan pasien psikiatri tidak seperti data yang berbicara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5609069673509960273?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5609069673509960273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5609069673509960273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5609069673509960273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5609069673509960273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/apakah-kita-butuh-psikiater.html' title='Apakah Kita Butuh Psikiater ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5514446569573872700</id><published>2011-06-23T09:51:00.000-07:00</published><updated>2011-06-23T09:53:34.318-07:00</updated><title type='text'>Tersiksa Karena Sulit Berpikir Positif</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;em&gt;Yth. Dokter Andri, saya mau bertanya, apakah saya perlu penangan  secara medis untuk masalah kejiwaan yang sedang saya hadapi.  Saya  sangat sulit berpikir positif terhadap segala hal, sering paranoid dan  lebih suka menyendiri. Saya sering merasa tidak nyaman berada di  keramaian sekalipun itu di tempat yang penuh kehangatan. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Pada saat saya punya pasangan (pacar) saya sangat &lt;/em&gt;&lt;em&gt;posesif  self control saya sangat kurang, sehingga saya sering curiga yang  berlebihan terhadap pasangan.  Kondisi paranoid dan curiga ini akan  semakin parah dan tidak bisa saya kontrol ketika menjelang haid (PMS)  atau beberapa hari setelahnya. Sehingga masalah kecil bisa saya buat  menjadi besar, dan tidak bisa mengontrol kata-kata yang keluar. Akan  tetapi, dalam hitungan menit saya akan sadar kembali dan saya menyadari  apa yang saya lakukan itu salah. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Saya sangat tersiksa  sekali dengan kondisi seperti ini dan semakin lama kepercayaan diri jadi  berkurang. Tolong bantu saya Dokter, jika perlu penanganan secara  medis, mohon referensinya. Terima kasih.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(SISCA, 30, BOGOR) &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAWAB :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sisca yang baik,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Apa yang terjadi pada diri Sisca sebenarnya perlu diperjelas kembali.  Apa yang dimaksud dengan paranoid ? Apakah yang dimaksud adalah  ketakutan kalau ada orang yang berbuat jahat terhadap Sisca atau  kecurigaan berlebihan atau hanya merasa ketakutan yang ada pemicunya  (biasanya faktor lingkungan).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Terkadang terminologi "Paranoid"  banyak disalahartikan oleh orang sehingga definisi aslinya menjadi  rancu. Kalau kecurigaannya tidak berdasar tapi Sisca yakin bahwa memang  itu kenyataannya, hati-hati apakah ini suatu bentuk keyakinan salah yang  kita sebut waham. Tetapi jika melihat bahwa masih ada tilikan  (kesadaran diri) terhadap keadaan ini mungkin yang dialami tidak separah  itu. Tentang lebih suka menyendiri, apakah penyebab itu lebih disukai  oleh Sisca ?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apakah karena rasa nyaman atau perasaan takut bergaul  dengan orang lain yang didasari kurang percaya diri. Jika dihubungkan  dengan perilaku posesif Sisca terhadap pasangan, apakah ini juga  merupakan bagian dari kekurang percayaan Sisca terhadap orang lain yang  sebenarnya didasari oleh kurangnya percaya diri dalam diri Sisca.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada  beberapa wanita masa menjelang menstruasi memang sangat tidak nyaman.  Ada yang mengalami Sindrom Pre-Menstruasi tapi ada juga yang sampai  mengalami &lt;em&gt;Premenstrual Dysphoric Disorder &lt;/em&gt;(PMDD) suatu kondisi ketidaknyamanan terutama &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt; pada masa menjelang menstruasi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gejalanya :&lt;/p&gt;&lt;p&gt; 1. Mood depresi yang jelas, merasa tiada harapan atau pikiran-pikiran buruk&lt;/p&gt;&lt;p&gt;2. Cemas, tegang, merasa sulit berpikir&lt;/p&gt;&lt;p&gt;3. Labil, menjadi murah sedih, menangis dan meningkat sensitifitasnya terhadap penolakan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Marah yang terus menerus, iritabilitas, peningkatan konflik interpersonal&lt;/p&gt;&lt;p&gt;5. Penurunan minat terhadap aktifitas yang biasa (kerja,sekolah, sosial, hobi)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;6. Perasaan subyektif sulit berkonsentrasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;7. Mudah lelah, lesu, tidak bertenaga&lt;/p&gt;&lt;p&gt;8. Perubahan nafsu makan, terlalu banyak makan atau “mengidam” makanan tertentu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;9. Terlalu banyak tidur atau Insomnia&lt;/p&gt;&lt;p&gt;10. Merasa banyak beban dan sulit mengkontrol diri&lt;/p&gt;&lt;p&gt;11. Gejala fisik seperti sakit kepala, payudara menjadi keras, nyeri otot dan sendiri, mual atau bertambah berat badan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk  didiagnosis sebagai PMDD maka perlu ada 5 gejala di atas dengan salah  satu gejala tersebut adalah gejala nomor 1,2,3,atau 4.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada banyak  penelitian kondisi ini sangat menggangu dan tidak nyaman sekali  sehingga mengganggu kualitas hidup. Pengobatan baik secara terapi  kognitif dan dengan obat terutama golongan SSRI (&lt;em&gt;Serotonin Selective Reuptake Inhibitor&lt;/em&gt;) pada beberapa penelitian sangat membantu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kebetulan  juga saya mempunyai beberapa pasien wanita dengan kondisi seperti ini.  Jadi mungkin ada baiknya juga buat Sisca untuk berkonsultasi ke dokter  ahli jiwa atau psikiater di kota anda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga membantu&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;&lt;p&gt;sumber : http://health.kompas.com/read/2011/06/21/10224047/Tersiksa.karena.Sulit.Berpikir.Positif&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5514446569573872700?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5514446569573872700/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5514446569573872700' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5514446569573872700'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5514446569573872700'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/tersiksa-karena-sulit-berpikir-positif.html' title='Tersiksa Karena Sulit Berpikir Positif'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-28201705892134375</id><published>2011-06-21T21:33:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T21:34:19.110-07:00</updated><title type='text'>PMIG FK UKRIDA session 6</title><content type='html'>&lt;h6 class="uiStreamMessage" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:1}"&gt;&lt;span class="messageBody" ft="{&amp;quot;type&amp;quot;:3}"&gt;Psychosomatic  Medicine Interest Group (PMIG) American Psychosomatic Society (APS) FK  UKRIDA session 6, Friday, June 24th, 2011 at 11 am, Class 607, FK  UKRIDA. Theme "Psychiatric Features of Traumatic Brain Injury". Open For  all FK UKRIDA students. Please message me in my inbox to confirm your  presence. Thank you&lt;/span&gt;&lt;/h6&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-28201705892134375?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/28201705892134375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=28201705892134375' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/28201705892134375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/28201705892134375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/pmig-fk-ukrida-session-6.html' title='PMIG FK UKRIDA session 6'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-9128100183614195008</id><published>2011-06-21T05:15:00.000-07:00</published><updated>2011-06-21T05:16:07.816-07:00</updated><title type='text'>Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Gangguan Panik</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Pada kesempatan ini saya ingin sedikit  mengulas tentang keperluannya kita berlatih untuk mengubah pola kognitif  atau pikiran kita yang salah terhadap sesuatu hal. Salah satu contoh  yang akan saya sampaikan adalah pada pasien dengan gangguan panik yang  merasa takut untuk pergi ke luar rumah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam kasus gangguan panik seringkali pasien dipenuhi kecemasan untuk  keluar rumah sendirian atau menyetir mobil sendirian. Hal ini  dikarenakan pasien trauma ketika sedang berada sendirian serangan  paniknya akan datang dan membuatnya tidak berdaya. Kecemasan seperti ini  dalam terminologi gangguan jiwa disbeuat sebagai kecemasan antisipasi.  Pasien seperti ini biasanya menghindari untuk keluar rumah sendiri, dia  biasanya takut untuk melakukan hal-hal sendiri di luar rumah atau bahkan  di tinggal di rumah sendiripun takut. Tentunya kecemasan seperti ini  akan membuat kualitas hidupnya berkurang. Bagaimana penanganan pasien  seperti ini ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;A. Diagnosis Yang Tepat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Diagnosis yang tepat sangat diperlukan dalam kondisi ini. Pasien datang  biasanya dengan keluhan-keluhan fisik jantung dan sistem perut (maag)  yang membuatnya tidak nyaman. Keluhan-keluhan fisik memang sering  merupakan gejala yang paling menonjol dari pasien gangguan panik.  Ketepatan diagnosis akan membawa kita ke pengobatan dan tatalaksana yang  tepat untuk pasien&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;B. Tatalaksana Dengan Obat &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Obat dalam menangani kasus-kasus gangguan panik sangat  membantu. Pada  tahap akut mungkin diperlukan pengobatan dengan obat golongan  benzodiazepin (penenang) namun biasanya ada juga pasien yang setelah  diedukasi dengan baik tentang penyakitnya mampu mengatasi sendiri  kondisi paniknya tanpa obat penenang. Terapi lini pertama gangguan panik  adalah dengan menggunakan antidepresan golongan SSRI (Serotonin  Selective Reuptake Inhibitor) seperti Sertraline, Escitalopram,  Paroxetine, Fluoxetine. Obat ini digunakan dalam jangka waktu tertentu  biasanya sekitar 3-6 bulan. Selain golongan SSRI bisa juga dengan  menggunakan golongan Antidepresan Trisiklik walaupun saat ini sudah  banyak ditinggalkan&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;C. Tatalaksana Kognitif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tatalaksana kognitif adalah dengan mengubah atau men-dispute  pikiran-pikiran negatif terkait gangguan panik. Pikiran otomatis pada  pasien gangguan panik sangat sering terjadi. Pasien merasa dirinya akan  mengalami hal-hal buruk di luar jika sendiri dan itu langsung keluar  dari pikirannya terkadang tanpa pemicu yang jelas. Dalam hal ini maka  terapi Cognitive behavior therapy (CBT) sangat diperlukan.  Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut&lt;/p&gt; &lt;p&gt; C.1. Kenali Kondisi Yang Memicu (A : Activating Event)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kondisi yang memicu ini biasanya adalah bila keluar rumah, di ruangan  terbuka seperti stasiun atau mall atau di tempat-tempat yang sesak  (bahkan bisa tempat ibadah). Membuat pasien mengenali kondisi-kondisi  ini akan membantu kita untuk memberikan terapi kognitif pada pasien.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; C.2. Kepercayaan salah diubah (B : Belief)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kepercayaan yang salah bahwa jika pasien berada di tempat-tempat itu  akan memicu gangguan paniknya, maka akan membuat pasien merasa tidak  berdaya. Pada fase ini seharusnya didahului dulu oleh menghilangnya  gejala-gejala serangan panik di minggu-minggu awal pengobatan.   Pengobatan yang tepat akan membuat serangan-serangan panik berkurang  atau tidak sama sekali. Kondisi ini yang akan membuat pasien lebih  nyaman dan yakin bahwa dirinya akan lebih baik. Kondisi yang menuju  kebaikan ini juga akan menggoyahkan kepercayaan pasien yang salah bahwa  jika berada di tempat-tempat tertentu dia bisa mengalami serangan panik.  Intinya ketika pengobatan tepat, maka di manapun pasien berada dia  tidak akan mengalami panik lagi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; C.3. Konsekuensi (C : Consequences)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Konsekuensi dari hal-hal yang dipercaya pasien bisa memicu paniknya pada  dasarnya akan menghambat pasien dalam kehidupannya. Maka dari itu  pengenalan A, B dan akhirnya C membuat pasien lebih sadar bahwa ada  kosnekuensi dari kepercayaan yang salah dan membuatnya tidak nyaman.  Pengenalan konsekuensi ini akan membuat pasien merasa harus lebih segera  keluar dari kondisi paniknya, berusaha dengan baik dan akhirnya bisa  mengatasi kondisi itu sendiri nanti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ketiga langkah di atas biasanya akan dibicarakan pada saat konsultasi  dengan pasien gangguan panik. Dasar pemikiran itu juga berlaku pada  pasien dengan gangguan depresi dan beberapa gangguan jiwa lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semoga sedikit pengenalan ini berguna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dr.Andri,SpKJ&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Psikiater Psikosomatik Medis&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-9128100183614195008?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/9128100183614195008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=9128100183614195008' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/9128100183614195008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/9128100183614195008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/terapi-kognitif-dan-perilaku-untuk.html' title='Terapi Kognitif dan Perilaku Untuk Gangguan Panik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-32695236459515421</id><published>2011-06-18T06:36:00.000-07:00</published><updated>2011-06-18T06:38:21.995-07:00</updated><title type='text'>Keinginan Bunuh Diri Itu Muncul Lagi (Konsultasi Kompas.com bersama Dr.Andri,SpKJ)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;Kira-kira  2 tahun lalu saya dirawat seorang psikiater. Hanya beberapa kali saya  mengikuti terapi, saya memutuskan untuk menghentikannya. Akhir-akhir  ini, pikiran saya kembali lagi seperti dulu. Setiap saya dihadapkan pada  suatu masalah dan saya tertekan, seringkali saya berpikir untuk  mengakhiri hidup saya. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Bahkan saya selalu merencanakan  tiap detil tindakan bunuh diri tersebut (ex: cara,waktu dan tempat),  setiap kali keinginan itu muncul. Selain itu, yang lain yang saya  keluhkan adalah kemarahan saya yang meledak-ledak, susah tidur, gelisah  tanpa sebab, migrain berkepanjangan.  Apa yang harus saya lakukan dok? &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(Rini, 25, Surabaya)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAWAB :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; Rini yang baik,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;  Sayangnya Rini tidak menyebutkan diagnosis terakhir yang dikatakan oleh  psikiater Rini dan obat apa saja yang diberikan. Kalau yang Rini  katakan saat ini hanya merasa tertekan setiap dihadapkan pada masalah  lalu berpikir untuk bunuh diri maka kondisi ini tidak terlalu pas  sebenarnya jika dikatakan mengarah ke depresi berat, walaupun ada  pikiran untuk bunuh diri dengan caranya yang jelas.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pertanyaan  yang mungkin masih perlu diklarifikasi adalah apakah rasa tertekan ini  dialami setiap hari dan setiap saat tanpa adanya pemicu yang jelas atau  hanya saat ada masalah saja ? Kalau jika setiap saat dan tanpa pemicu  yang jelas maka kemungkinan ke arah diagnosis depresi masih  memungkinkan. Namun jika tidak maka kemungkinan ke arah Gangguan  Penyesuaian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Namun jika melihat keluhan Rini selanjutnya, di mana  ada kemarahan yang meledak-ledak, gelisah tanpa sebab dan sulit tidur,  maka kemungkinan Rini bisa saja mengalami apa yang dinamakan gangguan  kestabilan &lt;em&gt;mood&lt;/em&gt; dikaitkan dengan gejala depresinya. Dahulu  keadaaan seperti ini biasanya disebut sebagai Depresi Agitatif (Depresi  namun dengan gejala-gejala agresifitas, kemarahan dan kegelisahan  berat).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ada baiknya Rini kembali berkonsultasi dengan psikiater  yang dulu pernah merawat Rini, ini untuk memudahkan proses kelanjutan  pengobatan karena beliau yang sudah pernah merawat sehingga mengetahui  perkembangan gangguan yang dialami Rini sejak awal. Semoga jawaban ini  bisa membantu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Sehat Jiwa !&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-32695236459515421?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/32695236459515421/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=32695236459515421' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/32695236459515421'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/32695236459515421'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/keinginan-bunuh-diri-itu-muncul-lagi.html' title='Keinginan Bunuh Diri Itu Muncul Lagi (Konsultasi Kompas.com bersama Dr.Andri,SpKJ)'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8689153903053421631</id><published>2011-06-16T22:49:00.000-07:00</published><updated>2011-06-16T22:50:44.674-07:00</updated><title type='text'>Bisakah Hipnoterapi Kurangi Beban (Konsultasi Dr Andri,SpKJ di KOMPAS.com)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;strong&gt;TANYA : &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Dok, saya ingin sekali  di-hipnoterapi karena begitu banyak rahasia yang saya simpan sendiri   dan saya takut untuk mengungkapkannya kepada orang- orang yang saya  kenal.  Bisakah hipnoterapi  membuat  saya terhindar dari beban itu,  seperti saya sudah mengatakannya kepada masing-masing orang yang berhak  mengetahuinya? &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;(RANI, 20, JAKARTA)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;JAWAB :&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rani yang Baik,&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hipnoterapi  dalam ilmu kedokteran jiwa atau psikiatri adalah bagian dari  Psikoterapi. Hipnoterapi adalah salah satu pilihan psikoterapi selain  dengan terapi kognitif dan perilaku, terapi interpersonal,  psikoanalisis, terapi kelompok dan macam-macam lainnya. Hipnoterapi  tidak selalu dilakukan untuk setiap orang, namun dilakukan jika pada  pemeriksaan dengan menggunakan wawancara psikiatrik ditemukan bahwa  pasien atau klien ini cocok dengan penggunaan hipnoterapi.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Orang  yang melakukan hipnoterapi pun sepatutnya menguasai teknik-teknik  psikoterapi dasar, ilmu diagnosis gangguan jiwa,ilmu perilaku manusia  dan kesehatan jiwa. Hal ini agar hipnoterapi yang dilakukan bukanlah  hanya sekedar merelaksasikan pikiran atau menambah input-input positif  tanpa tahu dasar diagnosis pasien/klien.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Satu hal yang perlu  diingat dan ini yang sering disalahpahami adalah bahwa Hipnoterapi  bukanlah cara instan untuk melepaskan diri dari masalah di pikiran kita.  Ini bukanlah cara instan yang bisa menjawab semua keadaan yang dialami  oleh pikiran orang yang mengalami masalah. Ada tahapan-tahapan yang  harus dilalui.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi, bila Rani menginginkan hipnoterapi sebagai  suatu cara untuk menghilangkan beban akibat rahasia-rahasia yang  disimpan sepertinya konsep hipnoterapi yang dipahami Rani kurang tepat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam  kondisi Rani, mungkin hipnoterapi bisa membantu Rani untuk lebih berani  mengungkapkan rahasia kepada orang yang Rani anggap memang bisa  memahami apa yang dialami Rani. Jadi ingat, sekali lagi bahwa  hipnoterapi dalam hal ini bukan bersifat pasif dan bekerja sendiri, tapi  memerlukan juga bantuan dari pasien/klien itu sendiri. Semoga jawaban  ini bisa membantu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salam Sehat Jiwa.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8689153903053421631?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8689153903053421631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8689153903053421631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8689153903053421631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8689153903053421631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/bisakah-hipnoterapi-kurangi-beban.html' title='Bisakah Hipnoterapi Kurangi Beban (Konsultasi Dr Andri,SpKJ di KOMPAS.com)'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-1018798591430847590</id><published>2011-06-10T18:19:00.000-07:00</published><updated>2011-06-10T18:20:57.034-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Perilaku Pasca Trauma Kepala</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                          &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Trauma  kepala merupakan kondisi medis yang menjadi perhatian saat ini.  Tingginya angka kecelakaan kendaraan bermotor terutama roda dua  menyumbang angka kesakitan dan kematian yang tinggi. Hal ini disebabkan  karena efeknya yang menimbulkan kerugian bagi kualitas hidup pasien yang  mengalaminya di kemudian hari. Data di Amerika mengatakan 5,3 juta  penduduknya menderita karena gangguan yang diakibatkan trauma kepala dan  dana kesehatan yang dikeluarkan berkaitan dengan kondisi ini adalah  sekitar 60 milyar dollar Amerika . &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kasus klasik yang dialami oleh Phineas Gage (1823-1860) yang berubah perilaku dan emosinya setelah kecelakaan kerja&lt;span&gt; &lt;/span&gt;merupakan  penemuan awal tentang hubungan antara trauma kepala dengan gangguan  perilaku yang terjadi sesudahnya. Walaupun pengetahuan tentang trauma  kepala terus berkembang namun penanganan kondisi neuropsikiatrik akibat  trauma kepala masih belum menunjukkan perkembangan berarti. Kondisi  neuropsikiatrik terbukti menghambat proses rehabilitasi pasien dan  kemampuannya untuk kembali ke kehidupan sosial. Hambatan sosial ini  berhubungan dengan ketidakmampuan memenuhi peran di dalam kehidupan  bermasyarakat dan membina hubungan dengan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Depresi  merupakan gangguan psikiatrik yang paling sering berhubungan dengan  trauma kepala. Kondisi ini timbul hampir pada 14-29% pasien yang  mengalami trauma kepala. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Beberapa literatur lain bahkan mengatakan persentase kejadian depresi pada pasien trauma kepala mencapai 40%. &lt;/span&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Kondisi  ini tentunya perlu mendapatkan perhatian karena menimbulkan beban yang  berat bagi kondisi kehidupan sehari-hari pasien dan keluarganya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Untuk itulah pada &lt;strong&gt;Pertemuan Ilmiah Dua Tahunan (PIDT) Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) di Bandung 2-5 Juli 2011&lt;/strong&gt; nanti saya akan berbicara khusus masalah ini pada sesi simposium &lt;em&gt;Consultation Liaison Psychiatry Update.&lt;/em&gt;  Tentunya akan lebih menarik jika diikutsertakan juga sebuah kasus yang  terjadi pada praktek sehari-hari untuk lebih menjelaskan hal ini,  sehingga pada kesempatan ini pula saya akan mempresentasikan sebuah  kasus gangguan perilaku akibat trauma kepala yang disebabkan oleh  kecelakaan bermotor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Nantikan laporan berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;Salam Sehat Jiwa &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;div id="attachment_111855" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"&gt;&lt;img class="alignleft size-medium wp-image-111855" title="13071011821797262947" src="http://stat.ks.kidsklik.com/statics/files/2011/06/13071011821797262947_300x388.23529411765.jpg" alt="13071011821797262947" width="300" height="388.23529411765" /&gt; &lt;p class="wp-caption-text"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span lang="FI"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                     &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-1018798591430847590?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/1018798591430847590/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=1018798591430847590' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1018798591430847590'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1018798591430847590'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/gangguan-perilaku-pasca-trauma-kepala.html' title='Gangguan Perilaku Pasca Trauma Kepala'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7835498963296153103</id><published>2011-06-09T08:46:00.000-07:00</published><updated>2011-06-09T08:47:00.458-07:00</updated><title type='text'>Tips Membedakan Cemas,Depresi, Psikotik</title><content type='html'>&lt;p&gt;Sejak aktif di KAskus, Kompasiana dan Blogspot  (http://psikosomatik-omni.blogspot.com) serta menjadi konsultan di  Kompas.com saya sering menerima pertanyaan-pertanyaan via email atau  Facebook yang bertanya tentang diagnosis gangguan jiwa yang diderita  oleh orang atau saudara dari orang yang mengirim email. Ada juga yang  menanyakan opini kedua untuk pasien-pasien yang ternyata sudah memiliki  psikiater.&lt;br /&gt;Sebisa mungkin pertanyaan tersebut akan saya jawab tentunya dengan tetap  memegang etika kedokteran terutama pada kasus-kasus pasien yang sudah  ditangani dan sedang ditangani oleh psikiater lain. Hal ini untuk  mencegah bias dan pertentangan dalam pendapat. Apalagi saya sendiri  tidak memeriksa langsung pasien-pasien yang bertanya tentang kondisi  sakitnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Pemeriksaan Langsung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Salah satu alasan mengapa seorang pasien harus bertemu langsung dengan  dokter jiwa alias psikiater untuk diperiksa adalah karena terkadang  kalau hanya dari tulisan saja di email atau sms, sulit buat psikiater  menjawab pertanyaan tersebut dan menentukan diagnosis yang baik.&lt;br /&gt;Penampilan pasien, cara bicara verbal, sikap saat diperiksa adalah  hal-hal yang tidak tergambar dalam bahasa tulisan. Inilah mengapa  keperluan pemeriksaan langsung adalah mutlak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Tips Singkat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Terkadang dalam ceramah awam atau seminar dokter buat dokter umum saya  suka memberikan tips bagaimana mengenali gejala gangguan jiwa di praktek  sehari-hari. Sangat dangkal tetapi lumayan berguna untuk pasien dan  dokter di garis depan.&lt;br /&gt;Tipsnya adalah sebagai berikut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;A. Pasien CEMAS &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pasien yang mengeluh keluhan cemas biasanya mengatakan &lt;strong&gt;TAKUT&lt;/strong&gt;. Banyak macam takutnya, &lt;strong&gt;TAKUT MATI, TAKUT GILA, TAKUT SAKIT &lt;/strong&gt;dan  takut-takut lainnya. Cemas yang paling diderita adalah gangguan cemas  panik sehingga biasanya keluhannya berhubungan dengan sistem otak dan  otonom seperti Jantung Berdebar, Sesak Napas, Rasa ingin muntah,  buang-buang air jika stres, keluar keringat dingin, bibir kering dan  rasa seperti melayang. Keluhan-keluhan ini biasanya jarang dialami oleh  pasien dengan gangguan depresi yang nyata.&lt;br /&gt;Pengalaman klinis mengatakan pasien cemas lebih sering mengeluhkan keluhan fisiknya daripada keluhan perasaannya&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;B. Pasien DEPRESI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pasien dengan keluhan depresi apalagi yang berat biasanya mengeluh &lt;strong&gt;INGIN MATI&lt;/strong&gt;.  Pasien merasa tidak berdaya, tidak ada gairah hidup dan merasa semuanya  hampa. Pada beberapa pasien yang masih ada gejala kecemasannya  seringkali tercampur dengan gejala yang lain di atas. Itu yang kita  namakan Mixed Anxiety Depression. Keluhan fisik masih kadang terjadi  terutama adalah keluhan lesu dan letih berlebihan serta sulit  mempertahankan tidur. Terkadang pada beberapa pasien ada ditemukan ciri  psikotik pada pasien depresi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;C. Pasien PSIKOTIK&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pasien psikotik biasanya ditandai dengan keluhan HALUSINASI yang jelas  dan WAHAM yang jelas. Halusinasi adalah gangguan persepsi baik auditorik  maupun visual yang biasanya disebabkan karena proses di otak. Biasanya  pasien mendengar bisikan atau melihat sesuatu yang tidak dilihat orang  lain.&lt;br /&gt;Waham adalah keyakinan yang salah tentang sesuatu yang dipertahankan  walaupun sudah diberikan bukti-bukti yang mendukung bahwa hal tersebut  tidak benar. Misalnya yang paling sering adalah Waham Paranoid, pasien  merasa dia dicurigai atau ada orang yang mau berbuat jahat terhadap  pasien. Pada pasien Psikotik keyakinan ini dipertahankan dengan kukuh  walaupun sudah diberikan bukti-bukti yang mengatakan lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Demikian sekilas tips membedakan berbagai macam keluhan gangguan jiwa.&lt;br /&gt;Sangat dangkal sehingga memerlukan pemeriksaan oleh ahli lebih lanjut apalagi pada kasus-kasus yang terkadang bias.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam sehat Jiwa&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7835498963296153103?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7835498963296153103/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7835498963296153103' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7835498963296153103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7835498963296153103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/tips-membedakan-cemasdepresi-psikotik.html' title='Tips Membedakan Cemas,Depresi, Psikotik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-57221202244441629</id><published>2011-06-02T08:15:00.001-07:00</published><updated>2011-06-02T08:15:34.136-07:00</updated><title type='text'>Merasa Puas dan Makna Kognitif Dibaliknya</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Kasus-kasus korupsi yang terjadi di Indonesia  semakin hari semakin banyak. Pasca Reformasi yang telah bergulir 13  tahun tidak menyurutkan langkah para koruptor, malahan jenis korupsi dan  gayanya semakin beragam. Semuanya seperti berlomba-lomba untuk terus  menerus mengeruk uang negara yang dianggap oleh para koruptor adalah  uang halal yang boleh diambil sesukanya jika ada kesempatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Apakah koruptor-koruptor ini tidak kaya materi dalam kehidupan  sehari-harinya, tentu saja kalau ditanyakan kepada mereka jawabannya  mungkin bahwa mereka belum kaya. Tapi pada kenyataannya mereka  sebenarnya hidupnya sudah berkecukupan apalagi jika dibandingkan dengan  warga masyarakat Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan. Lalu  mengapa masih merasa kurang cukup dan merasa masih perlu korupsi, apakah  ini pertanda kerakusan dan rasa tidak puas ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Merasa Puas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Dalam praktek sehari-hari sebagai seorang Psikiater saya banyak  menemukan orang-orang yang tidak merasa puas dengan kehidupannya.  Ketidakpuasan ini tergambar dalam kondisi fisik maupun mental. Secara  fisik mereka merasa kurang cantik, kurang tinggi jabatannya, kurang  banyak harta dan kekurangan materi lain. Secara mental mereka merasa  kurang pintar, kurang bisa bergaul, kurang bisa melakukan hal-hal yang  berguna dan banyak kekurangan non-materi lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Padahal bila saya lihat secara obyektif, pasien ini sebenarnya mempunyai  banyak kelebihan namun sayangnya kelebihan ini tertutup oleh perasaan  kekurangan yang dilebih-lebihkan. Kalau saja dalam diri kita terdapat 99  persen kebaikan dan 1 persen kekurangan, maka jika kita hanya melihat  yang 1 persen lalu kemudian membesar-besarkannya maka yang terlihat  dalam persepsi kita adalah yang 1 persen ini. Punya 99 persen kebaikan  akan menjadi percuma jika kita tidak melihatnya. Seperti mempunyai intan  berlian tapi tidak tahu itu apa.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Proses Kognitif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salah satu tugas seorang psikiater dalam proses terapi adalah  memperlihatkan secara obyektif keadaan ini. Lewat proses terapi kognitif  keadaan ini akan menjadi terlihat lebih nyata dan diharapkan mampu  mengubah persepsi yang salah pada diri pasien. Proses terapi kognitif  diawali dengan pengenalan terhadap masalah dan memperlihatkannya kepada  pasien dengan cara yang obyektif. Lewat proses wawancara terstruktur  persepsi-persepsi salah yang dimiliki pasien kemudian diuraikan dan  di”counter” dengan kenyataan obyektif yang ada.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Tentunya proses ini tidak berlangsung singkat. Seperti orang yang  belajar hal yang baru, maka latihan dan keinginan untuk berubah adalah  modal yang paling baik untuk mampu menjalani terapi ini dengan baik.  Kerjasama antara psikiater dengan pasien yang dilandasi dengan empati  dan saling percaya sangat penting. Pasien juga harus mau untuk membantu  dirinya sendiri mengubah persepsi yang salah tentang dirinya. Usaha ini  memerlukan usaha dan energi yang besar karena pada dasarnya manusia  seringkali tidak mau berubah untuk hal yang baik sekalipun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Semuanya di Tangan Kita&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semua perubahan di tangan kita. Saya tekankan lagi bahwa proses  perubahan ada di tangan kita sendiri. Tidak ada orang yang bisa  menyerahkan proses ini kepada siapapun juga. Jika anda ingin berubah  maka pertama niatkanlah dan lihat apa yang ingin kita ubah. Fokus dan  selalu kembali kepada niat kita jika tampak kita mulai kehilangan arah.  Niscaya lama kelamaan proses ini akan menjadi nyata hasilnya. Kembali  kepada masalah koruptor di atas, kalau sang calon koruptor atau koruptor  ini merasa memang tidak ada yang salah dalam dirinya, artinya memang  akan sulit mengubah perilakunya dan pikirannya. Apapun yang dikatakan  orang, itu tidak akan berguna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lalu kita bisa berbuat apa kalau demikian ? Berdiam diri atau ada usul untuk melakukan sesuatu ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-57221202244441629?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/57221202244441629/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=57221202244441629' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/57221202244441629'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/57221202244441629'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/06/merasa-puas-dan-makna-kognitif.html' title='Merasa Puas dan Makna Kognitif Dibaliknya'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2116830163029393397</id><published>2011-05-28T13:02:00.000-07:00</published><updated>2011-05-28T13:03:46.514-07:00</updated><title type='text'>Serangan Panik dan Gangguan Panik</title><content type='html'>Gangguan Panik merupakan salah satu gangguan jiwa yang sering terdapat  pada pasien-pasien yang berkunjung ke bagian kesehatan jiwa. Gejalanya  yang juga sangat mirip dengan serangan jantung membuat pada awalnya  pasien biasa datang ke Gawat Darurat atau ke dokter spesialis  jantung/penyakit dalam.&lt;br /&gt;        Gangguan panik didiagnosis bila  dalam waktu sebulan terakhir telah terjadi lebih dari 3 (tiga) kali  serangan panik. Serangan panik ini terjadi tiba-tiba, dan di antara  serangan panic tersebut pasien merasa khawatir jika dirinya mengalami  keadaan itu lagi (kecemasan antisipasi). Serangan panic ini juga telah  mengganggu fungsi pasien baik pribadi dan sosial.&lt;br /&gt;Di bawah ini  dituliskan gejala-gejala serangan panik yang biasa terdapat pada pasien.  Bila pasien mengalami 5 dari gejala ini yang berlangsung tiba-tiba dan  berlangsung lebih kurang 10 menit, maka dia dapat dikatakan mengalami  serangan panik.&lt;br /&gt;1.       Jantung berdebar dan peningkatan denyut jantung&lt;br /&gt;2.       Berkeringat&lt;br /&gt;3.       Badan terasa gemetar atau berguncang&lt;br /&gt;4.       Perasaan napas yang pendek&lt;br /&gt;5.       Perasaan seperti tercekik&lt;br /&gt;6.       Sakit dada atau perasaan tidak nyaman&lt;br /&gt;7.       Mual atau merasa tidak enak di perut&lt;br /&gt;8.       Merasa pusing, tidak stabil, kepala terasa ringan atau pingsan&lt;br /&gt;9.       Perasaan tidak nyata, merasa diri dan lingkungan seperti asing&lt;br /&gt;10.   Takut kehilangan kontrol atau menjadi gila&lt;br /&gt;11.   Takut mati&lt;br /&gt;12.   Kesemutan atau seperti baal&lt;br /&gt;13.   Rasa seperti terbakar atau kepanasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Jika anda mengalami gejala tersebut sering dan disertai  gangguan fungsi pribadi dan sosial, anda seharusnya segera berobat ke  dokter kesehatan jiwa. Dokter kesehatan jiwa pertama kali akan  menyingkirkan terlebih dahulu adanya kemungkinan diagnosis penyakit  jantung atau penyakit yang dapat memberikan gejala-gejala mirip seperti  serangan panik seperti gangguan tiroid (gondok). Bila semua sudah  disingkirkan maka diagnosis gangguan panik dapat ditegakkan.&lt;br /&gt;            Pengobatan gangguan panik meliputi pengobatan dengan obat dan  psikoterapi. Biasanya pasien akan mendapatkan obat dalam jangka waktu  tertentu (minimal 3 bulan) sambil terus dilatih agar bila serangan  paniknya datang, pasien dapat mengatasinya. Pasien gangguan panik  biasanya juga mempunyai latar belakang masalah psikologis yang nyata  sehingga dokter kesehatan jiwa akan berusaha membantu pasine mengatasi  hal tersebut.&lt;br /&gt;           Jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter kesehatan jiwa bila mengalami gangguan panik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2116830163029393397?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2116830163029393397/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2116830163029393397' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2116830163029393397'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2116830163029393397'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/serangan-panik-dan-gangguan-panik.html' title='Serangan Panik dan Gangguan Panik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-1755849224598814405</id><published>2011-05-27T09:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-27T09:44:33.462-07:00</updated><title type='text'>Alprazolam Yang Mengubah Hidup (Cerita Tentang Ketergantungan Obat)</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Semalam saat saya praktek, saya kembali  bertemu dengan pasien saya yang sedang berusaha menghentikan pemakaian  Alprazolamnya (dikenal dengan merk dagang Xanax, Alganax, Zypraz, Alviz,  Alprazolam generik). Bapak usia 70 tahun ini sudah mulai berhasil  menurunkan Alprazolam yang dia konsumsi. Saat bertemu saya 2 bulan yang  lalu, pasien sedang dalam kondisi “ketergantungan” Alprazolam dengan  dosis 3×0,5 mg selama setahun. Obat ini diberikan oleh seorang dokter  umum kepadanya karena kecemasan yang dia derita. Sayangnya pada  kelanjutannya pasien seperti sulit lepas dari Alprazolam ini dan  akhirnya memutuskan untuk terus pakai sampai akhirnya sadar dia sudah  mulai ketergantungan. Kemarin saat bertemu saya, program yang kami buat  bersama sudah mulai berhasil. Saat ini beliau sudah hanya makan  Alprazolam 2 kali dengan dosis 0,125mg dan direncanakan akan terus turun  sampai dosis nol.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Di lain kesempatan saya bertemu pasien lain yang mengalami  ketergantungan terhadap Alprazolam (Xanax) dengan dosis 3 kali 2  miligram. Bayangkan beliau ini memakan obat Alprazolam dengan dosis 6  miligram perhari. Padahal dosis pengobatan paling tinggi rata-rata yang  dipakai oleh pasien gangguan panik berat pun adalah 3×0,5 miligram. Obat  ini pertama kali diberikan oleh dokter neurologi sekitar 10 tahun yang  lalu dengan dosis 2×0,5 miligram namun terus naik sampai akhirnya  mencapai dosis saat ini. Ketergantungan ini juga dibantu oleh bebasnya  membeli alprazolam di apotek sebelum tahun 2009. Sejak tahun 2009 memang  ada kebijakan bahwa obat golongan Benzodiazepin hanya boleh dibeli  dengan resep dokter.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saya juga punya seorang pasien dengan ketergantungan Alprazolam sampai  dosis 3×1 miligram perhari. Pengobatannya pertama kali diberikan oleh  psikiater di Jepang bahkan dengan campuran obat anticemas golongan lain  yang di Indonesia tidak tersedia. Saat ini jika tidak makan Alprazolam,  pasien merasa tidak bisa bekerja, merasa seperti Zombie dan sulit  konsentrasi. Dalam forum yang beliau ikuti, beberapa kali beliau  mengatakan bahwa pemakaian dan ketergantungan Alprazolamnya disebabkan  karena “MUSIBAH by Procedure”. Artinya pengobatan dengan obat ini malah  yang membuatnya sakit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lihatlah salah satu tulisan di forum yang ditulis tentang obat  Alprazolam (kebetulan si bapak memakai merk Xanax) tentang pro dan  contra penggunaannya :&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;setelah beberapa tahun ini saya baca2 soal xanax di beberapa situs dan forum2 soal xanax, ternyata masih timbul pros &amp;amp; cons&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-di youtube dalam video siaran ABC Report about “XANAX  HABBIT”, rupanya  pihak FDA masih membela diri bahwa xanax masih  dinyatakan aman, dalam  siaran itu rupanya FDA nyewa actress yg  beracting sebagai seorang “xanax  addict”, tapi para penderita xanax  addict beneran yg nimbrung disitu  pada berkomentar “she’s a liar, she’s  just an actress hired by FDA,  she’s not a real xanax addict person”&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-di video lainnya siaran CNN about “Hooked On Xanax part.1  &amp;amp; 2″  barulah banyak komen2 yg mengutuk XANAX, bahkan banyak yg  menuntut agar  status XANAX dirubah jadi ILEGAL.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-seorang konselor panti rehab bicara, bahwa penderita XANAX  ADDICT bisa  lepas total dari xanax dalam waktu 18 bulan - 2 tahun,  itupun dengan  taruhan kematian, sedangkan pecandu heroin bisa sembuh  dalam waktu  paling lama 3 bulan. withdrawal xanax 30x lebih buruk  daripada  withdrawal HEROIN.&lt;/em&gt; &lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;&lt;em&gt;-seorang pecandu Heroin selama 10 tahun bisa berhenti dengan  pindah ke  xanax yg tadinya dianggap aman, tapi setelah 4 tahun  mengkonsumsi xanax,  dia merasa susah untuk melepaskannya. dia bilang,  withdrawal HEROIN:  Very Painfull, sedangkan withdrawal XANAX: Very  Horrible. &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; ALPRAZOLAM memang salah satu obat anticemas yang sering disalahgunakan  dan palling banyak menimbulkan ketergantungan serta toleransi. Di buku  teks &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Substance Abuse &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;obat alprazolam dikatakan  mempunyai potensi tinggi untuk membuat ketergantungan dan tolrensi  bahkan pada dosis pengobatan. Bagi para dokter ini adalah obat yang  sangat mujarab untuk menetralisir kecemasan. Indikasinya yang disahkan  oleh Food and Drug Administration (FDA) di Amerika Serikat sebenarnya  untuk Gangguan Panik dengan gejala panik yang berat. Artinya indikasinya  memang sangat jelas namun seringkali disalahgunakan bahkan dipakai  untuk obat tidur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saya sudah seringkali menulis tentang obat ini. Salah satu tulisan saya  di Kompasiana tentang Bijak Menggunakan Obat Penenang juga berbicara  tentang Alprazolam sebagai salah satu obat yang sering disalahgunakan.  Penelitian beberapa peneliti dan WHO bahkan mengatakan peresepan  Alprazolam paling banyak dilakukan oleh dokter umum dibandingkan dokter  spesialis Psikiatri (80% dokter umum menggunakan obat ini). Pengetahuan  tentang obat penenang yang terbatas tidak menyurutkan banyak dokter  untuk terus meresepkan obat ini. Sehingga tidak heran terkadang kita  menemukan beberapa resep obat racikan (terutam untuk gangguan lambung)  yang terdapat campuran dengan Alprazolam.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saya pribadi dalam praktek sangat jarang menggunakan obat ini. Bagi  pasien gangguan panik yang dalam buku teks dibolehkan memakai obat ini  pun saya hampir tidak pernah memberikan. Apalagi penelitian-penelitian  terakhir mengatakan bahwa penggunaan antidepresan golongan Serotonin  dinyatakan berguna dan efektif mengatasi gangguan panik. Sehingga hal  ini membuat penggunaan alprazolam bisa lebih dikurangi penggunaannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sekali lagi pesan saya, berhati-hatilah memakai Alaprazolam ini. Jika  memang tidak perlu janganlah menggunakan. Jika perlu sekali maka gunakan  sesuai indikasinya untuk gangguan panik yang berat dan tidak lebih dari  4 minggu. Jangan gunakan untuk membantu tidur atau hal-hal di luar  indikasi. Jangan sampai menyesal di kemudian hari.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-1755849224598814405?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/1755849224598814405/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=1755849224598814405' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1755849224598814405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1755849224598814405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/alprazolam-yang-mengubah-hidup-cerita.html' title='Alprazolam Yang Mengubah Hidup (Cerita Tentang Ketergantungan Obat)'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4587917499906143110</id><published>2011-05-17T21:13:00.000-07:00</published><updated>2011-05-17T21:15:05.112-07:00</updated><title type='text'>Apakah Antidepresan itu obat Keras ?</title><content type='html'>&lt;div style="font-style:italic"&gt;Pertanyaan :&lt;br /&gt;Kamaren  aku sakit mual + pusing beberapa hari,, terus ke dokter pas dokternya  tau aku under Cipralex (obat antidepresan), kenapa kok bilangnya Cipralex itu obat keras ya?  Emang Cipralex itu obat keras dan bisa merusak ginjal apa? Kok setau ku  enggak?&lt;/div&gt;           &lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;Mual2nya ke dokter apa ? Kalau bukan dokter psikiater, sangat  dimaklumi mereka mengatakan kalau semua obat antidepresan, antipsikotik  dan anticemas adalah obat keras, artinya karena mereka tidak mengetahui  secara langsung cara penggunaannya dan kalau dokter yang memang  mengetahui kompetensi dirinya tidak akan berani meresepkan.&lt;br /&gt;Dexamethason yang biasa diresepkan untuk pasien2 dokter umum juga  merupakan obat keras buat ibu hamil dan beberapa pasien tertentu. Obat  antidiabetes, kalau diberikan secara salah dan membuat koma hipoglikemia  juga bisa menjadi obat keras. Mungkin yang dimaksud si dokter adalah  bahwa obat2 psikiatri kebanyakan memang masuk golongan G, maka dari itu  tidak boleh sembarangan dipakai. Ini anehnya obat penenang seperti XANAX  (Alprazolam) aja lebih banyak digunakan oleh dokter umum dan spesialis  lain dalam bentuk racikan, bahkan data penelitian mengatakan bahwa 80%  peresep Alprazolam dan golongan benzodiazepin lain adalah dokter  umum/spesialis non psikiatri padahal jelas2 obat ini masuk dalam daftar G  dan dikenal sebagai obat golongan Psikotropika yang perlu pengawasan  ahli dalam pengobatannya.&lt;br /&gt;Tidak heran dalam praktek saya sering menemukan pasien2 yang  ketergantungan Xanax, Alfanax, Zypraz, Alviz adalah pasien2 yang pertama  kali mendapatkan resep ini dari dokter2 umum atau dokter spesialis  non-psikiatri sampai bertahun2.&lt;br /&gt;JAdi seharusnya memang seorang dokter harus bener2 mengetahui apa yang  dia bicarakan, jangan sembarangan bilang obat keras kalau tidak  mengerti.&lt;br /&gt;Saat ini pasien sudah sangat pintar, banyak informasi yang bisa  didapatkan dari media internet tentang informasi obat, kalau pengen yang  terpercaya silahkan buka website resmi FDA.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat informasi ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andri,dr,SpKJ&lt;br /&gt;Psychosomatic Medicine Specialist&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:mbahndi@yahoo.com"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4587917499906143110?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4587917499906143110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4587917499906143110' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4587917499906143110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4587917499906143110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/apakah-antidepresan-itu-obat-keras.html' title='Apakah Antidepresan itu obat Keras ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4757512625966238970</id><published>2011-05-15T03:45:00.000-07:00</published><updated>2011-05-15T03:48:03.142-07:00</updated><title type='text'>Keluhan Takut Mati Salah Satu Keluhan Serangan Panik</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Dalam praktek sehari-hari saya memang lebih  banyak bertemu dengan pasien gangguan cemas terutama pasien gangguan  cemas panik. Keluhan cemas panik sering dikeluhkan oleh pasien-pasien  saya sebagai keluhan yang tidak nyaman dan membuat mereka kehilangan  percaya diri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Keluhan panik yang dikenal dalam praktek sehari-hari dan sesuai dengan  definisi keluhan serangan panik berdasarkan Textbook of Psychiatry,  Kaplan and Saddock terdiri dari 13 keluhan yaitu :&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;jantung berdebar, peningkatan denyut jantung&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;keluar keringat&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;gemetaran&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;nafas pendek atau perasaan tercekik&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;perasaan tersedak&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;nyeri dada, atau perasaan tidak nyaman di dada&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;mual atau perasaan tidak nyaman di perut&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;merasa bingung, tidak stabil, kepala ringan, mau pingsan&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;derealisasi (perasaan tidak nyata) atau depresonalisasi (merasa seperti bukan dirinya)&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;takut kehilangan kontrol atau takut menjadi gila&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;takut mati&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;kesemutan atau perasaan baal&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;merinding atau perasaan panas&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt; Saya melakukan survey kecil-kecilan kepada para orang yang pernah atau  mengalami gangguan panik dan serangan panik baik yang sudah berobat  maupun tidak. Responden bisa memilih dari ke 13 keluhan tersebut mana  yang paling sering dikeluhkan dan pilihannya bisa lebih dari satu karena  memang kebanyakan keluhan yang dialami tidak pernah satu saja. Hasilnya  dari 31 responden sampai saat ini, 67,7% dari responden mengeluh &lt;strong&gt;Jantung Berdebar-debar &lt;/strong&gt;dan 64,5% dari responden mengeluh &lt;strong&gt;Perasaan Takut Mati&lt;/strong&gt;.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Perasaan takut mati pada serangan panik adalah sesuatu yang sangat khas.  Bagi orang yang tidak pernah mengalammi serangan panik, maka keluhan  takut mati ini mungkin bisa dianggap mengada-ada. Ada seorang pasien  yang bahkan merasa malu datang ke saya karena banyak orang di sekitarnya  mengatakan bahwa perasaan takut mati yang dialami itu seperti orang  yang kurang iman. Padahal tidak ada hubungan antara kurang iman dan  perasaan takut mati, hal ini berdasarkan penelitian-penelitian tentang  gangguan panik dan serangan panik yang telah diteliti sejak lama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Apa Di Balik Keluhan ini ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Keluhan takut mati biasanya dialami oleh orang-orang yang mengalami   kecemasan. Berbeda dengan keluhan ingin mati yang dialami oleh pasien   yang mengalami depresi. Keluhan cemas bisa timbul karena ada faktor   stres yang akut atau stres yang bersifat kronis (berkepanjangan).   Sebenarnya orang menjadi cemas jika ada sesuatu yang “mengancam”   keseimbangan tubuh dan otaknya, dan mekanisme timbulnya cemas itu adalah   sebagai respon adaptasi tubuh untuk menyiapkan diri melawan ancaman   itu. Namun pada beberapa orang, respon ini menjadi berlebihan bahkan   ketika tidak ada ancaman.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Hal ini terjadi karena stres yang lama  bisa mengakibatkan perubahan  struktur sistem saraf di otak yang  melibatkan sistem neuroendokrin  (hubungannya dengan hormon adrenalin dan  hormon stres kortisol) dan  sistem saraf otonom (sistem saraf simpatis  dan parasimpatis). Perubahan  pada sistem otak inilah yang mengakibatkan  walaupun tidak ada hal yang  mengancam tetapi otak mempersepsikan sebagai  suatu kecemasan. Intinya  ada sistem alarm yang salah terhadap kondisi  lingkungan. (diambil dari  http://health.kompas.com/read/2011/05/13/17154826/Keluhan.Takut.Mati)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Apa Yang Bisa Dilakukan ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Gangguan panik adalah gangguan jiwa yang paling sering terjadi. Survey  yang saya lakukan mengatakan keluhan ini di Indonesia terjadi paling  banyak pada usia 30-35 tahun, suatu usia yang secara kepribadian sudah  lebih matang. Berbeda dengan keluhan panik yang terjadi pada orang  Amerika yang biasanya terjadi pada usia yang lebih muda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Individu yang mengalami keluhan ini bisa segera berobat ke psikiater  agar mendapatkan pengobatan yang lebih baik. Penggunaan anticemas  seperti Alprazolam sebaiknya jika memang diperlukan tidak boleh terlalu  lama dipakai karena sebenarnya gangguan cemas saat ini terapi utamanya  adalah dengan antidepresan golongan SSRI (serotonin selective reuptake  inhibitor) seperti : Sertraline dan Escitalopram. Sebaiknya alprazolam  sebisa mungkin dihindari jika memang tidak perlu karena potensinya untuk  membuat pasien tergantung atau kondisi putus obat yang seringkali tidak  nyaman sehingga membuat pasien sulit lepas. Jika dipakai haruslah  dengan pengawasan dokter yang mengerti efek obat ini yaitu psikiater.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Semoga tulisan ini berguna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Salam Sehat Jiwa !&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4757512625966238970?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4757512625966238970/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4757512625966238970' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4757512625966238970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4757512625966238970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/keluhan-takut-mati-salah-satu-keluhan.html' title='Keluhan Takut Mati Salah Satu Keluhan Serangan Panik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5484060245076333555</id><published>2011-05-11T17:05:00.000-07:00</published><updated>2011-05-11T17:07:59.152-07:00</updated><title type='text'>Agorafobia ? Apakah Gangguan Panik ?</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;Salam Kenal Pak Dokter…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Dengan menemukan artikel Bpk dibeberapa situs yang telah saya baca, akhirnya saya mengetahui bahwa saya ini mengalami &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;“Agorafobia”&lt;/span&gt;, sebelumnya saya pernah ikut Hipnosis tapi tidak maksimal utk membantu proses penyembuhan saya.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Dalam  kesempatan ini saya ingin menanyakan kepada Pak Dokter, apakah  Agorafobia yg saya alami bisa disembuhkan. Karena saya merasa sangat  dirugikan sejak mengalami penyakit tersebut. Saya tidak bisa  beraktifitas secara maksimal karena selalu merasa cemas untuk melakukan  kegiatan. Apalagi merasa takut menghadapi kemacetan dan tidak bisa  berjalan sendirian.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Mohon infonya Pak…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih…&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;div&gt;&lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Agorafobia  biasanya tidak berdiri sendiri pak, dia biasanya “nempel” dengan  gangguan cemas panik. Artinya ketika bapak mengalami gangguan cemas  panik, bapak merasa takut untuk keluar rumah dan berada di tempat ramai  sendirian kalau gak ada yang nemenin. Hal ini disebabkan karena bapak  taku kalau-kalau serangan panik datang tidak ada orang yang kenal dan  bisa membantu. Tidak heran orang yang mengalami gangguan panik sering  tidak mau pergi ke luar rumah sendirian.&lt;br /&gt;Jadi saran saya obatin dulu ganguan cemas paniknya pak, biasanya waktu  yang dibutuhkan sekitar 3 bulan dengan obat dan psikoterapi terutam,a  psikoedukasi, bapak akan bisa merasakan kebaikan. Sukes terapinya ya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;p&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;Salam Sehat Jiwa,&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="font-family: arial,helvetica,sans-serif;"&gt;dr. Andri,SpKJ &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                    Psychosomatic Medicine Specialist&lt;br /&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5484060245076333555?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5484060245076333555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5484060245076333555' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5484060245076333555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5484060245076333555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/agorafobia-apakah-gangguan-panik.html' title='Agorafobia ? Apakah Gangguan Panik ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8007336355876521078</id><published>2011-05-07T08:43:00.000-07:00</published><updated>2011-05-07T08:44:16.734-07:00</updated><title type='text'>Ganja Yang Saya Tahu</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ribut-ribut masalah legalisasi Ganja memang menarik dicermati.  Setelah tahun lalu kita disibukkan dengan rokok dan undang-undang  sehubungan dengan itu, kini ada sebagian kelompok mengatakan perlunya  legalisasi Ganja. Rokok dan Ganja secara pribadi saya kenal dalam  buku-buku psikiatri umum dan buku psikiatri yang membahas khusus masalah  penyalahgunaan zat adiktif. Keduanya sama-sama masuk golongan zat  adiktif yang menimbulkan ketergantungan. Secara diagnostik, pemakaian  kedua zat tersebut termasuk dalam diagnostik gangguan jiwa menurut DSM  IV-TR (USA), ICD 10 (WHO) dan PPDGJ III (INDONESIA) yang bisa  menimbulkan intoksikasi, reaksi putus zat dan ketergantungan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ganja  sebenarnya merupakan sebutan Canabis (yang mengandung  tetrahidrocabinol) dengan kekuatan menengah. Canabis/Marijuana yang  paling murah dan potensinya lemah banyak digunakan di Amerika Serikat  dengan nama Bhang. Kekuatan marijuana/canabis yang paling kuat adalah  Chara yang banyak ditemukan di India. Marijuana sendiri sudah dikenal  sejak lama bahkan sejak sebelum masehi dan terdapat dalam konpedium obat  herbal cina yaitu the &lt;span class="emph_I"&gt;Herbal of Emperor Shen Nung&lt;/span&gt; tahun 2737 SM.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Efek Ganja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Efek  yang ingin didapatkan dari pemakaian ganja adalah rasa senang yang  berkelebihan (euforia). Selain euforia sebenarnya juga pengguna ganja  merasa waktu berjalan lambat sehingga terkadang menimbulkan efek  ketenangan bagi mereka yang menggunakannya untuk relaks. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada  pemakaian yang berkelebihan, Ganja bisa menyebabkan intoksikasi dengan  gejala mata merah, jantung berdebar, mulut kering dan nafsu makan yang  bertambah. Orang yang mengalami intoksikasi ganja juga menjadi rentan  terhadap stimulus luar, dia menjadi merasa melihat cahaya lebih terang  dan lebih kaya warna. Tidak heran ada beberapa pelukis yang menggunakan  ganja sebagai "media" untuk mendapatkan gambaran warna yang jelas.  Selain itu juga ganja bisa menimbulkan ide-ide paranoid. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sangat  tidak disarankan bagi pengguna ganja ketika sedang mengalami efek  ganjanya mengendarai kendaraan bermotor karena sangat berbahaya akibat  menurunnya daya psikomotor pengguna ganja. Penggunaan yang lama dari  marijuana juga menimbulkan penurunan daya pikir yang jelas. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun  efek yang diharapkan sebenarnya adalah mencapai keadaan euforia, salah  satu keadaan yang mungkin terjadi adalah kebalikannya yaitu  Amotivational Syndrome alias sindrom tidak ada motivasi. Pemakai ganja  bisa tidak ada keinginan untuk bekerja, sekolah dan beraktifitas. Orang  yang memakai ganja ini bisa tampak lemah, letih dan lesu. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;b&gt;Kebaikan Ganja &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah  satu kebaikan ganja adalah serat tanaman ganja yang kuat yang dapat  dibuat sebagai kantong yang kuat. Kontroversi penggunaan zat yang  terkandung dalam tanaman ganja untuk kepentingan medis masih menjadi  bahan perdebatan. Walaupun terdapat kegunaannya seperti untuk pasien  kemoterapi yang mengalami mual luar biasa, nyeri yang kronis yang tidak  bisa sembuh dengan obat-obat konvensional, penggunaan bahan aktif yang  terkandung dalam ganja untuk pengobatan masih illegal di Amerika  Serikat. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jadi silahkan anda pilih sendiri mana yang anda anggap  paling baik. Bagi saya dengan melihat karakteristik masyarakat dan  ketidaksiapan perangkat hukum, melegalkan ganja hanya akan menjadikan  masalah baru dalam bidang kesehatan dan juga sosial ekonomi termasuk  politik. Bagaimana dengan anda ? &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8007336355876521078?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8007336355876521078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8007336355876521078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8007336355876521078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8007336355876521078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/ganja-yang-saya-tahu.html' title='Ganja Yang Saya Tahu'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-1730814713889545809</id><published>2011-05-02T18:54:00.000-07:00</published><updated>2011-05-02T18:55:52.255-07:00</updated><title type='text'>Respon Stres Yang Membunuh Kita</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span class="messageBody"&gt;“It’s not stress that kills us, it’s our Reaction to it” (Hans Seyle)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Jika anda mengatakan tidak pernah mengalami stres dalam kehidupan anda,  saya rasa anda adalah pembohong paling besar yang pernah hidup di dunia  ini. Mengapa saya berani mengatakan demikian ? Hal ini karena stres  sebenarnya adalah sesuatu yang normal terjadi dalam kehidupan manusia.  Apa yang membuat orang stres adalah karena keseimbangan (homeostasis)  yang terganggu dalam tubuhnya. Respon yang terjadi bisa respon  fisiologis (fisik) dan respon psikologis (kejiwaan).&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sebelum ke pembahasan lebih lanjut, saya hanya ingin menekankan bahwa  stres yang dimaksud ini adalah kumpulan respon fisiologis maupun  emosional terhadap stimulus apapun yang mengganggu keseimbangan  seseorang. Stres di sini bukan yang dimaksud sebagai gangguan kejiwaan  seperti depresi maupun skizofrenia, yang sering disalahartikan oleh  masyarakat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Stres Baik dan Stres Jahat&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;Stres tidak selalu buruk. Hans Seyle  mengatakan ada dua kategori stres yaitu Eustress dan Distress. Eustress  adalah stres yang baik yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu  lebih baik lagi. Stres ini diadaptasi dengan baik oleh tubuh sebagai  suatu respon yang normal dan memberikan rasa nyaman dalam melakukannya.  Sebaliknya Distress adalah stres yang buruk, yang membuat orang menjadi  tidak nyaman baik secara fisik maupun psikis.Stres ini diakibatkan  respon adaptasi yang kurang baik yang dilakukan oleh individu tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;Contoh yang mudah adalah ketika kita sedang  macet di jalan. Faktor yang bisa disebut sebagai stresor (hal yang  membuat stres) ini bisa diartikan berbeda untuk tiap orang. Bagi yang  sedang macet bersama orang yang sedang ditaksirnya (alias gebetan)  mungkin macet yang lama makin menyenangkan karena waktu bersama akan  semakin banyak. Sedangkan jika ada kondisi yang sama buat pasangan yang  sedang berkelahi atau sedang ribut, maka respon yang didapatkan akan  sangat tidak nyaman. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;&lt;strong&gt;Jangan dipegang lama-lama&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;Bila mengikuti hukum fisika, bahwa energi itu  akan berpindah dari satu bentuk ke bentuk lain, maka demikian juga  stres. Kita sering menjadi tidak nyaman dengan stres karena selain  persepsi kita terhadap stres yang negatif, stres ini juga kita pegang  terlalu lama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;Perumpamaan yang baik adalah ketika kita  memegang sebuah gelas berisi air. Jika kita memegang gelas tersebut  hanya dalam waktu 1 menit mungkin tidak akan terasa, tapi coba jika kita  pegang dalam posisi yang sama selama 1 jam. Pasti kita akan merasakan  yang tidak nyaman. Begitupun juga stresor, hal yang membuat kita tidak  nyaman jika kita pegang lama-lama juga akan menimbulkan efek yang tidak  nyaman buat tubuh kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;&lt;strong&gt;Respon Yang Dilatih&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;Merespon stres secara positif memang bukan  pekerjaan mudah, ini perlu latihan seumur hidup. Secara otomatis respon  kita terhadap stres yang datang adalah negatif, bagaimana kita berpikir  sebaliknya adalah respon yang didapatkan secara latihan yang lama. Kita  perlu menyadari kalau hal-hal ini bisa dipelajari dan dilatih dalam  setiap kesempatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;span class="messageBody"&gt;Selama orang itu masih bisa berpikir dengan  baik maka respon kita terhadap stres bisa berubah. Tergantung kita mau  ke arah yang baik dan yang buruk, respon kita terhadap stres ini yang  bisa menyelamatkan atau membunuh kita. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span class="messageBody"&gt;Salam Sehat Jiwa&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-1730814713889545809?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/1730814713889545809/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=1730814713889545809' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1730814713889545809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1730814713889545809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/05/respon-stres-yang-membunuh-kita.html' title='Respon Stres Yang Membunuh Kita'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-131803049680381395</id><published>2011-04-28T22:09:00.000-07:00</published><updated>2011-04-28T22:10:29.627-07:00</updated><title type='text'>Cuci Otak Dalam Kehidupan Sehari-hari</title><content type='html'>&lt;p&gt; Belakangan ini orang ramai membicarakan tentang cuci otak. Suatu  organisasi yang dikatakan ekstrimis dan bersifat radikal dinyatakan  telah berhasil melakukannya kepada para mahasiswa yang bahkan mempunyai  pendidikan yang baik. Bicara tentang cuci mencuci otak saya ingin ingin  memperlihatkan hasil serching di google tentang apa dan maksud dari kata  Brainwashing.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Terdapat dua penjelasan kata Brainwashing yang saya dapatkan seperti di bawah ini :&lt;/p&gt; &lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;The application of a concentrated means of persuasion,  such as an advertising campaign or repeated suggestion, in order to  develop a specific belief or motivation (answer.com)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;p&gt;   &lt;/p&gt;&lt;li&gt;&lt;a class="mw-redirect" title="Brainwashing" href="http://www.kompasiana.com/wiki/Brainwashing"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Brainwashing&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;,  the application of coercive techniques to change the values and  beliefs, perceptions and judgments, and subsequent mindsets and  behaviors of one or more people, usually for political, financial,  personal, or religious purposes  (wikipedia)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt; Saya kemudian berpikir-pikir kalau merujuk kepada definisi yang pertama  tentang suatu cara-cara persuasi seperti kampanye iklan ataupun  saran-saran yang diulang-ulang untuk membangun suatu kepercayaan atau  motivasi, maka bukankah ini sering kita alami sehari-hari ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Lihat saja apa yang kita terima dari media sehari-hari. Iklan-iklan yang  terus menerus dilakukan oleh para marketer membuat kita mampu mengubah  persepsi kita tentang sesuatu hal. Misalnya seorang ibu yang merasa  masakan belum sedap tanpa bumbu masak tertentu. Seorang pria dewasa yang  berasa kurang kreatif atau kurang kebersamaan kalau tidak merokok salah  satu merk rokok tertentu. Seorang remaja putri yang merasa kurang putih  kalau tidak pake kosmetik tertentu. Ini salah satu keberhasilan  “brainwashing” para marketer itu kepada kita para pemirsanya bukan ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Memang kalau merujuk kepada definisi kedua, yaitu bahwa ada sifat  memaksa dalam upaya brainwashing ini, maka hal ini tidak termasuk. Namun  kalau dipikir-pikir apakah teman kita yang tergabung di asuransi atau  di perusahaan MLM, seringkali juga melakukan tindakan sedikit atau  banyak memaksa kita untuk melakukan sesuatu yang dia mau ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Dasarnya Perubahan Kognitif dan Perilaku&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pada dasarnya baik tujuan politik, agama, finansial ataupun personal,  akan terjadi perubahan kognitif dan perilaku pada orang yang mengalami  “brainwashing”. UNtuk melakukan “brainwashing” ini seseorang perlu  belajar tentang perilaku dan kognitif manusia. Cara-cara psikologis  biasanya mempunyai akses untuk memahami ini. Tidak heran para marketer,  motivator saat ini banyak yang mempelajari ilmu psikologis dan ilmu  perilaku untuk memberikan hasil yang lebih baik pada pekerjaan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sayapun dalam kehidupan saya sehari-hari sebagai psikiater melakukan  terapi kognitif dan perilaku kepada pasien saya. Perubahan kognitif  salah satu contohnya adalah mengubah pandangan pasien bahwa dirinya  adalah orang paling malang sedunia. Ini contoh yang rasanya terdengar  “dangdut” tapi memang sering dialami oleh pasien-pasien saya. Dengan  kemampuan teknik psikoterapi yang saya miliki, saya mem-”brainwashing”  pasien agar berpikiran lebih positif terhadap hidupnya. Tentunya dengan  memaparkan kondisi yang ada serta menggoyahkan “kepercayaan” pasien  bahwa dirinya paling malang sedunia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Jadi sebenarnya kita semua ini adalah “korban brainwashing” dalam  kehidupan kita sehari-hari .&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-131803049680381395?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/131803049680381395/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=131803049680381395' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/131803049680381395'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/131803049680381395'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/cuci-otak-dalam-kehidupan-sehari-hari.html' title='Cuci Otak Dalam Kehidupan Sehari-hari'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-6843407594663278250</id><published>2011-04-24T05:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T05:19:42.627-07:00</updated><title type='text'>Amnesia ; Si Penyakit Lupa Ingatan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-fareast-font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Wahyudi, 30 tahun tiba-tiba tidak mengenali lagi istri dan anaknya. Dia sendiri kebingungan sedang di mana dia sekarang dan mengapa tubuhnya banyak luka. Wahyudi mengalami kondisi lupa ini sesaat setelah kecelakaan motor yang baru saja menimpanya dua hari lalu. Dia sempat satu hari tidak sadarkan diri, ketika sadar Wahyudi masih meracau sebelum akhirnya sadar penuh namun tidak mengenali lagi istri dan keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Kejadian di atas bukan terdapat di sinetron atau film Indonesia. Lupa yang tiba-tiba terjadi setelah kasus kecelakaan yang menyebabkan guncangan pada kepala sering dialami pasien. Selain kondisi trauma pada daerah kepala, keracunan karbonmonoksida dan konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama dan berlebihan juga dapat menyebabkan lupa ingatan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Amnesia &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Lupa ingatan yang dimaksud dalam kondisi di atas lebih sering dikenal dengan sebutan amnesia. Dalam pedoman diagnosis gangguan jiwa menurut Diagnosis Manual dari Perkumpulan Psikiater Amerika (DSM-IV TR), gangguan amnesia ditandai dengan ketidakmampuan untuk mempelajari hal baru atau ketidakmampuan dalam memanggil atau mengingat ingatan atau memori lama yang telah dipelajari atau diingat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kondisi ini juga harus dibuktikan telah didahului oleh suatu kondisi medis umum yang mempunyai efek langsung terhadap terjadinya ganguan amnesianya saat ini. Kondisi medis umum ini termasuk cedera atau trauma kepala, tumor otak terutama di daerah talamus dan temporal, adanya perdarahan pembuluh darah otak terutama di daerah talamus dan temporal, kejang lama serta kondisi gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia). Selain itu juga kondisi amnesia bisa disebabkan karena kondisi kekurangan oksigen yang berat seperti pada keracunan karbonmonoksida dan penggunaan alkohol yang lama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada juga yang dikenal dengan amnesia disosiatif. Kondisi ini berkaitan dengan ketidakmampuan untuk mengingat informasi pribadi yang penting yang biasanya bersifat traumatik secara emosional atau mempunyai beban tekanan yang kuat terhadap emosional. Pada kondisi ini tidak ditemukan secara jelas adanya suatu kondisi medis yang telah disebutkan di atas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pada kondisi amnesia disosiatif biasanya kehilangan orientasi terhadap dirinya sendiri dan biasanya lupa ingatannya hanya pada memori tertentu. Sebagai contoh, pasien dengan amnesia disosiatif dapat lupa dengan nama dan alamat rumahnya tetapi masih mempunyai memori masa lalu yang berkesan serta mampu mengingat informasi baru. Kondisi ini juga sering berhubungan dengan kondisi emosional kehidupan y ang penuh tekanan yang melibatkan uang, perkara hukum atau hubungan yang bermasalah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Beda Amnesia Dengan Demensia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Walaupun sama-sama dikatakan mempunyai kondisi yang sama yaitu lupa, amnesia dapat dibedakan dengan jelas dengan demensia atau sering dikenal sebagai penyakit pikun. Selain penyebab amnesia yang biasanya jelas dan mempunyai akibat langsung, amnesia juga kebanyakan terjadi tiba-tiba. Ini sangat berbeda dengan demensia yang terjadi sedikit demi sedikit sehingga terkadang keluarga tidak menyadarinya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Amnesia juga biasanya berlangsung statis dan dapat mengalami perbaikan jika kondisi medis penyebabnya juga diperbaiki. Artinya orang yang mengalami amnesia bisa suatu waktu baik secara singkat maupun perlahan dan mampu mengingat kembali semua memori yang dilupakannya. Ini sangat berbeda dengan demensia yang semakin lama semakin menurun daya pikirnya. Kondisi demensia makin lama bukan membaik tapi malahan semakin parah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Penderita amnesia juga tidak mengalami penurunan dalam fungsi bahasa, pengetahuan umum dan fungsi kehidupan sehari-harinya. Kondisi yang menonjol hanya tidak mampu mengingat memori masa lalu atau tidak mampu mempelajari informasi baru. Penderita demensia adalah sebaliknya. Selain penurunan daya ingat, pasien demensia juga mengalami penurunan kemampuan berbahasa, berkurangnya pengetahuan umum dan fungsi pribadi yang semakin menurun. Pada akhirnya pasien demensia yang tidak diobati dapat lupa sama sekali, tidak peduli dengan keadaan sekitar dan diam terus menerus. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengobatan Amnesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengobatan yang disarankan untuk mengobati gangguan amnesia adalah dengan mengobati penyebab dasarnya. Seperti yang telah dikemukakan di atas, kondisi medis umum yang menyebabkan orang mengalami amnesia yang paling sering adalah cedera kepala. Maka dari itu penanganan yang segera dan tepat harus menjadi prioritas utama. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Selain itu walaupun pada kondisi amnesia, penderitanya sulit mengingat, bantuan kita sebagai keluarganya akan sangat membantu dalam mengenali lingkungan dan orientasinya terhadap waktu, tempat dan orang. Penderita amnesia setiap hari dapat diberitahukan tentang waktu, hari dan tanggal. Penderita juga diorientasikan terhadap tempat dan orang-orang di sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah episode amnesianya terlewati, maka psikoterapi baik dengan teknik kognitif maupun suportif dapat membantu penderita yang telah baik memorinya untuk memahami apa yang telah terjadi dan mampu meneruskan kehidupannya secara baik ke depan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Suara Pembaruan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-6843407594663278250?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/6843407594663278250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=6843407594663278250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6843407594663278250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6843407594663278250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/amnesia-si-penyakit-lupa-ingatan.html' title='Amnesia ; Si Penyakit Lupa Ingatan'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-3001066766438399412</id><published>2011-04-24T02:44:00.000-07:00</published><updated>2011-04-24T02:45:34.284-07:00</updated><title type='text'>Apakah Cokelat Obat Depresi ???</title><content type='html'>&lt;p&gt;Banyak orang mengira bahwa coklat adalah obat stres. Di bawah ini  adalah wawancara saya dengan salah satu wartawan koran nasional beberapa  waktu yang lalu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Apakah yang bisa membuat seseorang depresi?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Seseorang bisa mengalami depresi karena tiga faktor yang saling  berkaitan yaitu faktor biologi, psikologi dan sosial. Penelitian  mengatakan bahwa faktor biologi yang berpengaruh adalah adanya system  neurotransmitter di otak yang terganggu, yaitu system serotonin di dalam  otak kita. Yang terjadi adalah kurangnya zat tersebut di celah sinaps  sebagai penghubung antar sistem saraf. Kondisi psikologis seseorang juga  sangat berpengaruh terhadap timbulnya depresi. Faktor risiko seperti  kehilangan seseorang atau sesuatu yang dicintai, menderita penyakit  berat, kesendirian, atau bencana alam bisa menjadi pemicu yang sering  kali menimbulkan depresi bila daya tahan adaptasi orang tersebut tidak  baik. Lingkungan sosial juga berpengaruh, kehidupan sosial yang berat,  ekonomi yang kurang, pergaulan yang tidak sehat juga mampu menjadi  faktor pemicu depresi&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Apakah benar kandungan yang terdapat dalam      coklat bisa membuat  seseorang tenang dari depresi? Apa kaitannya?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Makanan seperti coklat, makanan pedas mampu meningkatkan endorphine di  dalam tubuh. Endorphine adalah suatu zat hormon yang diproduksi di dalam  tubuh yang berfungsi meningkatkan rasa senang dan menghilangkan rasa  nyeri. Tapi ingat hal ini terjadi jika belum terdapat kerusakan atau  keseimbangan yang terganggu di dalam otak akibat depresi. Jadi coklat  bagaimanapun tidak bisa menyembuhkan depresi, coklat hanya membantu  orang yang sedang dalam kondisi tidak nyaman atau stres akut sedikit  lebih tenang, itupun sifatnya sementara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Dalam hal mengatasi depresi, apakah ada      makanan yang bisa  digunakan untuk mengatasi depresi?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Sampai saat ini zat yang dipercaya berhubungan dengan penanganan depresi  adalah asam folat dan vitamin B12. Penambahan asam folat dan vit B12  dalam terapi pasien depresi banyak dipakai termasuk oleh saya sendiri.  Selain itu juga banyak penelitian mengatakan Minyak Ikan dan Omega 3  juga mempunyai efek yang baik dalam membantu penanganan depresi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Bagaimana cara atasi depresi?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pertama dengan memperkuat daya tahan adaptasi terhadap stres, banyak  cara yang bisa dilakukan yaitu dengan melatih pikiran positif, beribadah  dan membaca buku-buku yang memicu motivasi. Berpikir positif adalah  sesuatu yang mudah dikatakan tapi sulit dilakukan. Untuk itu kita harus  selalu berlatih&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Kedua dengan memperkuat daya tahan tubuh secara fisik dengan berolahraga  teratur, makan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Olahraga  membuat endorphine keluar sehingga menyebabkan rasa senang,  makan-makanan yang bergizi dan mengurangi stimulan di dalam makanan  sehari hari (kopi, rokok, perasa) juga gula dan garam yang terlalu  banyak akan membuat badan lebihh sehat. Istirahat yang cukup juga sangat  membantu pemulihan kondisi tubuh yang tidak sehat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ketiga bila memang tidak bisa mengatasi kondisi depresi, ada baiknya  berkunjung ke psikiater, karena depresi bukanlah suatu penyakit yang  memalukan, bukan juga sebagai bukti seseorang kurang imannya. Depresi  merupakan suatu penyakit yang sama saja dengan penyakit fisik lain,  bahkan di Amerika sana, depresi sudah dinyatakan sebagai suatu penyakit  sistemik (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Depression is a systemic disease,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; Textbook of  Psychosomatic Medicine by Michael Blumenfield, 2006)&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;b&gt;Berikan dong tips agar terhindar dari depresi?&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; - Menerima diri apa adanya&lt;/p&gt; &lt;p&gt; - Memperkuat adaptasi terhadap stres dengan berlatih berpipkir positif  dan melihat segala sesuatu dengan lebih obyektif&lt;/p&gt; &lt;p&gt; - Mempunyai teman untuk bercerita&lt;/p&gt; &lt;p&gt; - Pola hidup sehat dan cukup istirahat&lt;/p&gt; &lt;p&gt; - Kurangi pemakaian makanan stimulan (sebenarnya di buku Brain Manual  termasuk coklat lho...jadi kamu gak boleh juga terlalu banyak makan  coklat karena sifat menyenangkannya hanya sementara)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-3001066766438399412?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/3001066766438399412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=3001066766438399412' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3001066766438399412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3001066766438399412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/apakah-cokelat-obat-depresi.html' title='Apakah Cokelat Obat Depresi ???'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5930050863734145597</id><published>2011-04-19T22:46:00.000-07:00</published><updated>2011-04-19T22:47:31.045-07:00</updated><title type='text'>Bete Saat Mau Mens</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;    &lt;w:usefelayout/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;  mso-para-margin:0in;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pernahkah anda atau pasangan anda mengalami perasaan yang tidak enak menjelang mau menstruasi ? Saya yakin pernah. Walaupun secara statistik hanya di bawah 10 % wanita yang benar-benar dapat didiagnosis sebagai Premenstrual Dysphoric Disoder (PMDD) tapi kondisi tidak nyaman secara fisik dan psikis menjelang mens adalah hal yang biasa terjadi pada wanita di masa subur. Kebanyakan dari kita lebih banyak mengenal sebagai Premenstrual Syndrome (PMS) walaupun secara jumlah gejala dan beratnya berbeda.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Premenstrual Dysphoric Disoder atau Premenstrual Syndrome ?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Premenstrual Dysphoric Disorder (&lt;span style="color: white; background: none repeat scroll 0% 0% rgb(49, 106, 197);"&gt;PMDD&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;) adalah kondisi somatopsikis yang dipicu oleh perubahan level dari hormon steroid seks yang dihubungkan dengan siklus ovulasi menstruasi. Kondisi ini berlangsung sekitar 1 minggu sebelum terjadinya mens dan dikarakteristikam dengan iritabilitas, emosional yang labil, sakit kepala, kecemasan dan depresi. Gejala somatik meliputi edema, penambahan berat badan, nyeri di payudara, sinkop (pingsan) dan kesemutan. Kondisi ini bisa terjadi pada sekitar 5% wanita. Pengobatannya adalah sesuai gejala (simptomatik) termasuk pemberian analgesik (pereda sakit) dan obat anticemas ringan jika terdapat gangguan tidur. Penelitian mengatakan pada beberapa pasien ternyata responsif terhadap pemberian antidepresan SSRI. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sampai saat ini kriteria diagnosis yang benar-benar valid untuk menyatakan seseorang mengalami PMDD masih belum ada. Hal ini yang menyebabkan secara statistik, prevalensi atau angka kejadian kondisi ini tidak diketahui pasti. Beberapa gejala yang yang selama ini diteliti oleh para ahli meliputi gejala &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mood depresi yang jelas, merasa tiada harapan atau pikiran-pikiran buruk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Cemas, tegang, merasa sulit berpikir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Labil, menjadi murah sedih, menangis dan meningkat sensitifitasnya terhadap penolakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Marah yang terus menerus, iritabilitas, peningkatan konflik interpersonal &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penurunan minat terhadap aktifitas yang biasa (kerja,sekolah, sosial, hobi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perasaan subyektif sulit berkonsentrasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Mudah lelah, lesu, tidak bertenaga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Perubahan nafsu makan, terlalu banyak makan atau “mengidam” makanan tertentu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Terlalu banyak tidur atau Insomnia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Merasa banyak beban dan sulit mengkontrol diri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;11.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gejala fisik seperti sakit kepala, payudara menjadi keras, nyeri otot dan sendiri, mual atau bertambah berat badan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk didiagnosis sebagai PMDD maka perlu ada 5 gejala di atas dengan salah satu gejala tersebut adalah gejala nomor 1,2,3,atau 4. Secara pengalaman klinis dan penelitian kondisi tersebut tidak banyak ditemui. Statistik mengatakan hanya 3-7% dari populasi yang mengalami diagnosis lengkap untuk PMDD, sehingga yang lebih banyak ditemui adalah salah satu atau dua gejala saja yang lebih sering disebut sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;Premenstrual Syndrome (PMS) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gejala &lt;b&gt;&lt;i&gt;Premenstrual Syndrome (PMS) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;lebih sedikit dan biasanya hanya mengenai salah satu gejala afektif (perasaan) saja. Beberapa gejala afektif itu adalah Depresi, Iritabilitas, Kecemasan, Kebingungan dan Penarikan Diri. Sedangkan gejala fisiknya adalah Payudara yang membesar dan sensitif, mual, sakit kepala dan bengkak di kaki.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penanganan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Seperti yang telah disebutkan di atas, penanganan untuk PMDD maupun PMS adalah dengan terapi sesuai gejala (simptomatik). Penggunaan antidepresan SSRI haruslah atas petunjuk psikiater dan hanya diberikan pada kondisi gejala afektif yang berat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;a href="mailto:mbahndi@yahoo.com"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span lang="IN"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5930050863734145597?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5930050863734145597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5930050863734145597' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5930050863734145597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5930050863734145597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/bete-saat-mau-mens.html' title='Bete Saat Mau Mens'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7615512003030218392</id><published>2011-04-17T22:56:00.001-07:00</published><updated>2011-04-17T22:57:09.036-07:00</updated><title type='text'>Hipnosis Bukan Penyembuh Segala Gangguan Jiwa</title><content type='html'>Suatu waktu seorang calon pasien bertanya lwt email kepada saya, apakah  saya bisa hipnosis dia shg dia mampu menghilangkan segala kekecewaan yg  membuatnya depresi. Dia berharap sy bisa menggunakan cara hipnosis utk  menghapus kekecewaan itu.Sambil bercanda dlm menjawab email itu sy  berkata "Jikalau saya bisa melakukan itu, sdh pasti sy tidak akan mampu  menjawab email ibu ini krn pasien saya sdh antri begitu byk!".&lt;br /&gt;Orang sering salah kaprah dgn hipnosis, banyak mereka mengira bhw  hipnosis spt cuci otak yg bs segera menyembuhkan segala macam penyakit  jiwa. Hal ini benar-benar salah.Apa yg terjadi pd pasien jiwa sampai dia  mengalami kondisi ggn kejiwaan apapun jenisnys itu adalah proses yg tdk  berlangsung tiba-tiba. &lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah proses perubahan struktur mekanisme adaptasi otak  yg salah dan pengaktifan sistem stress di otak yg membuat pasien  mengalami gejala-gejala psikosomatik, kecemasan atau depresi berlangsung  tdk dlm waktu singkat. Itu berangsur-angsur terjadi. Perbaikannya pun  berangsur-angsur terjadi bisa dgn bantuan obat dlm waktu tertentu,  perubahan daya adaptasi lwt konsultasi berbasis psikoterapi Cognitive  Behavior atau Interpersonal dan latihan pasien sendiri.&lt;br /&gt;Jadi tidak ada yg bisa instant dlm penyembuhan gangguan cemas, depresi  dan psikosomatik. Semua butuh waktu tertentu agar mendapatkan kestabilan  kembali. Apalagi jika berhubungan dengan Skizofrenia. Hipnosis adalah  kontraindikasi untuk kondisi gangguan jiwa skizofrenia namun sayangnya  masih byk yg tidak mengerti ini. &lt;br /&gt;Hal ini ditambah lagi dgn banyaknya praktek hipnosis yg bukan dilakukan  oleh orang yg mengerti kesehatan secara formal (bukan dilakukan oleh  dokter) namun berupaya memberikan solusi masalah kesehatan (terutama  masalah kesehatan jiwa) &lt;br /&gt;Semoga informasi ini membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Andri,dr,SpKJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Psychosomatic Medicine Specialist &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Anggota The American Psychosomatic Society&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7615512003030218392?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7615512003030218392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7615512003030218392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7615512003030218392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7615512003030218392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/hipnosis-bukan-penyembuh-segala.html' title='Hipnosis Bukan Penyembuh Segala Gangguan Jiwa'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5051025122277682988</id><published>2011-04-07T20:08:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T20:09:07.456-07:00</updated><title type='text'>Jauhi Minuman Berenergi Untuk Pasien Gangguan Panik</title><content type='html'>Jaman yang serba cepat seperti sekarang ini terkadang fisik manusia  tidak mampu mengimbangi ritme kerja yang begitu cepat dan serba  terburu-buru. Apalagi banyak di antara kita yang masih harus bekerja di  antara waktu orang lain sudah terlelap tidur pulas. Untuk itulah tidak  heran berbagai macam produk suplementasi penambah tenaga dan minuman  energi jadi barang yang sering dibutuhkan oleh para pekerja keras ini.&lt;br /&gt;Namun tahukah anda bahwa bagi anda yang mengalami gangguan panik hal ini tidak diperkenankan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Jantung Yang "Sensitif"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penderita gangguan panik kebanyakan mengeluh adanya kondisi jantung yang  berdebar-debar. Hal ini disebabkan karena pada kondisi gangguan panik,  si pasien seringkali lebih "sensitif " terhadap jantungnya itu. Banyak  hal yang membuat jantung si pasien gangguan panik berdebar kencang,  mendengar kabar buruk, memikirkan penyakitnya, stres pekerjaan, bahkan  olahraga dan berhubungan badan juga terkadang membuat si pasien gangguan  panik ketakutan. Intinya hampir semua aktifitas yang mengaktifkan  jantung lebih besar membuatnya ketakutan. Hal ini disebabkan karena  adrenalin dan sistem saraf otonom simpatis si pasien mudah sekali  terpicu akibat adanya kerentanan dan "kerusakan" di sistem listrik  terutama yang diatur oleh Hipotalamus di otak.&lt;br /&gt;Lalu bagaiamana jika kondisi ini makin diperberat dengan meminum minuman  berenergi yang kebanyakan memang mengandung kafein atau zat yang  membuat awareness (kesadaran)  meningkat ? Maka alhasil jantung berdebar  akan terjadi pada pasien gangguan panik atau pada orang normal  sekalipun.&lt;br /&gt;Minuman atau makanan yang mengandung Ginseng juga perlu diperhatikan,  jangan terlalu banyak memakan dan coba lihat reaksinya terhadap tubuh  terutama sistem jantung dan pernapasan. Jika menemukan tanda-tanda yang  tidak nyaman lebih baik tidak memakai saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Diet Yang Benar"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Tulisan saya sebelumnya tentang makanan yang mampu meningkatkan produksi  serotonin lewat jalur pengaktifan Tryptophan bisa diperhatikan.  Makanlah makanan-makanan tersebut daripada minum dan makanan suplemen  yang mengandung zat untuk meningkatkan tenaga dan kesadaran seperti  minuman dan makanan energi. Paling bagus misalnya makan pisang, selain  baik untuk otak, pisang yang banyak mengandung Kalium juga sangat baik  untuk Jantung. Jadi lebih baik makan makanan alami daripada makan  makanan yang sintetik dan kurang baik buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Salam,&lt;br /&gt;dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;Psychosomatic Medicine Specialist&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:mbahndi@yahoo.com"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5051025122277682988?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5051025122277682988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5051025122277682988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5051025122277682988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5051025122277682988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/jauhi-minuman-berenergi-untuk-pasien.html' title='Jauhi Minuman Berenergi Untuk Pasien Gangguan Panik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2789722667328166625</id><published>2011-04-07T19:38:00.000-07:00</published><updated>2011-04-07T19:39:27.394-07:00</updated><title type='text'>Makanan Yang Bisa Mengurangi STRESS</title><content type='html'>Kalau kemarin-kemarin saya banyak membahas tentang bahaya obat anticemas  alprazolam yang seringkali digunakan berlebihan untuk menangani  gangguan panik, sekarang saya ingin bercerita sedikit tentang suatu zat  di dalam tubuh kita yang disebut SEROTONIN, suatu neurotransmiter (zat  penghubung) di otak yang bertanggung jawab terhadap timbulnya gangguan  depresi dan kecemasan (termasuk di dalamnya gangguan cemas panik).&lt;br /&gt;Serotonin diproduksi di dalam tubuh lewat pembentuknya yaitu suatu asam  amino (protein) yang disebut Tryptophan. Dalam bentuk Serotonin sendiri,  kita tidak bisa menemukannya di dalam makanan yang kita makan  sehari-hari. Kita bisa mendapatkan Serotonin ini lewat bahan bakunya  yaitu asam amino Tryptophan. Untuk itulah diet makanan yang mengandung  Tryptophan bisa dilakukan dalam pendampingan kita berobat untuk gangguan  panik.&lt;br /&gt;Makanan yang dimaksud adalah telur, ayam dan itik, kalkun, wholegrain,  oat, kacang-kacangan (termasuk kacang merah), sayuran hijau, pisang,  strawberry. Makanan ini tentunya mudah ditemukan di kehidupan  sehari-hari.&lt;br /&gt;Selain pemenuhan Tryptophan, kita juga bisa menambahkan diet Asam Folat  kepada menu yang kita makan karena hal ini juga membantu dalam proses  pembentukan Serotonin. Asam folat sendiri adalah suatu zat yang dapat  melewati sawar darah otak (blood brain barrier). Asam folat banyak  ditemukan di sayuran hijau seperti brokoli dan juga bisa didapatkan  sebagai suplementasi dengan dosis 400-1000 microgram.&lt;br /&gt;Jadi selain anda makan obat antidepresan untuk mengobati depresi dan  kecemasan anda, ada baiknya juga anda memperhatikan pola makan anda.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;Psychosomatic Medicine Specialist&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:mbahndi@yahoo.com"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2789722667328166625?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2789722667328166625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2789722667328166625' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2789722667328166625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2789722667328166625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/04/makanan-yang-bisa-mengurangi-stress.html' title='Makanan Yang Bisa Mengurangi STRESS'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8264369646823189487</id><published>2011-03-29T23:29:00.001-07:00</published><updated>2011-03-29T23:29:31.233-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Panik : Gangguan Dalam Fungsional Otak</title><content type='html'>Banyak orang bertanya kepada saya dan bahkan membawa hasil CT-Scan/MRI  saat berkunjung, mengapa mereka dikatakan baik-baik saja dalam hasil  test CT-Scan dan MRI itu walaupun mereka menderita Gangguan Panik.&lt;br /&gt;Satu yang perlu diingat adalah gangguan panik adalah gangguan fungsional  di otak yang melibatkan sistem neurotransmitter (dopamin, serotonin)  dan juga sistem neuroendocrine (kortisol, adrenalin).&lt;br /&gt;Jadi yang mengalami kerusakan bukan secara anatomis yang bisa terlihat  dengan pemeriksaan CT-Scan, misalnya pada pasien stroke, pasien tumor,  pasien demensia berat tetapi lebih kepada kelainan fungsional.&lt;br /&gt;Keadaan ini bisa dilihat dengan penggunaan Functional MRI (f-MRI) namun  ini bukanlah pemeriksaan rutin dan tidak ditemukan dalam pemeriksaan  rutin RS.&lt;br /&gt;Selain itu pasien yang mengalami gangguan panik juga perlu melakukan  pemeriksaan kadar hormon tiroid (FT4 dan FSH) untuk mengetahui apakah  keadaan gangguan paniknya merupakan aktifitas berlebihan dari kelenjar  tiroid walaupun biasanya hal ini berbeda (kelainan tiroid biasanya  berlangsung terus menerus sedangkan gejala panik ada masa tenggangnya).&lt;br /&gt;Semoga keterangan ini berguna&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;Psychosomatic Medicine Specialist&lt;br /&gt;&lt;a href="mailto:mbahndi@yahoo.com"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8264369646823189487?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8264369646823189487/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8264369646823189487' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8264369646823189487'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8264369646823189487'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/gangguan-panik-gangguan-dalam.html' title='Gangguan Panik : Gangguan Dalam Fungsional Otak'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5598436629688750587</id><published>2011-03-18T04:26:00.000-07:00</published><updated>2011-03-18T04:27:30.970-07:00</updated><title type='text'>Pendekatan Psikiatri Biologi Lebih Disukai Mahasiswa Kedokteran</title><content type='html'>&lt;div class="mtm fbGroupDoc"&gt;&lt;p&gt;Hari  ini kembali diadakan Psychosomatic Medicine Interest Group  di FK UKRIDA. Sesi ketiga kali ini mengambil  tema Medically Unexplained Physical Symptoms dan jurnal yang dibahas  adalah Medically Unexplained Physical Symptoms, Anxiety, and Depression:  A Meta-Analytic Review (Psychosomatic Medicine 65:528–533 (2003) ).  Acara dibuka oleh presentasi saya tentang MUPS, presentasi yang biasa  saya bawakan di kuliah ini masih menarik minat banyak pertanyaan.  Sebagai informasi di FK UKRIDA, kami memasukkan kuliah Consultation  Liaison Psychiatry dan Psychosomatic Medicine serta Medically  Unexplained Physical Symptoms. Untuk kuliah CLP, saya biasanya lebih  banyak mendiskusikan kasus-kasus yang biasa ditangani oleh  CL-psychiatrist. Beberapa pertanyaan yang biasa muncul dalam kuliah  biasanya tentang kondisi gangguan medis yang berkaitan dengan kondisi  timbulnya gangguan kesehatan jiwa. Pertanyaan ini biasanya saya jawab  dengan pendekatan patofisiologi stres dan dampaknya pada kondisi medis.  Keterlibatan Sistem HPA Aksis, psychoneuroimmunology dan neuroendocrine  serta peran masing-masing bagian otak dan sistem neurotransmitter selalu  ditekankan dalam pemahaman tentang kondisi-kondisi gangguan kejiwaan  dalam penyakit medis. Tujuan pendekatan ini menurut pendapat saya adalah  agar lebih mendekatkan pemahaman psikiatri mereka dengan dasar ilmu  yang mereka pelajari selama ini. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini yang selalu menjadi dasar dalam kelompok ini. Ketertarikan  mahasiswa dengan pendekatan ini memberikan suatu input buat saya bahwa  mereka lebih tertarik dengan pemahaman psikiatri secara biologis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekian laporan sekilas ini semoga berguna.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Andri&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Faculty Sponsor PMIG APS FK UKRIDA&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="clearfix mtl uiPager uiPagerTopBorder"&gt;&lt;div class="summary lfloat fsm fcg"&gt;&lt;div class="prm"&gt;&lt;table class="uiGrid" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="vTop prs"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=537602493"&gt;&lt;img class="uiProfilePhoto uiProfilePhotoMedium img" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/186086_537602493_7170638_q.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="vTop pls"&gt;&lt;div class="uiPagerMessesWithMyJonx"&gt;&lt;div class="fwb"&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=537602493"&gt;Andri Andri&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="rfloat"&gt;&lt;a class="prev uiButtonDisabled uiButton uiButtonNoText" role="button" href="#"&gt;&lt;span class="uiButtonText"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a class="next uiButtonDisabled uiButton uiButtonNoText" role="button" href="#"&gt;&lt;span class="uiButtonText"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5598436629688750587?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5598436629688750587/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5598436629688750587' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5598436629688750587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5598436629688750587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/pendekatan-psikiatri-biologi-lebih.html' title='Pendekatan Psikiatri Biologi Lebih Disukai Mahasiswa Kedokteran'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-6789984934614127533</id><published>2011-03-13T23:24:00.000-07:00</published><updated>2011-03-13T23:25:21.169-07:00</updated><title type='text'>Disfungsi Seksual Psikogenik</title><content type='html'>&lt;div class="isi_artikel"&gt;                         &lt;p&gt;Kalau bicara tentang disfungsi seksual,  pikiran kita biasanya tertuju pada disfungsi ereksi laki-laki yang  kesulitan membangunkan salah satu alat vitalnya yaitu penis. Disfungsi  seksual jadi disempitkan artinya dengan tujuan kepada kepuasan dan  keinginan laki-laki untuk selalu tegar berdiri di hadapan pasangannya.  Tidak banyak yang memikirkan kalau wanita juga punya masalah disfungsi  seksual yang sama dan itu juga sama tidak menyenangkannya seperti  laki-laki yang kesulitan ereksi. Namun kali ini lagi-lagi saya berpihak  pada laki-laki karena kasus yang akan kita bahas kali ini lebih sering  kentara jika pada laki-laki daripada perempuan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Disfungsi Ereksi Psikogenik&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Ereksi adalah suatu hal yang wajar pada laki-laki normal. Kesiapan dalam  hubungan seksual setelah melewati fase arousal ditandai dengan semakin  mengerasnya penis yang diakibatkan karena penuhnya pembuluh darah penis.  Ereksi yang baik ditandai dengan kemampuan si laki-laki untuk  mempertahankan ereksi sepanjang proses perangsangan sampai fase  penetrasi dan sesaat sebelum ejakulasi. Setelah itu ereksi akan lama  kelamaan berkurang kekerasannya sampai fase resolusi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Namun bagaimana dengan laki-laki yang kesulitan ereksi bila berhubungan  badan dengan pasangan sah-nya tapi tidak dengan wanita lain? Jawabannya  adalah &lt;strong&gt;Disfungsi Ereksi Psikogenik.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Saya pernah mendapatkan beberapa pasien laki-laki yang mengalami keadaan  ini. Kesulitan ereksi jika berhadapan dengan pasangan hidupnya namun  bisa ereksi maksimal ketika berhadapan dengan perempuan lain. Rasa  bersalah membuat kesulitan ereksi semakin menjadi. Si perempuan menjadi  merasa rendah diri atau bahkan marah karena menganggap si laki-laki  sudah melihatnya tidak menarik lagi. Kemarahan ini bukan menjadikan  kondisi ini lebih baik malah akan membuat keadaan semakin sulit buat  kedua belah pihak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;strong&gt;Apa Yang Harus Dilakukan ?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Pemeriksaan yang baik secara fisiologis dan psikologis sangat  diperlukan. Paling mudah untuk mendeteksi hal ini bukanlah dengan  mencoba berhubungan badan dengan perempuan lain jika sudah mengalami  kesulitan ereksi bila berhadapan dengan pasangan sah. Cara paling awal  untuk mendeteksi hal ini adalah dengan memperhatikan ereksi saat bangun  pagi. Jika ereksi bangun pagi (&lt;em&gt;morning erection)&lt;/em&gt; masih bagus  tetapi ketika berhubungan badan dengan istri sudah tidak ada atau sulit,  maka anda perlu mengkhawatirkan adanya disgungsi ereksi psikogenik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt; Penanganan masalah ini&lt;strong&gt; bukan&lt;/strong&gt; dengan obat-obatan yang  sudah dikenal dari golongan sildenafil seperti Viagra, tetapi lebih  dengan memfokuskan pada masalah internal psikologis.  Pasangan bisa  memulainya dengan membicarakan hal ini di antara mereka terlebih dahulu.  Jika sulit maka bisa meminta bantuan seorang konselor seks, psikiater  atau psikolog klinis yang ahli di bidang seks. Pemecahan yang tepat dan  cepat untuk masalah ini akan sangat baik ke depan dan bisa menyelamatkan  perkawinan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Andri,dr,SpKJ&lt;/p&gt;&lt;p&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;                    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-6789984934614127533?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/6789984934614127533/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=6789984934614127533' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6789984934614127533'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6789984934614127533'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/disfungsi-seksual-psikogenik.html' title='Disfungsi Seksual Psikogenik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2740254412532511785</id><published>2011-03-10T03:59:00.000-08:00</published><updated>2011-03-10T04:01:44.532-08:00</updated><title type='text'>Mengapa Artis Pakai Sabu ?</title><content type='html'>Yoyo yang merupakan drumer band Padi dan Iyut Bing Slamet tertangkap tangan sedang menggunakan sabu sehingga tertangkap petugas. Berita artis terjerat narkoba kembali muncul di permukaan.&lt;br /&gt;Fenomena pemakaian narkoba jenis sabu memang bukan hal baru di kalangan artis. Alasan memilih narkotika jenis ini mungkin dapat sedikit saya bagi untuk pembaca sekalian.&lt;br /&gt;Euforia dan ekstase&lt;br /&gt;Sabu murni berbentuk kristal putih. Ini merupakan golongan obat stimulan jenis metamfetamin yang satu derivat turunan dengan amfetamin yang terkandung dalam pil ekstasi. Banyak orang menggunakan zat ini untuk mendapatkan efek psikologis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya di &lt;a href="http://health.kompas.com/index.php/read/2011/03/10/13401362/Mengapa.Artis.Pakai.Sabu"&gt;http://health.kompas.com/index.php/read/2011/03/10/13401362/Mengapa.Artis.Pakai.Sabu&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2740254412532511785?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2740254412532511785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2740254412532511785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2740254412532511785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2740254412532511785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/mengapa-artis-pakai-sabu.html' title='Mengapa Artis Pakai Sabu ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-353263429000837297</id><published>2011-03-07T05:01:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T05:02:22.830-08:00</updated><title type='text'>Jangan Remehkan Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Entah sudah berapa kali  saya menulis tentang psikosomatik, bidang yang saya geluti lebih dari 4  tahun belakangan ini menurut saya selalu menarik untuk dibahas. Dari  kondisi keluhannya yang kadang membuat para dokter pusing mencari  penyebabnya, sampai kerancuan istilah ini digunakan di kalangan  komunitas dokter. Beberapa tulisan saya sebelumnya biasanya membahas  tentang keluhan-keluhan dan diagnosis namun kali ini saya akan lebih  membahas seberapa jauh kondisi ini mempengaruhi kehidupan penderitanya&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi  psikosomatik yang ditandai dengan keluhan-keluhan fisik yang tidak  jelas dasar kelainan organisnya. Maksud tidak jelas di sini adalah  dengan pemeriksaan yang rutin dilakukan, misalnya pemeriksaan fisik,  EKG, CT-Scan, Pemeriksaan Laboratorium, Endospoki, Echocradio dan  lain-lain tidak ditemukan adanya bukti yang menjelaskan patofisiologi  kondisi keluhannya saat ini. Namun dengan pemeriksaan yang biasanya  hanya dilakukan di bidang penelitian seperti functional-MRI (f-MRI)  dapat diketahui kondisinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Hal yang menjadi penting adalah bahwa  kondisi ini memang terkait dengan sistem otak yang saling berkaitan satu  sama lain. Kondisi stres yang panjang biasanya dikaitkan dengan  perubahan sistem otak ini. Makanya tidak heran pasien dengan keluhan  psikosomatik ketika datang dan ditanyakan apakah ada pemicunya, biasanya  jawabannya dia tidak sedang stres atau ada masalah. Namun jika dirunut  ke belakang, biasanya orang-orang yang mengalami kondisi ini mempunyai  latar belakang kondisi psikologis yang mempunyai peran dalam kondisinya  saat ini, hanya saja mungkin karena pola adaptasinya membaik dari hari  ke hari, perasaan itu tidak dirasakan lagi. Sampai suatu saat akhirnya  blow-up dan menjadi gejala-gejala awal psikosomatik yang kebanyakan  berhubungan dengan kecemasan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluhan psikosomatik bukanlah suatu  diagnosis menurut pedoman diagnosis gangguan jiwa. Ketika mengajarkan  hal ini kepada mahasiswa saya, saya selalu mengatakan kalau kondisi  psikosomatik adalah suatu gejala dan tanda. Diagnosis yang menjadi latar  keluhan ini biasanya adalah gangguan kecemasan yang berupa jenisnya dan  gangguan depresi. Di antara gangguan kecemasan yang paling sering  mengeluhkan kondisi psikosomatik, gangguan panik dan gangguan cemas  menyeluruh adalah yang terbanyak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Mengganggu Kualitas Hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Keluhan  psikosomatik memang menggangu kehidupan. Banyak pasien saya yang  menjadi enggan bekerja karena kondisi ini sangat tidak nyaman. Belum  lagi yang dasar keluhannya adalah kondisi gangguan panik. Orang yang  mengalami gangguan panik, pasti merasakan gejala-gejala kondisi  psikosomatik yang sangat tidak nyaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Inilah faktor yang membuat  kondisi gangguan psikosomatik ini bisa menjadi sangat tidak nyaman buat  pasien dan membuat kualitas hidupnya menurun. Pasien jadi malas untuk  bekerja dan seringkali tidak mampu melakukan aktifitas sosial di luar  rumah atau kalaupun melakukan harus ditemani. KOndisi ini biasanya  ditemukan pada pasien dengan keluhan psikosomatik dengan dasar diagnosis  gangguan panik. Gejala palpitasi atau jantung berdebar-debar adalah  salah satu keluhan psikosomatik yang sangat ditakutkan pasien.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pengobatan yang Tuntas&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi  psikosomatik dengan dasar kondisi gangguan cemas dan depresi adalah  kondisi yang bisa disembuhkan. Dengan pengobatan yang teratur dan  kondisi lingkungan yang baik akan sangat mendorong perbaikan yang cepat.  Walaupun butuh beberapa minggu untuk mencapai taraf lepas pengobatan,  kondisi berulang biasanya jarang ditemukan jika pengobatan awal baik  dilakukan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi keluhan psikosomatiknya jika diobati akan bisa  hilang dalam waktu sekitar 2-4 minggu, bahkan ada yang 1 minggu pun bisa  jauh lebih enak. Namun pengobatan ini perlu diteruskan sampai waktu  tertentu yang biasanya 3-6 bulan untuk mencegah keberulangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain  pengobatan dengan obat, sebenarnya yang paling penting adalah edukasi  dan pengetahuan tentang kondisi ini. Banyak ditemukan, setelah  mengetahui penyakitnya, pasien menjadi lebih sadar apa yang dialami dan  mau berusaha lepas dari kondisi ini. Seringkali kita perlu memberikan  dukungan dan psikoterapi yang singkat untuk membantu pasien mengenali  kondisi dan lingkungannya serta hal-hal yang menjadi kerentanannya. Hal  ini sangat penting karena setelah obat selesai digunakan, yang  melindungi pasien dari kondisi lingkungannya adalah cara pandang dia  terhadap stres di luar kondisinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun tidak terlalu sulit  diobati dengan terapi yang tepat dan waktu yang sesuai, sayangnya  pengenalan terhadap kondisi psikosomatik terkait dengan gangguan  kejiwaan seringkali tidak lengkap. Hal ini membuat pasien seringkali  perlu berpindah-pindah dokter beberapa kali sampai menemukan penjelasan  bahwa sakitnya membutuhkan pertolongan psikiater terutama psikiater yang  mengerti tentang kondisi psikosomatik .&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Semoga tulisan ini membantu.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-353263429000837297?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/353263429000837297/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=353263429000837297' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/353263429000837297'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/353263429000837297'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/jangan-remehkan-psikosomatik.html' title='Jangan Remehkan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8275730553337581379</id><published>2011-03-07T05:00:00.001-08:00</published><updated>2011-03-07T05:00:59.535-08:00</updated><title type='text'>Gangguan Kepribadian Ambang</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Gangguan kepribadian  ambang terjadi antara 2-3% dari populasi umum, terutama ditemukan dalam  pusat-pusat kesehatan klinis. Di Amerika sendiri dikatakan sekitar 1%  penduduknya mengalami gangguan kepribadian ambang. Gangguan kepribadian  jenis ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria: wanita  mempunyai kecenderungan 3 kali lebih rentan dibandingkan pria. Sampai  saat ini belum ada pasti di Indonesia, namun diperkirakan kejadian  gangguan kepribadian ambang cukup tinggi karena biasanya gangguan  kepribadian ini ditandai oleh perilaku agresif dan impulsif, yang  biasanya banyak terdapat pada individu dengan perilaku kekerasan. Hal  ini dapat kita lihat sehari-hari dari berbagai laporan media. Pada  kebanyakan kasus, gangguan kepribadian ambang pertama kali ditemukan  pada usia akhir remaja; beberapa terjadi pada anak namun jarang terjadi  pada dewasa di atas 40 tahun.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ganggguan kepribadian ambang pertama  kali diperkenalkan oleh Kernberg pada tahun 1975 sebagai suatu  diagnosis pada sekelompok pasien dengan mekanisme pertahanan yang  primitif dan objek relasi internal yang patologis. Pada banyak  kepustakaan, gangguan kepribadian ambang dahulu sering dianggap sebagai  batasan antara psikosis dan neurosis.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Penyebab yang pasti gangguan  kepribadian ini sendiri masih dipertanyakan. Namun, belakangan ini para  peneliti terutama di bidang neurobiologi dan psikofarmakologi melakukan  pendekatan biologis yang lebih mendalam dengan hipotesis adanya  keterlibatan baik unsur fungsi otak, neurotransmiter, genetik, dan  neuroendokrin. Salah satu yang paling sering diteliti adalah hubungan  antara sistem serotonergik dan regio otak yang terlibat dalam perilaku  impulsif dan agresif pada pasien gangguan kepribadian ambang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Diagnosis Gangguan Kepribadian&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ciri  kepribadian adalah pola perilaku yang berlangsung lama, berhubungan  dengan lingkungan dan diri sendiri, dan hal tersebut keluar dalam bentuk  konteks sosial dan pribadi. Ketika pola perilaku ini secara bermakna  menjadi maladaptif dan menyebabkan hendaya yang serius dalam fungsi  pribadi dan sosial, hal ini dinamakan gangguan kepribadian. Manifestasi  gangguan kepribadian mudah ditemukan pada remaja dan terus berlanjut  sampai usia dewasa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam mendiagnosis gangguan kepribadian ambang  di dalam klinis sehari-hari maka kita memerlukan suatu pedoman  diagnositik yang terdapat baik dalam DSM IV-TR atau di dalam PPDGJ  III/ICD 10. Berdasarkan Diagnostic and Statistic Manual of Mental  Disorder IV- Text Revised (DSM IV-TR), gangguan kepribadian ambang  adalah suatu pola yang menetap dari ketidakstabilan hubungan  interpersonal, gambaran diri dan afek dan impulsivitas yang nyata  dimulai pada masa dewasa awal dan bermanifestasi dalam berbagai konteks,  seperti diindikasikan oleh 5 atau lebih dari hal-hal yang tercantum di  bawah ini :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;usaha yang tidak beraturan untuk menghindari  penolakan yang nyata atau imajiner. Catatan: tidak termasuk bunuh diri  dan perilaku menyakiti diri seperti yang tertuang pada butir ke-5&lt;/li&gt;&lt;li&gt;sebuah  pola hubungan interpersonal yang tidak stabil dan terus menerus yang  ditandai dengan pertukaran antara idealisasi dan devaluasi yang ekstrem&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;gangguan identitas: ketidakstabilan gambaran diri atau perasaan diri yang nyata dan terus menerus&lt;/li&gt;&lt;li&gt;impulsivitas  pada setidaknya dua area yang mempunyai efek potensial dalam perusakan  diri (contoh: belanja, seks, penyalahgunaan zat, berkendaraan ceroboh,  makan dan minum berlebihan). Catatan: tidak termasuk perilaku bunuh diri  atau melukai diri yang terdapat pada kriteria ke-5&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perilaku, isyarat atau ancaman bunuh diri yang sering atau perilaku melukai diri&lt;/li&gt;&lt;li&gt;afek  yang tidak stabil yang ditandai mood yang reaktif (contoh: episode  disforia yang sering, iritabel atau kecemasan yang berlangsung beberapa  jam dan jarang lebih dari 2 hari)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;perasaan kosong yang kronis&lt;/li&gt;&lt;li&gt;marah  yang tidak sesuai, sering atau kesulitan dalam mengendalikan amarah  (contoh: sering menunjukkan perangai, marah yang konstan, sering  berkelahi)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;ide paranoid yang berhubungan dengan stress yang berlangsung sementara atau gejala disosiatif yang parah &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pengobatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pegangan  praktis American Psychiatric Association untuk pengobatan gangguan  kepribadian ambang meyarankan kombinasi antara psikoterapi dengan  pengobatan farmakologis untuk hasil yang optimal. Walaupun tidak ada  penelitian tentang kombinasi terapi ini namun pendapat lama mengatakan  bahwa terapi obat membantu psikoterapi dan begitu juga sebaliknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Suatu  penelitian dengan metode double blinded dengan menggunakan kontrol dan  plasebo menunjukkan bahwa pasien dengan gangguan kepribadian ambang  mempunyai respons yang baik terhadap obat golongan Selective Serotonin  Reuptake Inhibitor (SSRI) dengan perbaikan pada kemarahan, perilaku  agresif impulsif (terutama agresi verbal), dan afek yang labil.6,9 Obat  ini membantu psikoterapi dengan mengurangi “suara-suara afektif” seperti  kemarahan yang menetap, kecemasan atau disforia, yang mencegah pasien  untuk tidak merefleksikan hal tersebut ke dunia internal mereka. Juga  terdapat bukti bahwa SSRI menstimulasi neurogenesis, terutama di  hippocampus, yang memperbaiki memori deklaratif verbal. Sebagai  tambahan, SSRI dapat mengurangi hiperaktivitas aksis Hipothalamic  Pituitary Adrenal (HPA) dengan mengurangi hipersekresi Corticotropine  Releasing Factor (CRF).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Psikoterapi dengan menggunakan SSRI dapat  membantu menfasilitasi perubahan di otak. Kemampuan pasien melihat  terapis sebagai seseorang yang membantu dan memberi perhatian, bukan  sebagai tokoh yang menuntut dan penuh dengki, akan membantu membangun  jaringan neuron yang baru dan akan melemahkan yang lama. Splitting juga  dapat berkurang karena kecemasan yang lebih ringan mengurangi keperluan  membuat pertahanan. Penelitian dengan menggunakan PET memperlihatkan  bahwa psikoterapi dapat meningkatkan metabolisme sistem serotonergik  pada pasien dengan gangguan kepribadian ambang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-style: italic;"&gt;Sumber :  Andri, Kusumawardhani AAAA. Neurobiologi Gangguan Kepribadian Ambang:  Pendekatan Biologis Perilaku Impulsif dan Agresif. Maj Kedokt Indon,  Volum: 57, Nomor: 4, April 2007.&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8275730553337581379?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8275730553337581379/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8275730553337581379' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8275730553337581379'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8275730553337581379'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/gangguan-kepribadian-ambang.html' title='Gangguan Kepribadian Ambang'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5646875574659144205</id><published>2011-03-07T04:57:00.000-08:00</published><updated>2011-03-07T04:59:10.344-08:00</updated><title type='text'>Korupsi Itu Gangguan Jiwa</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;&lt;p&gt;Saya tergerak menuliskan  judul di atas karena membaca tulisan saudara Laode Ida berjudul  Korupsi, Reformasi, Kekuatan Politik (Kompas 15/12/2010) yang kalimat  awalnya mengatakan bahwa korupsi pada dasarnya adalah suatu penyakit  kronis yang merusak moralitas para penyelenggara negara. Sebagai seorang  psikiater saya melihat korupsi seperti layaknya penyakit jiwa yang  bersifat kronis dan sering kambuh. Kalau bisa disamakan dengan suatu  diagnosis gangguan jiwa, penyakit korupsi lebih cocok dimasukkan ke  dalam gangguan kepribadian.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gangguan kepribadian merupakan  gangguan kejiwaan yang tidak disadari oleh si penderitanya. Kondisi  gangguan jiwa jenis ini biasanya menimbulkan permasalahan pada  lingkungan terdekat si penderita dan orang-orang di sekitarnya. Gangguan  kepribadian berkembang sejak masa anak dan remaja dan mencapai  puncaknya ketika mulai merambah kedewasaan muda.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ciri yang paling  menonjol dari gangguan kepribadian adalah tidak adanya suatu upaya untuk  memperbaiki diri. Karena tidak disadari oleh dirinya, biasanya si  penderita tidak akan mencari pertolongan karena memang merasa tidak ada  yang salah. Orang sekitar penderita dan lingkungan sosial yang biasa  mengalami keluhan akibat perilaku dari orang yang mengalami gangguan  kepribadian ini.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Kepribadian Antisosial&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Berbicara  tentang jenis gangguan kepribadian yang paling cocok disematkan kepada  koruptor, saya akhirnya memilih jenis gangguan kepribadian antisosial.  Gangguan kepribadian antisosial lebih dikenal dengan sebutan gangguan  psikopatik dengan orang yang menderitanya disebut psikopat.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Beberapa  ciri yang sekiranya cocok dengan karakter dari seorang koruptor adalah  tidak merasa bersalah atas perbuatan yang telah dilakukan malahan ada  kecenderungan untuk mengulanginya terus, sering berbohong, menggunakan  orang lain untuk kepentingan pribadi, perilaku impulsif, agresif, tidak  bertanggung jawab serta menggunakan alasan-alasan rasionalisasi untuk  membenarkan segala tindakannya yang salah dan merugikan orang lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kondisi  ini sangat pas untuk menggambarkan suatu kondisi yang dialami oleh para  koruptor. Para koruptor tahu apa yang dilakukannya merugikan  masyarakat, tetapi mereka tidak peduli sekedar untuk memberikan kepuasan  kepada diri mereka sendiri. Walaupun mengetahui perbuatan itu melanggar  hukum negara dan hukum agama, tetap saja perbuatan itu dilakukan  berulang-ulang tanpa ada niat menghentikan dan merasa menyesal akan  perbuatannya. Para koruptor juga sering menggunakan orang lain untuk  kepentingan mereka pribadi dan seringkali memberikan alasan-alasan yang  mendukung perbuatan korupsinya. Yang paling berbahaya adalah kondisi  gangguan kepribadian layaknya koruptor tidak mampu untuk berempati.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalau sudah demikian layaklah seorang koruptor dikatakan memang menderita gangguan jiwa yaitu gangguan kepribadian antisosial.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Terapi Perilaku dan Kognitif&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gangguan  kepribadian adalah salah satu gangguan jiwa yang paling sulit  disembuhkan. Hal ini karena daya tilikan atau penilaian terhadap diri  dari penderita gangguan kepribadian tidak ada. Mereka merasa dirinya  tidak bersalah dan merasa perbuatannya tersebut tidak ada hubungan  dengan orang lain. Untuk itulah kondisi ini biasanya diperbaiki dengan  melibatkan banyak faktor yang mampu memfasilitasi perbaikan yang  diharapkan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan  terapi kognitif dan perilaku. Perkembangan kognitif anak dimulai dari  masa keemasan di bawah 4 tahun. Kemampuan untuk meniru adalah sesuatu  yang paling pertama bisa dilakukan oleh anak. Selanjutnya bertambah usia  maka kemampuan berolah pikiran dan mencerna informasi semakin baik.  Kondisi ini bisa dimanfaatkan dalam memupuk rasa tanggung jawab dan  empati kepada sesama. Memberikan contoh perilaku yang baik dimulai pada  saat anak mulai tertarik dengan lingkungannya dimulai sejak usia dini 6  bulan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Memberikan contoh yang baik tentang tanggung jawab dan  tidak mencuri adalah sangat baik bagi perkembangan mentalnya kelak.  Setelah makin besar maka kita bisa membuat anak mengerti tentang apa itu  korupsi dan dampaknya bagi masyarakat. Jangan biarkan mereka  mendapatkan informasi dari televisi yang memberikan informasi yang  simpang siur tentang perilaku korupsi. Apakah tidak aneh ketika pencuri  uang negara dihukum lebih ringan daripada pencuri buah di kebun orang  lain. Walaupun sama-sama mencuri harusnya orang yang mencuri lebih besar  dampaknya dihukum lebih berat. Pelajaran ini yang tidak didapatkan dari  televisi malahan pelajaran kalau mau mencuri sekalian yang besar saja  karena nantinya juga sama saja hukumannya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sungguh melihat kondisi  saat ini rasanya bukan kondisi yang baik untuk tumbuh kembang anak kita  di masa depan. Mereka menjadi kebingungan tentang berbagai macam  standar ganda yang ditetapkan di masyarakat. Lindungi mereka dari bahaya  laten korupsi, jangan sampai terpengaruh tanpa sadar karena menjadi  koruptor sebenarnya sama saja seorang yang menderita gangguan jiwa.  &lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dimuat di Suara Pembaruan 30 Jan 2011&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5646875574659144205?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5646875574659144205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5646875574659144205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5646875574659144205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5646875574659144205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/korupsi-itu-gangguan-jiwa.html' title='Korupsi Itu Gangguan Jiwa'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-3061491128568160020</id><published>2011-03-01T04:06:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T04:25:59.690-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kasus Klinik'/><title type='text'>Sakit Jantung atau Keluhan Kecemasan ?</title><content type='html'>Pasien laki-laki usia 35 tahun dengan keluhan merasa tidak nyaman di dada kanannya. Keluhan seperti terasa "pegal" dan rasanya kadang berpindah. Keluhan ini sudah dialami pasien sejak sekitar 4 bulan sebelum datang kontrol ke Klinik Psikosomatik RS OMNI. Pasien telah melakukan pemeriksaan penunjang EKG dan Echocardiography namun tidak ditemukan adanya kelainan yang mendasari keluhannya saat ini. Wawancara dengan pasien mendapatkan keterangan bahwa pasien sudah mengalami hal ini sebenarnya sejak 6 bulan yang lalu, keluhan rasa tidak enak di dada sebelah kanan ini memang tidak spesifik untuk keluhan di organ jantung tapi pasien sendiri merasa "kadang" ada keluhan di dada kiri. Keluhan sering disertai dengan jantung berdebar-debar dan perasaan tidak enak seperti ingin pingsan. Karena keadaan ini pasien menjadi sulut beraktifitas, sering merasa takut bila bepergian ke mana-mana karena takut bila keluhannya kambuh.&lt;br /&gt;Dari riwayat perkembangan psikososial didapatkan pasien seorang yang "perfeksionis", bekerja di dalam tekanan dan selalu ingin tampil baik dalam pekerjaan dan kehidupan sosialnya. Riwayat nyeri dada ini dimulai ketika pasien mengetahui jika ada salah satu temannya yang mengalami sakit dada dan kemudian meninggal keesokan harinya.&lt;br /&gt;Masalah keluarga tidak ditemukan yang berarti atau yang dianggap berarti bagi pasien. Dukungan istri baik dan tidak tampak adanya disfungsi di dalam keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tata Laksana&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Setelah melakukan pengulasan terhadap hasil wawancara dengan pasien, pemeriksaan fisik dan pengulasan rekam medik yang dibawa pasien, ditemukan tidak adanya kondisi medis fisik yang bermakna yang dapat menjelaskan keadaan sakit fisiknya saat ini. Keluhan dada pasien dikategorikan sebagai keluhan somatik yang berasal dari kondisi aktifitas psikologis (psikosomatik). Hal ini dimungkinkan karena suatu sistem neurotransmiter di otak yang memicu sistem saraf otonom dan sistem hipotalamus pituitary adrenal (HPA Axis) yang membuat terjadinya keluhan-keluhan pasien saat ini. Sistem ini terpicu oleh kondisi stres yang akut maupun yang berlangsung kronik.&lt;br /&gt;Tatalaksana pertama adalah dengan edukasi tentang kondisi yang terjadi pada pasien. Pasien diharapkan dapat mengerti dengan keadaannya dan mengapa hal tersebut bisa terjadi.&lt;br /&gt;Pengobatan dengan obat antidepresan golongan SSRI (Sertraline) diberikan dalam jangka waktu 3 bulan. Penggunaan obat anticemas yang dipilih adalah Clobazam dengan dosis minimal (5mg) yang digunakan selama 2 minggu paling lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hasil Evaluasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dua minggu setelah datang pertama kali, pasien datang kontrol kembali. Keluhan psikosomatik berupa nyeri pegal di dada sdh hilang dan pasien merasa lebih nyaman. Ada kondisi sesaat misalnya suasana yang panas atau kemacetan yang lama yang terkadang memicu keluhan itu kembali tetapi sangat jarang. Dalam dua minggu pasien hanya merasakan 2 kali keluhan itu datang. Kondisi serangan panik sdh tidak pernah terulang lagi. Pengobatan direncanakan diteruskan walaupun keadaan sudah lebih baik, hal ini untuk mencegah keberulangan. Pasien hanya menggunakan Sertraline saja karena Clobazam sudah dilepaskan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-3061491128568160020?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/3061491128568160020/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=3061491128568160020' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3061491128568160020'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3061491128568160020'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/03/sakit-jantung-atau-keluhan-kecemasan.html' title='Sakit Jantung atau Keluhan Kecemasan ?'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2334354099434440867</id><published>2011-02-22T04:16:00.000-08:00</published><updated>2011-02-22T04:18:27.824-08:00</updated><title type='text'>Keluhan Lambung Sebagai Keluhan Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Walaupun tidak sesering keluhan jantung berdebar dan sesak napas, keluhan lambung sering juga ditemukan sebagai salah satu keluhan psikosomatik saat berpraktek di tempat saya bekerja.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pasien seperti ini biasanya mengeluh adanya keluhan lambung seperti rasa penuh (sebah/begah), kembung, banyak gas atau sering terasa ada yang ingin keluar dari mulut. Beberapa pasien mengatakan dengan bahasa medis kalau keluhannya adalah GERD (Gastroesofageal Reflux Disorder) yaitu suatu rasa keluar gas disertai perasaan panas di sekitar ulu hati bahkan sampai tenggorokan. Salah satu yang menarik dari pasien saya tentang keluhan GERD ini adalah bahwa beliau sampai berobat ke Singapura dan sudah hampir siap menjalani operasi. Namun karena pemeriksaan PhMetri dan lain-lain menunjukkan normal, maka sang dokter di Singapura ini menyarankan terus melakukan pengobatan di psikiater terutama yang mengerti tentang masalah psikosomatik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gejala keluhan lambung ini seringkali dalam bahasa kedokteran kita sebut Dispepsia Fungsional. Dalam pedoman pengobatan dispepsia Rome III, kondisi Dispepsia Fungsional dimasukkan dalam kategori diagnosis. Syaratnya adalah dalam pemeriksaan obyektif tidak ditemukan adanya bukti obyektik yang nyata yang menyebabkan keluhan lambungnya terjadi. Tidak mengherankan pasien saya seringkali melakukan pemeriksaan gastroskopi (Endoskopi dan Anuskopi) namun tidak ditemukan kelainan yang berarti. Kategori menurut Rome II ini mensyaratkan ada dua macam kategori yaitu yang tipe seperti ulkus lambung dan yang tipe dismotilitas (tidak bergerak baik gerakan peristaltik ususnya). Pengobatan awalnya biasanya menggunakan obat-obat seperti Domperidone. Jika tidak ada perubahan maka sebaiknya mulai memikirkan apakah ini merupakan keluhan yang didasari keluhan psikosomatik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat menjalani pendidikan tambahan tentang Psikosomatik di Amerika Serikat, saya mendengarkan hasil presentasi tentang seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa kondisi keluhan psikosomatik sudah dipetakan secara genetik. Artinya tiap orang yang mengalami kondisi stres berkepanjangan yang tidak ditoleransi baik atau tidak diadaptasi baik secara psikologis akan mengalami perubahan pada sistem neurotransmitter dan neurohormonalnya. Kondisi ini akan mengakibatkan organ yang rentan secara genetik mengalami keluhan psikosomatik. Jadi anda dan orang lain yang sama-sama stres akan berbeda keluhannya. And amungkin mengeluh keluhan perut, teman anda keluhan jantung. Tapi seringkali juga keluhan itu muncul bersamaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;Obati Keluhan Psikosomatik Lambung&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika pemeriksaan obyektif endoskopi dan pemeriksaan obyektif lainnya sudah dilakukan dan tidak menampakan adanya kelainan, maka seseorang perlu menyadari mungkin ini adalah keluhan psikosomatik. Untuk itu dia perlu segera melakukan pemeriksaan ke psikiater terutama yang memahami tentang keluhan psikosomatik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengobatan keluhan ini bukan hanya berfokus pada keluhan lambungnya tetapi pada kondisi fungsional otaknya yang sudah mengalami gangguan. Ingat dalam kondisi kesehatan jiwa, gangguan di otak lebih banyak bersifat fungsional,. bahasa saya ketika menjelaskan ke pasien adalah kondisi sistem listrik di otak.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengobatan biasanya dengan menggunakan obat-obatan dan psikoterapi. Penggunaan obat anticemas sebaiknya dihindari atau jika sangat perlu dipakai dalam waktu yang sangat terbatas. Psikoterapi dan penggunaan obat antidepresan adalah yang utama.&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2334354099434440867?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2334354099434440867/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2334354099434440867' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2334354099434440867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2334354099434440867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/02/keluhan-lambung-sebagai-keluhan.html' title='Keluhan Lambung Sebagai Keluhan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-3901116588739330071</id><published>2011-01-31T20:18:00.000-08:00</published><updated>2011-01-31T20:21:13.134-08:00</updated><title type='text'>Mengembangkan Psikosomatik di Fakultas Kedokteran</title><content type='html'>&lt;p&gt;Saya baru saja mendapatkan kabar gembira di sela-sela bulan madu yang  baru saja berlalu. Setelah mencoba 2 tahun berturut-turut dan  gagal, tahun ini akhirnya saya berhasil mendapatkan bantuan funding dari  Psychosomatic Medicine Interest Group (PMIG)  American Psychosomatic  Society (APS) di tempat saya bekerja di FK Ukrida. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Program ini  ditujukan untuk para  anggota APS yang menjadi dosen juga di Fakultas Kedokteran.  Program  ditujukan utk mahasiwa atau  residen atau staff klinik. Tujuannya adalah untuk memperluas pemahaman  ttg Psychosomatic Medicine. Bantuan selain berupa dana yang berjumlah  1000 USD, juga bantuan materi dan bimbingan dari para mantan presiden  APS sesuai dengan permintaan saat melakukan aplikasi.&lt;br /&gt;Pada saat pengajuan saya memberikan proposal untuk merencanakan  program bagi mahasiswa saya.  Program yang direncanakan adalah journal  reading club setiap 2 minggu, pertemuan bulanan (minimal 6x dalam 1 tahun) dan beberapa program  dari APS yang sudah ditentukan. Evaluasi dilakukan tiap semester dengan  mengirimkan data perkembangan kepada APS.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya berharap dengan  bantuan bimbingan dan pedoman langsung dari APS, saya bisa mengembangkan  pemahaman lebih lagi tentang Psikosomatik khususnya di kalangan  Mahasiswa Kedokteran yang memang merupakan tempat yang baik untuk mulai  mengenal sesuatu. Semoga bantuan ini juga bukan hanya bermanfaat bagi  saya dan fakultas tempat saya mengajar, tetapi juga bagi masyarakat umum  nantinya. &lt;/p&gt;Doakan saya agar dapat sukses mengawal program ini. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-3901116588739330071?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/3901116588739330071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=3901116588739330071' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3901116588739330071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3901116588739330071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2011/01/mengembangkan-psikosomatik-di-fakultas.html' title='Mengembangkan Psikosomatik di Fakultas Kedokteran'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2351881587695029335</id><published>2010-12-28T05:13:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T05:13:43.297-08:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang Psikosomatik (Dr.Andri,SpKJ)</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://www.youtube.com/embed/UEuzDh3R-hY?fs=1" width="425" frameborder="0" height="344"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2351881587695029335?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2351881587695029335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2351881587695029335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2351881587695029335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2351881587695029335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/12/sekilas-tentang-psikosomatik.html' title='Sekilas Tentang Psikosomatik (Dr.Andri,SpKJ)'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/UEuzDh3R-hY/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2846896695934873228</id><published>2010-11-23T03:30:00.000-08:00</published><updated>2010-11-23T03:39:55.999-08:00</updated><title type='text'>Gangguan Perilaku dan Emosi pada Penyakit Pikun</title><content type='html'>Pikun seringkali dianggap biasa oleh banyak orang. Proses penuaan seringkali merupakan salah satu faktor terjadinya kepikunan. Banyak orang mengatakan hal ini biasa, wajar kalau makin tua makin pikun. Namun sebenarnya hal ini tidak wajar. Pikun adalah suatu kondisi penyakit dan biasanya tidak hanya berhubungan dengan kondisi kognitif seperti fungsi berpikir, mengolah informasi dan mengeksekusi suatu perbuatan namun juga seringkali berhubungan dengan gangguan pada perilaku dan emosionalnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kedokteran jiwa ada istilah Behavior and Psychological Syndrome of Demensia. Inilah suatu kondisi gangguan perilaku dan psikologis yang banyak terjadi pada pasien yang mengalami kepikunan atau disebut demensia.&lt;br /&gt;Beberapa gejalanya mirip gangguan jiwa berat skizofrenia dan gangguan depresi. Sehingga tidak heran ada beberapa yang dianggap sudah mengalami kegilaan.&lt;br /&gt;Beberapa gejala yang sering ditemukan adalah&lt;br /&gt;1. Kemarahan&lt;br /&gt;2. Rasa putus asa berlebihan&lt;br /&gt;3. Agresif&lt;br /&gt;4. Tidak bisa menerima pendapat dan keras kepala&lt;br /&gt;5. Sulit tidur&lt;br /&gt;6. Merasa didatangi oleh kawan-kawan yang sudah meninggal&lt;br /&gt;7. Merasa ada yang ingin berbuat jahat terhadap dirinya&lt;br /&gt;8. Pikiran paranoid&lt;br /&gt;9. Halusinasi atau mendengar bisikan sesuatu di telinga&lt;br /&gt;10. Bangun di malam hari dan merasa tidak berada di rumahnya (disorientasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini sangat menggangu dan seringkali kondisi inilah yang menyebabkan orang membawa keluarganya kontrol ke psikiater.&lt;br /&gt;Pengobatannya sendiri dengan menggunakan obat2 antidepresan, antipsikotik dan antidemensia. Walaupun biasanya berjalan lambat perbaikannya, namun jika tidak diobati kondisinya akan semakin parah sampai-sampai tidak mengenali keluarganya.&lt;br /&gt;Jadi jika mengalami kondisi seperti di atas, bisa segera berkonsultasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam,&lt;br /&gt;Andri, Psikiater&lt;br /&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2846896695934873228?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2846896695934873228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2846896695934873228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2846896695934873228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2846896695934873228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/11/gangguan-perilaku-dan-emosi-pada.html' title='Gangguan Perilaku dan Emosi pada Penyakit Pikun'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-1257406715006238669</id><published>2010-11-08T00:34:00.000-08:00</published><updated>2010-11-08T00:35:57.617-08:00</updated><title type='text'>Kedokteran Psikosomatik Sebagai Subspesialisasi Psikiatri</title><content type='html'>&lt;p&gt;Tahun 2003 di Amerika Serikat adalah merupakan awal permulaan yang  menggembirakan bagi perkembangan secara formal dari bidang  CL-psychiatry. The American Board of Psychiatry and Neurology (ABPN)  mengesahkan Consultation Liaison Psychiatry (CL-psychiatry) sebagai  subspesialisasi ketujuh dan diberi nama Psychosomatic Medicine.  Selanjutnya American Board of Medical Specialty (ABMS) juga mensahkan  hal ini pada Maret 2003. Populasi pasien yang menjadi perhatian layanan  kedokteran psikosomatik adalah pasien sakit medis yang kompleks (complex  medically ill).&lt;br /&gt;The Academy of Psychosomatic Medicine (APM) yang merupakan organisasi  para psikiater CL mendorong terbentuknya suatu dewan yang secara formal  menyelenggarakan suatu pendidikan lanjutan subspesialisasi Psychosomatic  Medicine dan ujian kompetensi bagi para peserta pendidikan tersebut. Di  dalam klausal yang diajukan ke ABPN, psikiater yang telah mendapatkan  pendidikan kedokteran psikosomatik (Psychosomatic Medicine) adalah  psikiater yang mempunyai kompetensi khusus dalam mendiagnosis dan  mengobati gangguan psikiatri atau gejala psikiatri pada pasien dengan  kondisi medis yang kompleks.&lt;br /&gt;Ujian board yang diselenggarakan oleh The Academy of Psychosomatic  Medicine untuk meluluskan psikiater subspesialisasi kedokteran  psikosomatik pertama kali dilakukan pada tahun 2005.&lt;br /&gt;Istilah Psychosomatic Medicine sebagai subspesialisasi yang sebelum  tahun 2003 disebut sebagai CL-psychiatry hanya digunakan di Amerika  Serikat. Walaupun pada kenyataan di lapangan terutama di Amerika  Serikat, penggunaan istilah Consultation-Liaison Psychiatry dan  Psychosomatic Medicine seringkali dipakai secara berkebalikan dan  bergantian dengan makna yang sama. Namun secara formal, semua buku teks  yang sebelumnya berjudul Consultation-Liaison Psychiatry telah diubah  namanya menjadi Psychosomatic Medicine. Negara Eropa sampai saat ini  menggunakan istilah Liaison Psychiatry untuk merujuk kepada  Consultation-Liaison Psychiatry sebagai suatu bidang subspesialisasi  dari psikiatri. Bahkan di Jerman dan Jepang, Psychosomatic Medicine  adalah suatu bidang spesialisasi yang terpisah dari psikiatri dan  mempunyai pendidikan formal spesialisasi sendiri.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-1257406715006238669?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/1257406715006238669/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=1257406715006238669' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1257406715006238669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/1257406715006238669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/11/kedokteran-psikosomatik-sebagai.html' title='Kedokteran Psikosomatik Sebagai Subspesialisasi Psikiatri'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4949018646128431560</id><published>2010-10-12T19:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-12T19:00:19.935-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Jiwa Pada Kondisi Medis</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/xW8olZU--uY?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/xW8olZU--uY?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4949018646128431560?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4949018646128431560/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4949018646128431560' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4949018646128431560'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4949018646128431560'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/10/gangguan-jiwa-pada-kondisi-medis.html' title='Gangguan Jiwa Pada Kondisi Medis'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7177365804073420017</id><published>2010-08-20T06:13:00.000-07:00</published><updated>2010-08-20T06:13:47.468-07:00</updated><title type='text'>Keluhan Lambung Keluhan Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;object style="background-image: url(&amp;quot;http://i1.ytimg.com/vi/pEskXX2RmLs/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/pEskXX2RmLs?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/pEskXX2RmLs?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7177365804073420017?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7177365804073420017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7177365804073420017' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7177365804073420017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7177365804073420017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/08/keluhan-lambung-keluhan-psikosomatik.html' title='Keluhan Lambung Keluhan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8772362263915104494</id><published>2010-08-12T21:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-12T21:08:21.203-07:00</updated><title type='text'>Puasa dan Terapi Kognitif</title><content type='html'>&lt;object style="background-image: url(&amp;quot;http://i1.ytimg.com/vi/4UfckhfQoAU/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/4UfckhfQoAU?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/4UfckhfQoAU?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8772362263915104494?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8772362263915104494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8772362263915104494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8772362263915104494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8772362263915104494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/08/puasa-dan-terapi-kognitif.html' title='Puasa dan Terapi Kognitif'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-2000573041226392250</id><published>2010-08-11T21:11:00.000-07:00</published><updated>2010-08-11T21:11:21.311-07:00</updated><title type='text'>Jangan Takut Ke Psikiater</title><content type='html'>&lt;object style="background-image: url(&amp;quot;http://i3.ytimg.com/vi/j5Y6skGduRM/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/j5Y6skGduRM?fs=1&amp;amp;hl=en_US"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/j5Y6skGduRM?fs=1&amp;amp;hl=en_US" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-2000573041226392250?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/2000573041226392250/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=2000573041226392250' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2000573041226392250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/2000573041226392250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/08/jangan-takut-ke-psikiater.html' title='Jangan Takut Ke Psikiater'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-7719233682140409448</id><published>2010-08-09T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T23:59:30.824-07:00</updated><title type='text'>Daya Adaptasi Stres</title><content type='html'>&lt;object style="background-image: url(&amp;quot;http://i2.ytimg.com/vi/a82cRGkil2M/hqdefault.jpg&amp;quot;);" width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/a82cRGkil2M&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/a82cRGkil2M&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-7719233682140409448?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/7719233682140409448/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=7719233682140409448' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7719233682140409448'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/7719233682140409448'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/08/daya-adaptasi-stres.html' title='Daya Adaptasi Stres'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8555588873421348534</id><published>2010-08-09T03:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-09T03:08:29.822-07:00</updated><title type='text'>Insomnia</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_6apE-yidbU&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/_6apE-yidbU&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8555588873421348534?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8555588873421348534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8555588873421348534' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8555588873421348534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8555588873421348534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/08/insomnia.html' title='Insomnia'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4690604255101530284</id><published>2010-07-30T00:08:00.000-07:00</published><updated>2010-07-30T00:08:49.487-07:00</updated><title type='text'>Sekilas Tentang Psikosomatik (Dr.Andri,SpKJ)</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="344"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/UEuzDh3R-hY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/UEuzDh3R-hY&amp;amp;hl=en_US&amp;amp;fs=1" allowscriptaccess="never" allowfullscreen="true" wmode="transparent" type="application/x-shockwave-flash" width="425" height="344"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4690604255101530284?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4690604255101530284/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4690604255101530284' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4690604255101530284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4690604255101530284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/07/sekilas-tentang-psikosomatik.html' title='Sekilas Tentang Psikosomatik (Dr.Andri,SpKJ)'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4874800487710348902</id><published>2010-01-26T03:24:00.000-08:00</published><updated>2010-01-26T04:15:34.930-08:00</updated><title type='text'>Mekanisme Adaptasi Terhadap Stres</title><content type='html'>Ketika bertemu pasien di tempat praktek, rata-rata mereka selalau bertanya, mengapa saya bisa mengalami kondisi yang sangat tidak nyaman ini. Rasanya saya bukan orang yang gampang menyerah dan tidak beriman lanjut si pasien. Lalu mengapa masalah seperti ini sampai membuat rasanya badan saya menjadi tidak karuan, berdebar-debar dan cemas tidak terkira.&lt;br /&gt;Kondisi gangguan kesehatan jiwa apapun itu sepatutnya dilihat dari tiga segi yaitu Biologi, Psikologi dan Sosial. Masing-masing mempunyai peranan dalam menimbulkan suatu gangguan kesehatan jiwa pada seseorang. Di bawah ini akan dibahas secara singkat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Faktor Biologi&lt;br /&gt;Orang dengan kondisi gangguan kesehatan jiwa mempunyai kerentanan di dalam stuktur otak yang berhubungan dengan mekanisme pertahanan terhadap stresnya. Setiap orang sebenarnya mempunyai mekanisme yang berbeda-beda terhadap stres yang dihadapi, ini berhubungan juga dengan mekanisme adaptasi masing-masing orang. Tidak heran jika satu orang berbeda dengan orang yang lain ketika menghadapi beban yang sekiranya dianggap sama. Mekanisme adaptasi yang berbeda ini pula yang menentukan apakah kondisi saraf di otaknya akan berpengaruh banyak atau tidak ketika stres datang. Mekanisme adaptasi yang diperoleh dari pembelajaran juga sangat mempengaruhi ketahanan otak dalam menghadapi stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Faktor Psikologi&lt;br /&gt;Faktor ini dipengaruhi oleh pembelajaran dari keluarga, lingkungan dan orang-orang terdekat individu. Ketika seseorang belajar, maka dia pertama kali belajar dari orang dekatnya dalam hal ini adalah orang tua. Maka ketika dia belajar, apa yang dilakukan oleh orang tua sangat berpengaruh terhadap cara si individu itu menghadapi kondisi. Tidak heran anak terkadang meniru cara orang tua dalam menghadapi masalah. Ini proses belajar yang sangat dasar. Maka sering dijumpai dalam praktek, seorang pasien gangguan cemas biasanya memiliki orang tua yang juga pencemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Faktor Sosial&lt;br /&gt;Faktor ini juga mempunyai pengaruh yang besar kepada individu. Ada kalanya ketika semua sisi biologis dan psikologis sudah diperbaiki, sisi lingkungan sosial ternyata tidak berubah juga, maka hasilnya sama saja. Banyak pasien yang mengatakan tempat bekerja maupun lingkungannya tidak nyaman, namun sayangnya semuanya tidak bisa berubah. KOndisi seperti ini memerlukan mekanisme adaptasi yang lebih baik lagi dari pasien, kecuali dia mau semuanya menjadi sia-sia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pengalaman pasien mengatakan tidak mudah untuk memodifikasi gaya hidup, lingkungan sosial dan meningkatkan mekanisme adaptasi. Semuanya memerlukan proses dan pembelajaran yang tekun dan sangat baik. Kondisi otak akibat cemas dapat diobati dan dibetulkan dengan obat, namun kondisi psikologis dan lingkungan semuanya berpulang kepada si pasien sendiri. Psikiater hanya memberikan suatu pandangan menyeluruh tentang kondisi pasien, dia memperlihatkan masalah kepada pasien lebih jelas lagi, psikiater juga membantu pasien mengenali masalahnya lebih baik lagi.&lt;br /&gt;Tidak mengherankan biasanya semakin pasien mampu berkoorperasi dengan psikiaternya maka peningkatan kualitas hidup dan kesempatan untuk sembuhnya akan semakin terbuka lebar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr.Andri,SpKJ&lt;br /&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4874800487710348902?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4874800487710348902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4874800487710348902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4874800487710348902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4874800487710348902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2010/01/mekanisme-adaptasi-terhadap-stres.html' title='Mekanisme Adaptasi Terhadap Stres'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5650398505915813730</id><published>2009-10-12T04:41:00.000-07:00</published><updated>2009-10-12T04:43:11.166-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Cemas, Kenali Gejalanya dan Obati Segera !!</title><content type='html'>Masih berkaitan dengan hari Kesehatan Jiwa sedunia yang jatuh tanggal 10 Oktober 2009 kemarin, masih banyak informasi tentang kesehatan jiwa yang perlu disebarluaskan. Masyarakat sering menggangap gangguan jiwa hanyalah Skizofrenia saja yang di dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan istilah Gila. Padahal masih banyak gangguan kesehatan jiwa lain yang juga menyebabkan ketidakmampuan yang nyata bagi pasien dan lingkungannya. Salah satu yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini adalah tentang Gangguan Cemas.Gangguan cemas ada beberapa macam, yang paling sering ditemukan di masyarakat kita adalah Gangguan Cemas Panik dan Gangguan Cemas Menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Cemas Panik&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Gangguan cemas panik ditandai biasanya dengan keluhan jantung berdebar-debar (palpitasi) yang tiba-tiba datang. Gejala ini juga seringkali dibarengi dengan gejala-gejala fisik lain, di bawah ini adalah gejala-gejala yang sering dialami pasien Gangguan Cemas Panik&lt;br /&gt;Jantung berdebar-debar&lt;br /&gt;Sesak napas dan rasa seperti tercekik&lt;br /&gt;Perasaan ingin muntah atau mual berkelebihan&lt;br /&gt;Kesemutan dan keluar keringat dingin&lt;br /&gt;Gemetar seperti orang yang tidak mampu menahan berdiri dirinya&lt;br /&gt;Terkadang terdapat disorientasi lingkungan&lt;br /&gt;Perasaan tidak nyaman di tubuh, seperti nyeri di kepala atau tengkuk&lt;br /&gt;Perasaan takut kehilangan kontrol atau menjadi gila&lt;br /&gt;Merasa seperti ingin pingsan&lt;br /&gt;Gejala di atas biasanya berlangsung tiba-tiba tanpa ada pemicu yang jelas. Pasien seringkali merasakan adanya sensai tidak nyaman di dada dan rasa jantung berdebar dimulai saat itu. Tidak mengherankan pasien seperti ini biasanya buru-buru minta ke rumah sakit karena yang ditakutkan adalah gangguan jantung. Setelah pemeriksaan baik direkam jantung oleh EKG, dilakukan ekokradiografi bahkan CT-Scan sampai MSCT, ternyata tidak didapatkan kelainan yang mendasari.&lt;br /&gt;Sayangnya kadang pasien tidak percaya akan hal ini sehingga terus menerus mencari pertolongan di klinik penyakit dalam atau jantung. Lebih baik pasien seperti ini segera menghubungi psikiater karena gangguan cemas ini dapat diobati dalam jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Gangguan Cemas Menyeluruh&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Gangguan cemas menyeluruh biasanya ditandai dengan suatu kondisi gangguan cemas yang berlebihan terhadap segala sesuatu di dalam kehidupan individu tersebut. Pasien sering terlihat khawatir dan merasa was-was sehari-hari terhadap segala sesuatu yang bahkan kemungkinan terjadinya sangat kecil. Pernah saya menangani pasien yang sangat khawatir akan masa depan anaknya kelak, padahal anak tersebut masih dalam kandungan. Pasien seperti ini juga seringkali merasa khawatir yang berlebihan ketika mempunyai gangguan medis sehingga terkadang pada beberapa kasus ini menghambat perbaikan dari kondisi medis umumnya sendiri bila tidak ditangani gangguan cemasnya. Pada beberapa kasus, serangan panik dengan tanda-tanda di atas dapat muncul walapun intensitas dan frekuensinya biasanya jarang.&lt;br /&gt;Semoga informasi ini berguna untuk pembaca sekalian. Jangan lupa bahwa kebanyakan gangguan cemas lebih sering bermanifestasi sebagai gangguan fisik, seperti yang telah disebutkan di atas. Jika anda tidak mendapatkan pertolongan yang baik, maka gangguan ini bisa membuat kualitas hidup anda menurun&lt;br /&gt;* Penulis adalah Psikiater di Klinik Psikosomatik RS Omni Internasional, Alam Sutera, Serpong - Tangerang, anggota the Academy of Psychosomatic Medicine dan The American Psychosomatic Society . Email : &lt;a href="mailto:mbahndi@yahoo.com"&gt;mbahndi@yahoo.com&lt;/a&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5650398505915813730?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5650398505915813730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5650398505915813730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5650398505915813730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5650398505915813730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2009/10/gangguan-cemas-kenali-gejalanya-dan.html' title='Gangguan Cemas, Kenali Gejalanya dan Obati Segera !!'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4587599112665908843</id><published>2009-10-05T20:39:00.000-07:00</published><updated>2009-10-05T20:52:35.009-07:00</updated><title type='text'>Stres dan Depresi Bukan Untuk Ditakuti</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu dunia infotaiment dikagetkan dengan video artis Marshanda yang dapat disaksikan via website YouTube di dunia maya. Kaget bukan karena Marshanda melakukan perbuatan tidak senonoh atau berfoto tidak sopan di dunia maya, tetapi karena sikap dan tingkah lakunya di video yang dianggap “aneh” oleh para rekan wartawan infotaiment. Jauh dari image Marshanda selama ini.&lt;br /&gt;Padahal yang diangggap “aneh” itu oleh para wartawan infotaiment sebenarnya hanyalah tingkah laku Marshanda menari dan menyanyi dengan suara keras dan afeksi emosi yang kentara. Walau dikenal sebagai artis sinetron sejak dulu, kali ini gayanya di video tersebut seolah-olah menggambarkan dirinya apa adanya. Ada makian, tangisan dan tertawa yang semuanya terkesan sangat lepas.&lt;br /&gt;Hal itu kemudian dihubungkan apakah Marshanda mengalami stres atau lebih parah lagi mengalami depresi dalam kehidupannya saat ini?&lt;br /&gt;Manajemen dan keluarga Marshanda buru-buru memberikan keterangan pers sehubungan dengan keadaan ini. Bahkan dokter pribadinya turut bicara tentang kondisi kesehatan Marshanda. Sehubungan dengan kondisi kesehatan jiwanya, dokter pribadi Marshanda mengatakan belum perlunya Marshanda berkonsultasi ke psikiater.&lt;br /&gt;Cerita lain dari dunia selebriti adalah mengenai sakit dan dirawatnya Cici Paramida di RS Gandaria. Berdasarkan berita di Warta Kota 23/08/2009, pengacara Cici Paramida meluruskan berita tentang sakit yang diderita Cici. Dia mengatakan “Tidak benar Cici Paramida sakit karena depresi akibat persoalan rumah tangganya. Tapi sakit karena kelelahan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Depresi Penyakit Yang Memalukan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kedua cerita selebriti di atas terus terang membuat saya tersenyum-senyum sekaligus prihatin. Betapa takutnya seseorang “dicap” menderita gangguan kesehatan jiwa. Kata-kata stres dan depresi seolah-olah adalah kata-kata yang tidak boleh dilekatkan pada diri seseorang. Dalam konteks yang lebih sempit kata stres dan depresi seringkali salah dihubungkan dengan gangguan jiwa berat alias “gila” yang dianggap memalukan.&lt;br /&gt;Stres adalah sesuatu yang wajar dalam kehidupan manusia. Siapapun pernah mengalami stres dalam hidupnya. Saya pun ketika menjalani masa pendidikan spesialis kedokteran jiwa di FKUI pernah mengalami stres apalagi di saat-saat pembuatan tesis. Jadi rasanya stres bukanlah sesuatu yang memalukan untuk diakui. Selagi masih bisa diatasi dengan baik hal itu tidak akan terlalu mengganggu kehidupan.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan depresi. Depresi menurut kedokteran adalah suatu kondisi gangguan kesehatan jiwa yang ditandai oleh beberapa tanda dan dibatasi waktu. Tanda yang paling sering dikeluhkan berhubungan dengan afeksi emosi yaitu murung atau sedih, merasa tidak ada harapan atau sulit berpikir tentang masa depan dan perilaku psikomotor yang menurun sehingga orang tersebut terlihat malas dan enggan melakukan kegiatan. Hal itu pun harus terjadi minimal 2 minggu sebelum diagnosis depresi ditegakan.&lt;br /&gt;Selain gejala yang tersebut di atas, seringkali terdapat kesulitan tidur, tidak ada nafsu makan, sulit konsentrasi dan tidak lagi menikmati hobi. Beberapa orang juga sering menjadi mudah tersinggung, mudah marah dan bahkan ada yang bertindak agresif.&lt;br /&gt;Sebagian pasien depresi ada pula yang mengalami masa mania dalam kondisi sakitnya. Mania ditandai dengan gejala senang berlebihan, kurang kebutuhan tidur, pikiran-pikiran terlalu tinggi namun tidak sesuai kenyataan dan bisa melakukan perbuatan yang nekat dan membahayakan. Kondisi ini bergantian dengan kondisi depresi yang lebih dikenal dengan sebutan gangguan bipolar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Depresi Ada Obatnya&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Depresi adalah suatu gangguan kesehatan jiwa yang oleh badan dunia kesehatan WHO pada tahun 2020 diprediksikan akan menjadi beban utama nomor dua di bidang kesehatan. Data di banyak penelitian mengatakan kekerapan gangguan depresi di masyarakat sekitar 20-30%. Jauh lebih besar daripada kekerapan gangguan skizofrenia yang dikenal “gila” yang hanya 1% saja. Akibat depresi juga akan membuat produktifitas manusia menurun. Hal ini terutama terjadi lebih rentan pada wanita dibandingkan pada laki-laki.&lt;br /&gt;Pengetahuan kedokteran sudah berkembang sangat pesat begitupun kedokteran jiwa. Hal-hal yang selalu dihubungkan dengan kondisi psikologis seseorang saat ini sudah dapat juga dibuktikan dengan pemeriksaan medis terutama pemeriksaan otak. Penelitian tentang depresi di luar negeri sangat jauh berkembang begitupun juga tentang pengobatannya.&lt;br /&gt;Pengobatan pasien depresi tentunya memerlukan seorang dokter yang khusus menangani hal tersebut. Hal ini karena seringkali depresi bermanifestasi dalam bentuk keluhan-keluhan fisik seperti sulit tidur, keluhan psikosomatik dan rasa lelah berlebihan. Psikiater dengan latar belakang pendidikan dokter dan kemampuan psikoterapinya merupakan profesi yang paling cocok untuk menangani pasien depresi.&lt;br /&gt;Orang seringkali takut ke psikiater karena perasaan malu dicap “gila”, ketakutan akan ketergantungan obat dan simpang siur tentang informasi mengenai penyakitnya. Kesulitan ini sebenarnya dapat ditanggulangi dengan berbagai macam cara. Calon pasien dan keluarga dapat mencari informasi tentang kondisi kesehatan jiwa pasien di internet. Banyak sekali pedoman untuk awam mengenai kesehatan jiwa terutama depresi yang dapat ditemukan di internet. Beberapa bahkan menyediakan ruang tanya jawab.&lt;br /&gt;Informasi mengenai gangguan kesehatan jiwa juga harus kerap disebarluaskan. Media sangat berperan penting dalam hal ini. Wartawan infotaiment pun punya peran yang sangat besar jika mereka mau untuk ikut memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang seluk beluk gangguan depresi. Kalau terdapat kasus selebriti yang dianggap stres atau depresi, teman-teman wartawan dapat menghubungi narasumber yang kompeten seperti psikiater untuk bisa berkomentar tentang kondisi tersebut.&lt;br /&gt;Terakhir tentunya peran dari profesi psikiater sendiri untuk melihat kondisi stigma gangguan jiwa di masyarakat sebagai suatu tantangan untuk terus menerus menyebarkan informasi yang benar dan tepat untuk masyarakat. Masyarakat harus terus diberikan informasi pengetahuan tentang kesehatan jiwa.&lt;br /&gt;Kesehatan jiwa adalah sesuatu yang sangat berhubungan dengan kualitas kehidupan seseorang. Stres dan depresi yang mengganggu kesehatan jiwa juga merupakan ancaman terhadap kualitas hidup seseorang. Namun jika ditangani dengan baik hal itu tentunya tidak akan berlanjut. Satu hal yang pasti adalah jangan pernah malu dan takut mengakui bila memang kita mengalami stres atau depresi. Segera cari pertolongan yang tepat karena ini berhubungan dengan kehidupan kita sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini pernah dimuat di Suara Pembaruan Minggu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4587599112665908843?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4587599112665908843/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4587599112665908843' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4587599112665908843'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4587599112665908843'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2009/10/stres-dan-depresi-bukan-untuk-ditakuti.html' title='Stres dan Depresi Bukan Untuk Ditakuti'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4846766147602151473</id><published>2009-07-14T04:16:00.001-07:00</published><updated>2009-07-14T04:16:45.464-07:00</updated><title type='text'>Mengatakan Maaf Bukan Hal Yang Tabu</title><content type='html'>Dahulu kala ketika saya masih kecil, rasanya dokter adalah manusia yang sangat luar biasa kuasanya. Jarang sekali kita dapat kesempatan memprotes dokter atas segala tindakannya. Begitu juga kita rela menunggu dokter berlama-lama karena beliau sedang sibuk di tempat kerja yang lain. Tapi mungkin saat ini keadaan ini sudah berubah walaupun beberapa dokter masih mempertahankan kekuasaan absolutnya terutama dalam hal manajemen waktu.&lt;br /&gt;Teringat pengalaman mengantar kakak saya ke dokter, ketika itu kami sudah mendapatkan janji ketemu dengan dokter tersebut jam 15 namun apa mau dikata sampai jam 16.30 si dokter belum datang juga. Saya kemudian bertanya kepada suster di poli tersebut, ternyata si dokter belum dapat datang karena masih ada pasien di tempat lain. Padahal waktu praktek yang tercantum di RS yang saya datangi tersebut menunjukkan bahwa jam poli si DOkter dimulai pukul 15 sampai 17.&lt;br /&gt;Ketika akhirnya si Dokter datang pukul 17.00, tanpa basa basi dan permintaan maaf si dokter langsung saja memulai pemeriksaan pada kakak saya yang telah menunggu lama. Waw...rasanya saat itu saya mau marah saja tapi tak kuasa karena saya tahu ini adalah sejawat saya sendiri.&lt;br /&gt;Lain lagi pengalaman teman saya yang anaknya dirawat di RS. Seharusnya si anak sudah boleh pulang sejak pagi hari namun karena sebelum pulang harus diperiksa oleh dokter penanggung jawab, akhirnya dia harus menunggu. Tanpa tahu ternyata si dokter baru bisa datang sekitar sore hari dan dia baru mengetahuinya setelah menunggu beberapa jam tanpa ada informasi. Saya tidak tahu apakah si DOkter ini meminta maaf atas keterlambatan ini namun mudah-mudahan beliau lakukan.&lt;br /&gt;Saya juga bukan orang yang luput dari keterlambatan. Pernah suatu ketika karena saking "asyiknya" menguji, waktu praktek saya ternyata sudah mendekati dan akhirnya pasien saya menunggu sampai setengah jam. Namun sebelum itu terjadi saya biasanya mempunyai kebiasaan untuk menelpon atau meng-sms pasien sejam sebelum waktu praktek saya kalau saya akan datang telat. Intinya saya tidak ingin pasien tersebut kehilangan waktu hanya untuk menunggu saya saja.&lt;br /&gt;Lain waktu saya pernah terlambat lima menit dari jadwal yang telah ditentukan, saya ternyata sudah ditunggu pasien. Saya pun minta maaf atas ketidaknyamanan ini. Lain waktu saya pernah datang lima menit sebelum waktu praktek saya, tetapi ternyata pasien saya datang lebih awal lagi. Saya pun tetap meminta maaf karena membuat pasien menunggu, namun saya jelaskan bahwa saya memang baru memulai praktek sesuai jadwal.&lt;br /&gt;Intinya bagi saya permintaan maaf kepada pasien bukanlah hal yang tabu dan bisa dilakukan oleh semua dokter. Seperti pesan saya kepada mahasiswa, bahwa seharusnya kita berempati kepada pasien bukan hanya karena dia pasien kita tetapi juga berempati sebagai sesama orang yang sama-sama mempunyai waktu 24 jam dalam hidupnya.&lt;br /&gt;Saya pun sampai saat ini masih belajar untuk selalu menetapi waktu dan berusaha juga untuk selalu konsisten dengan keadaan ini. Terkadang berat karena sesuatu yang sering tidak terduga, namun kerendahan hati untuk meminta maaf atas keterlambatan bisa menjadi penyejuk hati orang yang menunggu kita. Tapi ingat, jangan gampang mengucapkan maaf untuk suatu alasan atas ketidakmampuan kita mengubah perilaku kita. Misalnya terus menerus minta maaf atas keterlambatan tanpa bisa mengubah kondisi terlambat itu sendiri dan sepertinya membiarkan karena berpikir mudah meminta maaf. Itu malah akan menjatuhkan harga diri kita sendiri dan menunjukan kepada orang lain secara gamblang bahwa kita orang yang tidak disiplin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4846766147602151473?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4846766147602151473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4846766147602151473' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4846766147602151473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4846766147602151473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2009/07/mengatakan-maaf-bukan-hal-yang-tabu.html' title='Mengatakan Maaf Bukan Hal Yang Tabu'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-5879052552482938392</id><published>2009-07-14T04:14:00.000-07:00</published><updated>2009-07-14T04:16:06.524-07:00</updated><title type='text'>Fakultas Kedokteran Masih Diminati</title><content type='html'>Setiap hasil SNMPTN alias Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Ternyata peminat Fakultas Kedokteran masih menempati tempat teratas dibandingkan dengan ilmu studi lain. Bidang lain yang diminati selain Kedokteran adalah Teknik Informatika, Farmasi dan Desain Grafis.&lt;br /&gt;Tentunya sangat menarik melihat hal ini, di tengah-tengah besarnya biaya pendidikan kedokteran yang semakin tinggi karena tuntutan fasilitas, fakultas kedokteran masih menjadi favorit calon mahasiswa negeri.&lt;br /&gt;Saya menjadi ingat akan diri saya sendiri beberapa tahun yang lalu. Di masa akhir sekolah menengah atas saya baru menentukan pilihan saya untuk menjadi seorang dokter. Itupun kalau saya diterima di Fakultas Negeri karena keuangan yang tidak memungkinkan bila harus masuk swasta.&lt;br /&gt;Saya berpikiran saat itu lebih baik tidak menjadi dokter bila harus kuliah di Swasta yang uang masuknya saja berpuluh juta. Untuk itu pilihan saya jatuh ke Universitas Indonesia dan Universitas Diponegoro.&lt;br /&gt;Beruntung sekali saya dapat diterima di FKUI sehingga mimpi menjadi dokter rasanya akan menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;Saya masih merasakan murahnya pendidikan dokter, walaupun memnag bila dibandingkan dengan beberap tahun sebelum saya, masih lebih mahal biaya yang ditanggung angkatan saya saat itu (1997). Tapi saya tidak mengeluarkan uang sampai lima juta untuk masuk FKUI saat itu.&lt;br /&gt;Lepas pendidikan dokter umum membuat saya berpikir untuk segera meneruskan pendidikan Spesialis di FKUI juga dan mengambil bidang Kedokteran Jiwa. Saat itu saya berpikir menjadi dokter umum itu tidaklah keren dan kurang gengsinya dibandingkan dengan dokter spesialis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Pasti Kaya?&lt;br /&gt;Rasanya pendapat di atas sering ditunjukkan kepada dokter. Selain memiliki posisi terhormat di masyarakat terutama di daerah-daerah yang masih kurang dokternya, profesi ini juga menjamin orang yang menggelutinya tidak akan kekurangan bila mau berusaha. Sama sepertinya kiat ini buat semua jurusan, tapi independensi seorang dokter membuat dia lebih tidak tergantung orang lain untuk mendapatkan nafkah.&lt;br /&gt;Guru saya pernah berkata, sebenarnya menjadi dokter itu tidak akan pernah bisa terlalu kaya bila mengikuti aturan yang berlaku. Sebab menurut beliau kalau dokter kaya itu biasanya akan dikompensasikan dengan banyaknya waktu yang harus dialokasikan untuk praktek saja.&lt;br /&gt;Kenyataannya memang banyak dokter-dokter senior yang bisa praktek sampai dini hari karena tidak mampu menolak pasien. Ini sangat berbeda dengan beberapa negara tetangga kita seperti Malaysia dan Singapura yang membatasi jumlah pasien yang bisa ditangani oleh seorang dokter.&lt;br /&gt;Hal inilah yang sering dikeluhkan pasien kalau dokter Indonesia kurang komunikatif karena selalu terburu-buru. Tentu saja akan terburu-buru karena kalau tidak pasien akan tidak terlayani dan si dokter tidak bisa tidur.&lt;br /&gt;Tapi untuk mencapai hal tersebut sebenarnya dokter akan merintis dari bawah bukan berlangsung tiba-tiba. Jadi kalau baru saja lulus jangan harapkan langsung mendapatkan uang yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih Pekerjaaan Mulia&lt;br /&gt;Semua orang mengakui bahwa menjadi dokter adalah suatu pekerjaan mulia. Bahkan pakar Marketing seperti Hermawan Kartajaya pun berpendapat demikian. Ini dikarenakan karena pekerjaannya berhubungan dengan sesuatu yang sangat berharga bagi manusia yaitu Kesehatan. Tanpa kesehatan sekaya apapun orang itu tidak akan berguna.&lt;br /&gt;Tapi tentunya menjadi dokter yang mulia tidaklah gampang, harus ada suatu komitmen terus menerus yang tidak kenal henti dari si dokter. Berhubungan dengan begitu banyak pasien tentunya tidak akan selalu memberikan hasil yang diharapkan pasien.&lt;br /&gt;Namun si dokter harus terus berusaha meningkatkan kemampuannya dalam mengobati pasien yang datang kepadanya&lt;br /&gt;Saya berharap calon-calon teman sejawat yang akan menempuh pendidikan dokter dapat terus memaknai nilai-nilai yang terkandung dalam profesi mulia ini.&lt;br /&gt;Jangan hanya berpikir untuk menjadi kaya bila ingin menjadi dokter karena kalian akan kecewa. Jangan pula berpikir untuk segera "Balik Modal" sesaat setelah menjadi dokter nanti karena ini akan menjebak anda dalam praktek kedokteran yang tidak etis.&lt;br /&gt;Semoga niat baik kita semua yang ingin menjadi Dokter selalu terpelihara sepanjang masa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-5879052552482938392?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/5879052552482938392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=5879052552482938392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5879052552482938392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/5879052552482938392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2009/07/fakultas-kedokteran-masih-diminati.html' title='Fakultas Kedokteran Masih Diminati'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8639468654646367645</id><published>2008-09-05T04:02:00.000-07:00</published><updated>2012-02-11T14:51:04.406-08:00</updated><title type='text'>Lebih Jauh Dengan Psikosomatik</title><content type='html'>Tahun 2001 American Psychiatric Association meresmikan dan mensahkan Psychosomatic Medicine sebagai subspesialisasi ketujuh dari Psikiatri. Psychosomatic Medicine awalnya dikenal dengan sebutan Consultation Liaison Psychiatry, suatu keilmuan Psikiatri yang bekerjasama dengan ahli spesialisasi lain dalam menangani pasien-pasien gangguan medis umum yang mengalami gangguan kesehatan jiwa yang dapat mempengaruhi perbaikan penyakitnya dan kualitas hidupnya.&lt;br /&gt;Tahun 2003 American Board of Medical Specialties akhirnya menyetujui Psychosomatic Medicine sebagai subspesialisasi dengan menerapkan segala kurikulum, pelatihan, program jangka panjang dan lain-lain yang menunjang pendidikan berkelanjutan dari bidang yang baru ini. Tidak lama kemudian APA Publisher menerbitkan Textbook of Psychosomatic Medicine dan berbagai buku penunjang lain termasuk synopsis dan student guide-nya. Hal ini kemudian diikuti oleh Prof Michael Blumenfield,MD tokoh Consultation Liaison Psychiatry yang merangkum semua pengetahuan Psikosomatik ke dalam buku Psychosomatic Medicine terbitan Lippincott William and Wilkins tahun 2006.&lt;br /&gt;Semakin jelaslah sebagai subspesialisasi termuda di bidang Psikiatri jalan yang akan ditempuh oleh Psikosomatik. Sebelum mencapai semua itu sebenarnya sejak tahun 1939 The American Psychosomatic Society telah menerapkan konsep Psikosomatik dan menerbitkan jurnalnya yang disebut Psychosomatic Medicine. Hanya saja saat itu karena konsep kelimuan kedokteran belum berkembang seperti sekarang maka agak sulit mendapatkan persetujuan tentang keminatan baru ini.&lt;br /&gt;Banyak pertentangan sebelum Psikosomatik menjadi sub spesialisasi, dalam komunikasi lewat email dengan teman-teman seminat di APM dan APS, hal ini dikarenakan Psikosomatik oleh beberapa Psikiater dianggap hanyalah membuat bias peran psikiater dalam Consultation Liaison Psychiatry,sub spesialisasi cikal bakal Psychosomatic. Konsep Psikosomatik sebenarnya merupakan konsep yang menekankan bahwa pikiran dan tubuh adalah sesuatu yang tidak terpisahkan dan saling mempengaruhi.&lt;br /&gt;Perkembangan ilmu kedokteran saat ini mampu menjawab hal tersebut dengan penelitian yang sangat pesat. Stres sebagai salah satu produk pikiran dapat mempengaruhi tubuh melalaui berbagai mekanisme sistem tubuh, ada yang melalu i sistem imun, sistem endokrin serta sistem-sistem lainnya.&lt;br /&gt;Pendekatan Biopsikososial dari semua penyakit sebenarnya juga adalah pendekatan Psikosomatik. Misalnya anda menderita Flu berat, maka bukan hanya fisik anda yang terpengaruh, tapi juga secara psikologis dan sosial Flu itu juga mempengaruhi anda. Dahulu dan pada umumnya masyarakat awam menilai Psikosomatik sebagai penyakit yang dibuat-buat oleh penderitanya. Pendapat ini salah karena sekarang ilmu kedokteran dapat menjelaskan bagaiaman mekanisme penderita psikosomatik yang dalam pemeriksaan tidak terdapat kelainan apapun namun mengeluh sakit yang tidak terkira. Selain itu juga Psikosomatik bekerja pada pasien-pasien yang membutuhkan pertolongan dari segi psikologis agar dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Anda tidak akan menyangka bahwa stress yang akut maupun kronis dapat mempengaruhi sistem tubuh sampai ke tingkat molekuler. Semoga penjelasan sekilas ini dapat membantu anda memahami lebih jauh tentang apa itu Psikosomatik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8639468654646367645?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8639468654646367645/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8639468654646367645' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8639468654646367645'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8639468654646367645'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2008/09/lebih-jauh-dengan-psikosomatik.html' title='Lebih Jauh Dengan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-6689285808555363414</id><published>2008-09-04T04:30:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T04:57:24.551-07:00</updated><title type='text'>Peresmian Klinik Psikosomatik</title><content type='html'>Menjawab tantangan jaman dan kebutuhan akan pelayanan kesehatan jiwa di masyarakat, Omni International Hospital telah membuka Klinik Psikosomatik pada tanggal 1 September 2009. Klinik ini bertujuan untuk tempat berkonsultasi dan terapi pasien-pasien yang mengalami gangguan Psikosomatik.&lt;br /&gt;Gangguan psikosomatik sendiri adalah suatu gangguan yang dalam kedokteran jiwa dikenal dengan nama Gangguan Somatoform. Gangguan ini memiliki beberapa sub gangguan dan yang paling sering adalah : Gangguan Somatisasi, Gangguan Hipokondrik, Gangguan Nyeri, Gangguan Citra Tubuh dan Gangguan Konversi.&lt;br /&gt;Pasien yang sekiranya dapat datang ke klinik Psikosomatik adalah pasien-pasien yang mengalami gangguan fisik tapi setelah melakukan beberapa pemeriksaan dan tes penunjang tidak didapatkan hasil yang bermakna yang menunjang keluhan fisiknya itu.&lt;br /&gt;Bila pun pasien itu mengalami gangguan fisik, gangguan dan keluhannya saat ini sangat tidak sesuai dengan keadaan sakitnya.&lt;br /&gt;Kami menyadari banyak orang masih enggan untuk datang ke Psikiater karena ketakutan akan stigma Gila yang melekat selama ini. Namun di era modern sekarang ini, kunjungan ke Psikiater rasanya bukanlah hanya milik orang sakit saja. Beberapa orang yang ingin mengkonsultasikan tentang pilihan hidup, rencana ke depan atau yang lain juga dapat menghubungi dan berkonsultasi dengan psikiater.&lt;br /&gt;Jadi bila anda mengalami gangguan PSIKOSOMATIK, jangan ragu untuk berkunjung dan berkonsultasi di Klinik Psikosomatik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-6689285808555363414?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/6689285808555363414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=6689285808555363414' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6689285808555363414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/6689285808555363414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2008/09/peresmian-klinik-psikosomatik.html' title='Peresmian Klinik Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-3445439183849713879</id><published>2008-08-14T03:44:00.001-07:00</published><updated>2008-08-14T03:44:51.583-07:00</updated><title type='text'>On Air di radio SONORA 92.0 FM</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a rel="nofollow" target="_blank" href="http://akudankesehatanjiwa.blogspot.com/2008/08/siaran-radio-di-sonora.html"&gt;&lt;span class="yshortcuts" id="lw_1218710412_0"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt; &lt;/h3&gt;  &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; On Air di Radio SONORA 92.0 FM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Topik : PSIKOSOMATIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hari/Tanggal : Kamis/21 Agustus 2008&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Jam : 09.00 - 10.00&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-3445439183849713879?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/3445439183849713879/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=3445439183849713879' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3445439183849713879'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/3445439183849713879'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2008/08/on-air-di-radio-sonora-920-fm.html' title='On Air di radio SONORA 92.0 FM'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-8034600179771739494</id><published>2008-07-10T04:38:00.000-07:00</published><updated>2008-07-10T04:57:48.675-07:00</updated><title type='text'>Diagnosis Gangguan Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;div&gt;Gangguan Psikosomatik sebenarnya tidak terdaftar dalam kriteria diagnosis menurut PPDGJ III dan DSM IV-TR, namun bila ditanyakan kepada teman-teman sejawat dokter dan meminta mereka untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud Psikosomatik, penyakit ini merujuk kepada Gangguan Somatoform.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Gangguan Somatoform yang paling banyak ditemui di Klinik Psikosomatik :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;1. Gangguan Somatisasi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;2. Gangguan Hipokondrik&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;3. Gangguan Nyeri&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;4. Gangguan Konversi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;5. Gangguan Citra Tubuh&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;6. Gangguan somatisasi yang tidak terdefinisikan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-8034600179771739494?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/8034600179771739494/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=8034600179771739494' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8034600179771739494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/8034600179771739494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2008/07/diagnosis-gangguan-psikosomatik.html' title='Diagnosis Gangguan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7047332028889072149.post-4736394863004927803</id><published>2008-07-08T03:35:00.000-07:00</published><updated>2008-07-08T03:39:43.968-07:00</updated><title type='text'>Lebih Dekat Dengan Psikosomatik</title><content type='html'>&lt;p&gt;Psikosomatik adalah cabang spesialisasi dalam Psikiatri/Ilmu Kedokteran Jiwa yang disahkan oleh American Psychiatric Association sebagai subspesialisasi ke-7 tahun 2001 dan disahkan pula oleh American Medical Board of Specialties tahun 2003. Selama ini yang lebih mewakili Psikosomatik adalah Consulation Liaison Psychiatry, suatu cabang ilmu psikiatri yang bekerja sama dengan sejawat spesialisasi lain untuk merawat pasien medis yang mengalami gangguan kesehatan jiwa&lt;br /&gt;Yang dilakukan oleh dokter yang berkecimpung dalam Psikosomatik adalah merawat pasien-pasien yang  :&lt;br /&gt;1. Patients with an acute or chronic medical, neurological, or surgical illness in which psychiatric morbidity is actively affecting their medical care and/or quality of life.&lt;br /&gt;2. Patients with a somatoform disorder or with psychological factors affecting a physical condition (“psychosomatic condition”), regardless of the presence or absence of a co-morbid medical illness;&lt;br /&gt;3. Patients with a psychiatric disorder that is the direct consequence of a primary medical condition(s), as defined in the American Psychiatric Association’s (APA) Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV). e.g., Delirium, Dementia, “Organic brain disorder”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bidang ini belum berkembang baik di Indonesia, apa penyebabnya?&lt;br /&gt;- STIGMA yang melekat pada Psikiatri sendiri merupakan sebab paling mendasar. Orang biasanya hanya berpikir bahwa yang datang ke Psikiater itu hanyalah orang yang mengalami gangguan jiwa yang berat atau GILA.&lt;br /&gt;- Orang berpikir bahwa gangguan jiwa bukanlah gangguan medis, jadi hal ini membuat sepertinya profesi psikiater itu berbeda dengan dokter-dokter pada umumnya. Padahal kita tahu bahwa untuk menjadi Psikiater seseorang harus melewati pendidikan dokter umum terlebih dahulu dilanjutkan dengan pendidikan dokter spesialis Psikiatri. Psikiatri itu merupakan bidang keilmuan dalam kedokteran dan bukan dalam psikologi.&lt;br /&gt;-  Terminologi umum tentang Psikosomatik selama ini hanyalah merujuk pada suatu gangguan jiwa yang mempunyai keluhan utama gejala fisik walaupun tidak dapat ditemukan patofisiologi atau dasar keluhan fisik itu. Itulah yang dalam psikiatri disebut sebagai gangguan Somatoform yang terbagi menjadi somatisasi dan hipokondriasis.&lt;br /&gt;- Belum menyebarnya informasi tentang Psikosomatik di kalangan dokter, kebanyakan mengira gangguan ini hanyalah gangguan yang malingering atau palsu.&lt;br /&gt;- Secara umum kita merasakan kepentingan untuk memperhatikan fisik dahulu baru kemudian mental. Padahal gangguan jiwa itu asalnya dari gangguan fisik di otak yang sayangnya memang tidak bisa terdeteksi dengan alat-alat seperti CT-Scan/MRI namun sekarang ini bisa dilakukan dengan fMRI atau Pet-SCAN.&lt;br /&gt;-  Perkembangan ilmu psikiatri khususnya di bidang Psikiatri Biologi sudah demikian pesat dengan adanya Psikoneuroimunulogi, Neuroendokrin, Neuroimunologi dan ilmu-ilmu dasar lainnya. Namun hal ini belum diminati.&lt;br /&gt; &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7047332028889072149-4736394863004927803?l=psikosomatik-omni.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/feeds/4736394863004927803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7047332028889072149&amp;postID=4736394863004927803' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4736394863004927803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7047332028889072149/posts/default/4736394863004927803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://psikosomatik-omni.blogspot.com/2008/07/lebih-dekat-dengan-psikosomatik.html' title='Lebih Dekat Dengan Psikosomatik'/><author><name>Dr.Andri,SpKJ</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02943451437881906701</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='22' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_0GwUYXEwyK0/TVSqMUO50nI/AAAAAAAAAGw/E6YHHWTEnbU/s220/Sendirian.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
